Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Diksi Dalam Wacana Iklan Berbahasa Indonesia. Suatu

Diksi Dalam Wacana Iklan Berbahasa Indonesia. Suatu

Ratings: (0)|Views: 1,202 |Likes:
Published by arissu

More info:

Published by: arissu on Jan 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/02/2013

pdf

text

original

 
Diksi Dalam Wacana Iklan Berbahasa Indonesia. Suatu Kajian Sosiopragmatik 
 
DIKSIDALAM WACANA IKLAN BERBAHASA INDONESIASatu Kajian SosiopragmatikTri Sulistyaningtyas*
ABSTRACT
The language used in the advertisements of both printed and electronic massmedia is often unsuitable with the grammatical rules of Bahasa Indonesia. Due to theineffective use of Bahasa Indonesia, the intended message conveyed is not accomplished. The facts show that the advertisements are expressed in simple,contextual, and familiar language to the targeted audience. This condition concernsmany people. One of the reasons for the advertisements expressed in such a way isbecause applying the SPOK rule and effective sentences will result in long and unattractive wording. In every advertisement, a catcher – such as sound, picture, and verbal language — has to be used so that the potential consumers will be directly connected to the product being advertised by listening to, looking at, and reading the catcher. Thestudy shows that those catchers are categorized as locution, illocution, and  perlocution. Further, it was found that they belong to the direct and indirect illocutionhaving an assertive function.The wording in the advertisement should represent the intended meaningbecause some words could be interpreted differently by a certain cultural group of  people. Therefore, the choice of words should go well with their language norm.Key words: Advertisement, Language rules, catcher, people’s language norm
1. Pendahuluan
Setiap hari mulai dari bangun tidurhingga kembali untuk tidur, kitasenantiasa melihat, mendengar, danmembaca iklan. Ketika membaca koran,mendengarkan radio, menonton televisi,berjalan-jalan di pusat perbe-lanjaan, dipasar, selalu ada iklan. Iklan selaluhidup dan berada kapan saja dan dimana saja dalam kehidupan kita.Keberadaan iklan dimulai diInggris tahun 1472, melalui kemun-culan iklan cetak berupa buku baru doagereja yang ditempelkan di gerbang.Surat kabar pertama yang terbit diLondon tahun 1650 mulai menggu-nakan iklan terselubung karena iklanbelum ditata secara profesional. DiAmerika, surat kabar pertama yangmemasang iklan pada terbitannya adalah
*
Mahasiswa program doktor PascasarjanaUniversitas
 
Padjadjaran.
*
Dosen KK Ilmu
 
Kemanusiaan FSRD ITB.
Jurnal Sosioteknologi Edisi 15 Tahun 7, Desember 2008 
 
495
 
Diksi Dalam Wacana Iklan Berbahasa Indonesia. Suatu Kajian Sosiopragmatik 
 
 Boston Newsletter 
1704. Iklan dirancangsebagai
headline
yang memenuhihalaman depan surat kabar yang terbitsecara berkala. Benyamin Franklinadalah orang pertama yang memperkayainformasi iklan dengan menambahilustrasi sehingga efek iklan semakinkuat (Darmawan, 2005: 103-114). DiIndonesia, pada masa perkembangannya,bentuk iklan ber-sandar pada bahasaverbal yang tertulis dan tercetak.Dalam tulisan yang tercetak, setiapkalimat adalah suatu pernyataan yangbisa diuji ulang, dicari relevansinyadengan kenyataan yang diacu dan diusutarah logikanya secara berulang-ulangguna menguji koheren-sinya. Akantetapi, bahasa yang dipergunakan dalamiklan di media massa dan elektronik seringkali tidak sesuai dengan kaidahbahasa yang baik dan benar, contohnyaiklan operator telepon seluler “pake esiagak butuh semua ini, tinggalin tariff GSM yang gak jelas, ribet, bikin pusing.Cobain perdana esia baru”, “SMS murahbangeeetss!!!”, “Gua banget dech”.HEPI, CDMA MURAH, PULSARUMAHAN!! Tak tertandingi untuk nelpon ke semua operator tanpa kecuali.Tarif Rp 1000 per hari untuk nelponberkali-kali ke sesame hepi tetap bisadinikmati. Untuk berlang-ganan, ketik:REG<spasi>BES SMS ke 2772 Pulsaakan dipotong Rp 5000 untuk dipakaiselama 5 hari. Untuk nelpon hematinterlokal hepi, ketik: 01068 Kode AreaNomor Tujuan Contoh 01068 02150100000 Tariff di atas sudah termasuk PPn Buruan pake hepi. Hepikhaaan…pulsa rumahan! Hepi Pastilebih untung. Penggunaan bahasa yangtidak efektif menyebabkan pesan yangingin disampaikan pada konsumen tidak tepat sasaran. Akan tetapi, iklanmemerlukan tampilan yang dikemasdengan bahasa membumi, kontekstual,dan ‘gaul’. Kondisi ini yang menye-babkan ada keprihatinan pada banyak kalangan. Ada yang berpendapat bahwabahasa iklan tidak mesti sesuai dengankaidah bahasa Indonesia yang baik danbenar, tetapi belum ada kriteriabagaimana sebaiknya bahasa iklantersebut. Bila membuat iklan denganmemperhatikan kaidah bahasamenggunakan pola SPOK, mengguna-kan kalimat efektif, kata-kata yangdigunakan akan sangat panjang dankurang menarik.Berdasarkan paparan di atas,timbul pertanyaan, bagaimana bentuk pilihan kata dalam wacana iklanberbahasa Indonesia? Makna acuan apasaja yang terdapat dalam pilihan katawacana iklan berbahasa Indonesia?Secara ringkas, tulisan ini akan mema-parkan pilihan kata yang digunakandalam bahasa iklan. Diharapkan melaluipenelaahan lebih lanjut dapat ditentukanpola pilihan kata dalam wacana iklanberbahasa Indonesia seperti apa yangdapat menarik perhatian konsumen yangdiungkapkan dalam bentuk yang singkat,diketahui makna acuan apa saja yangterkandung dalam wacana iklanberbahasa Indonesi. Tulisan ini adalankajian singkat terhadap iklan berbahasaIndonesia.Penulis mengambil data darimedia cetak dan audiovisual. Datamedia tulis, penulis ambil dari suratkabar, spanduk, baliho, papan reklame,sedangkan data dari media elektronik penulis ambil dari iklan televisi (melaluiperekaman audio maupun visual). Datadipilih secara acak sesuai dengan trendmasyarakat. Data dan analisisnya masihsangat sederhana sehingga temuannya
Jurnal Sosioteknologi Edisi 15 Tahun 7, Desember 2008 
 
