Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
12Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
tugas bindo andini

tugas bindo andini

Ratings: (0)|Views: 5,164|Likes:

More info:

Published by: Andini Rahma Dwieputra on Jan 09, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/17/2013

pdf

text

original

 
C. Pancasila Sebagai Ideologi Bangsa IndonesiaSejak negeri ini diproklamasikan sebagai negara merdeka, telah sepakat menjadikanPancasila sebagai dasar negara dan pedoman hidup berbangsa dan bernegara.Konsekuensinya, Pancasila harus terus hidup dalam kehidupam masyarakat, lebihoptimal sebagai kekuatan pemersatu bangsa. Pancasila harus menjadi perekat perbedaankultur yang terbangun dalam masyarakat plural. Menjadi ideologi bersama oleh semuakelompok masyarakat, bisa juga dimaknai sebagai identitas nasional yang bisa menjadimedia dalam menjembatani perbedaan yang muncul.Sayangnya, eksistensi Pancasila sebagai ideologi negara tidak difungsikan secaramaksimal, Pancasila tidak lagi mewarnai setiap aktivitas yang berlangsung di tengahmasyarakat. Pancasila bahkan tidak lagi ramai dipelajari oleh generasi muda. Pengaruhkekuasaan orde baru yang menjadikan Pancasila sekedar sebagai ”simbol, ” dan upayamemperkuat kekuasaannya. Hanya mampu menghasilkan generasi cerdas penghafal nilai-nilai Pancasila dan para penatar ahli. Selain tidak mampu mengamalkannya, justrumereka sendiri yang mencedrainya.Tidak jauh beda dengan perilaku pemerintahan era reformasi. Pancasila dibiarkantenggelam dari kehidupan masyarakat. Bukan hanya jauh dari wacana publik, Pancasiladianggap sebagai simbol orde baru semakin dilupakan oleh penguasa termasuk elit politik kita. Eforia demokrasi yang tidak terkendali juga semakin mengaburkan nilai-nilaiPancasila.Realitas tersebut tentu sangat kontraproduktif dengan upaya penguatan Pancasila sebagaidasar negara. Lebih khusus lagi bagi upaya menjaga lestarinya NKRI di bumi persada.Kehadiran Pancasila tidak sekedar sebagai ideologi atau patron setiap warga negara,landasan bersama (common platform) atau sering juga disebut ‘kalimatun sawa’.Pancasila merupakan ”national identity” yang berperan mewadahi berbagai peredaanmaupun konflik yang seringkali muncul dalam sub budaya nasional.Indonesia dan Pancasila adalah realitas historis dari hasil perjuangan rakyat yangmelepaskan diri dari penjajahan dan penindasan, untuk hidup sebagai bangsa yang lebih bermartabat dan lebih sejahtera. Pancasila sebagai ideologi bangsa mempunyai maknafungsional sebagai penopang solidaritas nasional dan sekaligus sebagai sumber inspirasi pembangunan untuk mewujudkan keadilan sosial yang merata bagi seluruh rakyatIndonesia.Komitmen kita pada eksistensi Pancasila sebagai dasar Negara sudah final. Simbol pemersatu dan identitas nasional yang bisa diterima berbagai kalangan harus terus di jaga. Mengharuskan tidak ada pilihan lain, kecuali Pancasila mesti terus di suarakan,memulihkan nama baiknya. Dengan membumikan susbstansi dan nilai yangdikandungnya. Sebagai konsep dan nilai-nilai normatif, tentu jauh dari kekeliruan.Menghidupkan kembali wacana publik tentang Pancasila harus didasari suatu fakta riilakan pentingnya identitas nasionalDemokrasi yang sedang kita jalankan, harus diarahkan untuk menjaga dan melindungikeberlangsungan NKRI. Demokrasi harus sesuai dengan kultur bangsa, tidak perlu berkiblat kepada Amerika Serikat, Eropa dan negara demokrasi lainnya. Demokrasi dinegeri ini tetap berdasarkan ideologi negara Pancasila, yang sangat menghargaikebersamaan, perbedaan dan nilai-nilai gotong royong yang selama menjadi ke-khasan
 
 budaya bangsa. Demokrasi yang dilaksanakan sebisa mungkin menghargai kearifan lokaldan kultur masyarakat yang sudah mengakar dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat,selama itu bermanfaat buat pembangunan bangsa dan kesejahteraan masyarakat.
(PKN KELAS XII SMT 1)
 Standar Kompetensi :1.
 
Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka. 
Kompetensi Dasar :
1.1. Mendeskripsikan Pancasila sebagai ideologi terbuka.1.2. Menganalisis Pancasila sebagai sumber nilai dan paradigma pembangunan.1.3. Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideologi terbuka. 
A.
 
PENDAHULUAN
Pemahaman mendalam terhadap latar belakang historis, dan konseptual tentang Pancasiladan Undang-Undang Dasar 1945 bagi setiap warga negara, merupakan suatu bentuk kewajiban sebelum kita dapat melaksanakan nilai-nilainya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kewajiban tersebut merupakan konsekuensiformal dan konsekuensi logis dalam kedudukan kita sebagai warga negara. Karenakedudukan Pancasila sebagai Dasar Negara (Filsafat Negara), maka setiap warga negarawajib loyal (setia) kepada dasar negaranya.Perjalanan hidup suatu bangsa sangat tergantung pada efektivitas penyelenggaraan negara. Pancasila sebagai dasar negara merupakan dasar dalammengatur penyelenggaraan negara disegala bidang, baik bidang ideologi, politik,ekonomi, sosial-budaya dan hankam. Era global menuntut kesiapan segenapkomponen bangsa untuk mengambil peranan sehingga dampak negatif yangkemungkinan muncul, dapat segera diantisipasi.Kesetiaan, nasionalisme (cinta tanah air) dan patriotisme (kerelaan berkorban) warganegara kepada bangsa dan negaranya dapat diukur dalam bentuk kesetiaan (loyalitas)
 
mereka terhadap filsafat negaranya yang secara formal diwujudkan dalam bentuk Peraturan perundang-undangan (Undang-Undang Dasar 1945, Ketetapan MPR, Undang-Undang, dan Peraturan Perundangan lainnya). Kesetiaan warga negara tersebut akannampak dalam sikap dan tindakan, yakni menghayati, mengamalkan dan mangamankan.Kesetiaan ini akan semakin mantap jika mengakui dan meyakini kebenaran, kebaikan dankeunggulan Pancasila sepanjang masa.Pancasila dalam kedudukannya sebagai Ideologi negara, diharapkan mampu menjadifilter dalam menyerap pengaruh perubahan jaman di era globalisasi ini. Keterbukaanideologi Pancasila terutama ditujukan dalam penerapannya yang berbentuk pola pikir yang dinamis dan konseptual. Suatu ideologi negara, merupakan hasil refleksi manusia berkat kemampuanya mengadakan
distansi
(menjaga jarak) terhadap duniakehidupannya. Antara keduanya, yaitu ideologi dan kenyataan hidup masyarakat terjadihubungan dialektis, sehingga berlangsung pengaruh timbal balik yang terwujud dalaminteraksi yang disatu pihak memacu ideologi makin realistis dan dilain pihak mendorongmasyarakat makin mendekati bentuk yang ideal. Ideologi mencerminkan cara berfikir masyarakat, namun juga membentuk masyarakat menuju cita-cita.
B.
 
PANCASILA SEBAGAI IDEOLOGI TERBUKA
 
1.
 
Pancasila Kesepakatan Bangsa Indonesia
Sebelum pembahasan lebih lanjut tentang Pancasila sebagai idelogi terbuka,terlebih dahulu yang harus kita pahami adalah bahwa “Pancasila telah menjadikesepakatan bangsa Indonesia” sejak berdirinya Negara (Proklamasi) KesatuanRepublik Indonesia tahun 1945. Dengan demikian, siapapun yang menjadi warganegara Indonesia hendaknya menghargai dan menghormati kesepakatan yang telahdibangun oleh para pendiri negara (
 founding fathers
) tersebut dengan berupaya terusuntuk menggali, menghayati dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari baik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Pancasila yang sila-silanya diamanatkan dalam Pembukaan Undang-UndangDasar 1945, telah menjadi kesepakatan nasional sejak ditetapkan tanggal 18 Agustus1945, dan akan terus berlanjut sepanjang sejarah Negara Republik Indonesia.Kesepakatan tersebut merupakan perjanjian luhur atau kontrak sosial bangsa yangmengikat warga negaranya untuk dipatuhi dan dilaksanakan dengan semestinya.

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Fera Setiaselalu liked this
Ewing Chelsea liked this
r7a-99 liked this
Gigih Fauzan liked this
risdyah liked this
jawwadhumam liked this
aizhD liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->