Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword or section
Like this
216Activity
P. 1
Pengaruh Kesejahteraan Guru Terhadap Prestasi Kerja

Pengaruh Kesejahteraan Guru Terhadap Prestasi Kerja

Ratings: (0)|Views: 13,424 |Likes:
Published by Harry D. Fauzi

More info:

Published by: Harry D. Fauzi on Jan 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/21/2013

pdf

text

original

 
Harry D. Fauziharrydfauzi@gmail.com1
BAB IPENDAHULUAN
A.
 
Latar Belakang Masalah
Secara hakiki sejahtera tidak dapat diukur, sejahtera berarti terpenuhisemua kebutuhan lahir maupun batin, sandang, pangan dan papan. Dahulunyaorang sudah dapat makan pagi dan malam dan rumah serta pakaian seadanyasudah boleh dikatakan sejahtera. Lain hal dengan sekarang, ukuran sejahterasudah berubah polanya. Tidak hanya cukup sandang, pangan dan papan, akantetapi lebih dari itu.Semua orang perlu kesejahteraan, demikian pula guru yang keseharian bergumul dan bertungkuslumus terikat dengan waktu dan tempat. Sebutanmulia yang sudah tersandang dipundak masing-masing sebagai pahlawan tanpatanda jasa. Mereka bekerja keras tanpa membedakan antara si kaya dansimiskin, lelaki atau perempuan, anak pejabat atau tidak, yang jelas semua anak dididik dan dibinanya agar menjadi anak yang cerdas, berkualitas dan bertanggungjawab. Dengan tanggungjawab moral yang dipercayakan negarakepada mereka sesuai dengan amanah Pembukaan Undang–undang Dasar 1945 bahwa guru bertanggungjawab untuk ikut mencerdaskan kehidupan bangsa.Tanpa mereka tentulah kita-kita yang ada didunia ini, tidak ada apa-apanya, mereka telah memberikan sesuatu pusaka
 yang tidak lekang oleh
 
Harry D. Fauziharrydfauzi@gmail.com2
 panas dan tidak lapuk oleh hujan
, apa itu tidak lain adalah
ilmu pengetahuan.
 Pejabat, pegawai negeri maupun swasta, para pengusaha yang ada sekarang initanpa keberadaan mereka dan tanpa tangan-tangan halus mereka dankeramahtamahan serta keikhlasan mereka mendidik, mengajar dan melatihtentu tidak akan seperti sekarang. Karena jasa dan pengabdian merekalah kita berada dalam kondisi sekarang ini.Apa yang sudah mereka berikan kepada kita, dari sesuatu yang serba buta dan tidak tahu sama sekali, kemudian mereka didik, mereka ajar, merekalatih, sehingga menjadi anak cerdas dan pintar. Dari mula tidak tahu hurup danangka, sampai bisa dan mampu membaca dan berhitung, dari mulai tidak  pandai mengelap lelehan ingus di pipi sampai mampu menjadi anak yangmandiri, dari yang tidak mampu mencebok (membersihkan) berak di celanakebetulan di sekolah, sampai kepada anak mandiri, semua itu tidak terlepasdari peran guru di sekolah. Sungguh besar jasa-jasamu guru, tidal terbalasrasanya apa sudah engkau berikan kepada kami, engkaulah orang tua keduakami, yang tanpa perjuangan dan cita-citamu tentulah kami tidak berdaya.Kini guru menuntut kesejahteraan, sesuatu yang wajar dan adil, karenaapa? Kesejahteraan guru menjadi jantungnya pelayanan pendidikan, karenadengan sistem insentif yang wajar dan berkeadilan dapat diharapkan suatukomitmen guru untuk memberikan pelayan optimal dan terbaik bagimasyarakat. Apa lagi guru-guru kita yang mengajar nun jauh di sana, di pedesaan dengan lokasi terpencil. Karena sebahagian besar guru-guru
 
Harry D. Fauziharrydfauzi@gmail.com3medngabdian diri di pedesaan, itulah sebabnya sebagian guru tidak lama bertahan untuk bekerja di pedesaan karena tidak mendapatkan insentif yangmemadai, sehingga dengan rasa terpaksa mereka meninggalkan tugas pengabdian yang disandangnya, walaupun dihati sanubarinya merupakan pekerjaan salah, namun apa boleh buat, itu terpaksa dilakukan.Tuntutan hidup pada kondisi kini menyebabkan para guru harus bekerjakeras untuk melakukan sesuatu yang bersifat halal, sesuatu yang harusdilakukan untuk dapat mengatas kebutuhan hidup anak dan keluarganya.Sehingga tidak aneh rasanya ada guru yang berprofesi ganda, pada pagimenjelang siang hari berkumpul ditengah-tengah anak didiknya, bersendagurau dan bercengkerama bersama rekan guru. Tetapi bila waktu tugas wajib berakhir, maka terlihat sang guru bercengkerama bersama para tukang ojek,kuli bangunan, pedagang pasar, dan profesinya lainnya. Hal ini membuktikan bahwa guru masih memerlukan biaya tambahan untuk dapat memenuhikebutuhan keluargnya.Demikian pula kita melihat guru, sejak pagi hari sudah berangkat kesekolah, kemudian pada sore harinya bahkan menjelang larut malam baru pulang ke rumah. Kemanakah mereka, jika ditelusuri dan diamati secaraseksama, banyak di antaranya sesudah melaksanakan jam wajib di sekolah dimana mereka di tempatkan, maka sang guru bergegas menuju sekolah laindengan tugas yang sama, yakni menambah income keluarga, demikianseterusnya sesuah menjelang magrib, sang guru bergegas pula berangkat ke

Activity (216)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Edwin Rockabilly liked this
Nanda Setiawan liked this
Aura Net liked this
Yayat Ayat liked this
Adhitia Agustian liked this
Youkie Mars liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->