496
 
Diksi Dalam Wacana Iklan Berbahasa Indonesia. Suatu Kajian Sosiopragmatik 
 pun boleh jadi baru bersifat hipotetis.Kajian lebih lanjut dengan data yanglebih memadai, dengan kedalamananalisis yang lebih baik tentu akan dapatmenjelaskan temuan dalam tulisan ini.Pengembangan laras bahasa iklanmenjadi daya tarik untuk tujuanekonomi dalam ranah advertising. Selainitu, diharapkan melalui pene-laahanyang mendalam eksistensi bahasa iklanmemberikan informasi yang positif yangdapat mengubah pola pikir, sikap, danperilaku yang dapat menyadarkanmasyarakat untuk dapat memilah manayang diperlukan sehing-ga tidak berperilaku konsumtif. Dengan kata lain,melalui pilihan kata yang tepatdiharapkan iklan dapat memberipembelajaran yang positif pada berbagaikalangan masyarakat Indonesia untuk malu melakukan sesuatu perbuatan,pekerjaan, kebi-asaan, dan tingkah lakuyang kurang baik. Melalui sindiran,ejekan yang bersifat sarkasme dansinisme mampu mengungkapkan kondisisosial, budaya, politik, dan lain-lain.
2. Bahasa Iklan
Bahasa dalam iklan dituntutmampu menggugah, menarik, meng-identifikasi, menggalang kebersamaan,dan mengombinasinasikan pesan dengankomparatif kepada khalayak (Stan Rapp& Tom Collins, 1995:152). Struktur katadalam iklan menggugah: mencermatikebutuhan konsumen, memberikansolusi, dan memberikan perhatian;informatif : kata-katanya harus jelas,bersahabat, komunikatif; persuasif:rangkaian kalimatnya mem-buatkonsumen nyaman, senang, danmenghibur. Contohnya pada iklan rokok A-Mild dalam seri “Tanya kenapa”.Iklan tersebut dipasang di sepanjang jalan tol. Iklan tersebut bertuliskan“terhambat di jalan bebas hambatan”dengan visual yang dilatari olehkemacetan mobil. Oleh karena itu, iklantersebut dipasang di sepanjang jalan toldi Jakarta. Dapat dipastikan target
audience
adalah pengguna jalan toltersebut. Namun, apa kaitan kata-kata itudengan rokok A-Mild?Seperti kita ketahui bahwa iklan-iklan seri tersebut selalu berisi kritik sosial. Dalam konteks ini, iklan rokok A-Mild mengusung
brand 
rokok yangcerdas dan kritis terhadap kondisimasyarakat. Iklan A-mild ini unik sekaligus menghibur. Kerapkali kitamenemukan pesan, misalnya saat bulanRamadan “ngobrol jangan cumasetahun”. Menjelang Idul Fitri “karenamaaf jadi gampang, jadi gampang bikinsalah ( ) gampang maafin ( )gampang bikin salah” Sebagian orangakan mengernyitkan dahi pada waktumembaca atau mendengar iklan tersebut.Perlu pemikiran yang cukup cermat danagak lama. Untuk sebagian orang lagi,iklan ini memberikan makna yangsangat dalam bahwa masyarakat haruspeka terhadap hal-hal yang tidak lugas.Contoh lain iklan A-mild yangmengandung pesan implisit “Jalan pintasdianggap pantas”, “Gali lubang TutupLupa”, “Kalo banyak celah kenapa harusnyerah”, “Terus terang, Terang Ga bisaTerus-terusan”, “Mau pintar, ko mahal”,“Susah ngeliat orang seneng, senengngeliat orang susah”, semua kalimattersebut selalu diakhiri kalimat “Tanyakenapa?”.Bahasa yang dipakai dalam iklanharus mengarahkan
target audience
untuk membeli, meng-gunakan, atau
Jurnal Sosioteknologi Edisi 15 Tahun 7, Desember 2008 
 
497

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Bayu Asif liked this
Lucy Mega Amri liked this
Afis Fais liked this
Adek Dhani liked this
Asep Ardianto liked this
Noerr Nyaik liked this
mustafa1977 liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->