/  35
 
BAB IIGURU DAN TUNTUTAN KOMPETENSI PROFESI
Kemerosotan pendidikan bukan diakibatkan oleh kurikulumtetapi oleh kurangnya kemampuan profesionalisme gurumenggunakan kurikulum tersebut dalam kegiatan belajar mengajardan keengganan siswa belajar sungguh-sungguh karena berbagaialasan salah satu alasannya pendekatan guru dalam memberikanpelajaran cenderung tidak menarik. Tentu saja ada guru yang betul-betul menguasai materi pelajaran dan menggunakan pendekatan yangmenarik dan komunikatif, tetapi jumlah mereka tidak banyak.Kemampuan dan kualitas guru melaksanakan tugas sebagai pendidikselalu disebut menjadi guru yang profesional atau tidak profesional.Profesionalisme menekankan kepada penguasaan ilmu pengetahuankhususnya materi pelajaran yang menjadi tanggungjawabnya,kemudian kemampuan manajemen pembelajaran beserta strategipenerapannya.Profesionalisme bukan sekadar pengetahuan teknologi danmanajemen tetapi harus didukung sikap responsif mampumenyelesaikan masalah-masalah pembelajaran. Pengembanganprofesionalisme guru tentu harus lebih baik dan ideal dibandingseorang teknisi. Guru bukan hanya memiliki keterampilan yang tinggidalam hal pengajaran tetapi memiliki suatu tingkah laku pedagogikyang dipersyaratkan. GURU akan diposisikan sebagai suatu profesi,harkat dan martabatnya sebagaimana halnya akuntan, dokter danpengacara. Tujuan dijadikannya guru sebagai suatu profesi adalahsebagai bagian dari peningkatan kualitas sumberdaya manusia pada jalur pendidikan.Kebijakan merubah kedudukan guru hanya sekedar sebagaipegawai menjadi seorang yang diakui menjadi pemangku jabatan
31
 
profesional diharapkan bakal mengangkat harkat dan wibawa gurumenjadi guru yang sejati. Peningkatan kualitas guru dengan lebih dulumemperbaiki kualifikasinya berpendidikan S1 atau DIV merupakanlangkah-langkah strategis meningkatkan status guru menjadipemangku jabatan profesional. Secara konkret, program yang akandilaksanakan untuk mengukuhkan status profesional berbentuksertifikasi guru. Mereka yang direkrut menjadi guru dan yang sudahmenjadi guru secara perlahan harus memenuhi proses sertifikasihingga akhirnya layak untuk diberi sertifikat profesi, berhakmemangku jabatan profesi guru dan memiliki kemampuan sebagaiguru khususnya pada pendidikan dasar dan menengah.
Kompetensi Guru
Apakah yang dimaksud dengan kompetensi itu? Badan StandarNasional Pendidikan (BSNP) mengembangkan standar kompetensi gurudan dosen, karena badan inilah yang memiliki kewenangan untukmengembangkan standar kompetensi guru dan dosen yang hasilnyaditetapkan dengan Peraturan Menteri. Namun demikian dapatdicermati pendapat Johnson (1974) yang mengatakan kompetensimerupakan perilaku rasional guna mencapai tujuan yangdipersyaratkan sesuai dengan kondisi yang diharapkan (Sanjaya,2006:17). Menurut UU No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan DosenPasal 1, Ayat 10, disebutkan
Kompetensi adalah seperangkat  pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati,dan dikuasai oleh guru atau dosen dalam melaksanakan tugaskeprofesionalan”.
Kompetensi merupakan peleburan dari pengetahuan(daya pikir), sikap (daya kalbu), dan keterampilan (daya pisik) yangdiwujudkan dalam bentuk perbuatan.Usman (2004) membedakan kompetensi guru menjadi dua,yaitu kompetensi pribadi dan kompetensi profesional. Kemampuan
32
 
pribadi meliputi (1) kemampuan mengembangkan kepribadian, (2)kemampuan berinteraksi dan berkomunikasi, (3) kemampuanmelaksanakan bimbingan dan penyuluhan. Sedangkan kompetensiprofesional meliputi: (1) penguasaan terhadap landasan kependidikan,dalam kompetensi ini termasuk (a) memahami tujuan pendidikan, (b)mengetahui fungsi sekilah di masyarakat, (c) mengenal rinsip-prinsippsikologi pendidikan; (2) menguasai bahan pengajaran, artinya guruharus memahami dengan baik materi pelajaran yang ajarkan.Penguasaan terhadap materi pokok yang ada pada kurikulum maupunbahan pengayaan; (3) kemampuan menyusun program pengajaran,mencakup kemampuan menetapkan kopetensi belajar,mengembangkan bahan pelajaran dan mengembangkan strategipembelajaran; dan (4) kemampuan menyusun perangkat penilaianhasil belajar dan proses pembelajaran. Kompetensi guru, menurutSanjaya (2006:17) bukan hanya kompetensi pribadi dan kompetensiprofesional, tetapi terdapat sejumlah kompetensi yang dimiliki olehseorang guru meliputi kompetensi pribadi, profesional, dan sosialkemasyarakatan. Sedangkan menurut, PP No. 19 Tahun 2005 Pasal 28,Ayat 3 dan UU No. 14 Tahun 2005 Pasal 10, Ayat 1, menyatakan
”Kompetensi pendidik sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dinimeliputi: (a) kompetensi pedagogik, (b) kompetensi kepribadian, (c)kompetensi profesional, dan (d) kompetensi sosial.
 Pengkategorian keempat kompetensi tersebut menurutSelamet, PH (2006) telah mengundang kritik dari publik karenakeempatnya belum menampakkan sosok utuh kompetensi guru yangprofesional, lebih-lebih istilah kompetensi profesional. Guru profesionalbukanlah hanya untuk satu kompetensi saja yaitu kompetensiprofesional, tetapi guru profesional semestinya meliputi semuakompetensi. Terlepas setuju atau tidak setuju terhadap ke empat
33

Share & Embed

More from this user

Add a Comment

Characters: ...