Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
21Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Naskah Drama - Kisah Cinta Hari Rabu

Naskah Drama - Kisah Cinta Hari Rabu

Ratings: (0)|Views: 4,123 |Likes:
Published by puji_asc

More info:

Published by: puji_asc on Jan 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/26/2012

pdf

text

original

 
Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta (c) retype 2005 
1
P :
Saudara-saudara serta hadirin sekalian yang terhormat ini tahun 2010, Ya,tahun 2010
½
, jadi kira-kira 50 tahun jaraknya dari tahun dimana tuan-tuanhidup. Ya, cukup lama juga. Dan selama 50 tahun yang terakhir ini sudahbanyak sekali kemajuan yang di dapat oleh umat manusia.Politik maju, ekonomi maju, musik maju dan seni sastra tentu saja jugamengalami kemajuan. Pokoknya segala kegiatan kebudayaan mengalamikemajuan- kemajuan yang pesat sekali, terutama ilmu eksakta. Kalausegala-galanya mengalami kemajuan,kenapa pula cinta tidak mengalamikemajuan?Oho, tentu saja mengalami kemajuan juga yang amat pesat sekali. Cinta,lama kelamaan berkembang menjadi semacam ilmu yang pelik dan rumit.Suatu lapangan keilmuan yang menarik meskipun agak ruwet. Tentu sajayang saya maksudkan adalah cinta antara dua orang manusia, dan bukancinta antara dua ekor anjing misalnya. Anjing, seperti juga binatang-binatang lainnya, sama sekali tak mengalami kemajuan dalam bercinta,masih dengan yang itu-itu juga.Saya tak begitu tahu cara bagaimana orang-orang Majapahit dahulubercinta, tapi yang jelas tuan-tuan dan nona-nona serta nyonya-nyonyasekalian tahu bagaimana cara nenek-nenek dan kakek-kakek tuan dulubercinta. Tuan tentu merasa lucu dan geli kalau melihat mereka dulu salingmencari kutu atau saling kerikan. Dan ... ... ...Dan sebaliknya, saya pun merasa lucu kalau melihat tuan-tuan bercinta.Bayangkan: Tuan-tuan yang di sana sejak sore tadi sudah berdandansebab sudah berjanji akan menjemput pacarnya nonton sandiwara. Dankemudian keduanya berangkat bersama, mereka dengan sengaja lewattempat-tempat yang gelap untuk bisa berbisik-bisik dan berpegangantangan, atau kalau perlu ... ... ... Heeeem.Dan kalau sudah sampai di gedung sandiwara, lantas mulai cubit-cubitan.Yaaaa, agak lucu juga rasanya.Tapi apa yang bakal tuan tonton ini lain sama sekali. Akibat kemajuan yangdicapai oleh manusia, semuanya berubah. Ingat tuan, saya hidup dalamtahun 2010, 50 tahun jaraknya dari jaman tuan-tuan sekalian.
G :
Hai ngung, apa yang sedang kau kerjakan? (BERDIRI)
P :
Oooohh, tidak apa-apa nona. Cuma omong-omong sendiri.
G :
Omong-omong sendiri bagaimana? Sudahlah jangan suka ngomong sendirilagi, Ngung.
P :
Tentu saja saya tak suka nona, cuma terpaksa. Hai, kenapa nona tidakpergi kantor hari ini?
G :
Nah, kau lupa lagi. Sudah berapa bulan kau jadi pembantuku masih sajabelum hapal. Ini hari apa coba?
P :
Hari ... ... Rabu, nona.
 
Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta (c) retype 2005 
2
G :
Itulah! Tiap hari Rabu aku akan harus di rumah. Hari Rabu adalah haribicaraku, sebab menurut astrologi, hari Rabu sangat cocok bagiku. Akuterima tamu sampai sore, ingat?
P :
Sejak tadi sudah saya tanyakan dalam hati, kenapa sih nona sibuk benar didepan kaca. Saya lupa kalau hari ini, hari Rabu, dan nona sedangmenunggu kalau-kalau ada tamu rupanya.
G :
Maklumlah Ngung, aku makin hari makin tua, dan aku butuh seorangsuami. Padahal aku hanya sempat di rumah pada hari Rabu saja. Hari-harilain aku terpaksa sibuk di luar.
P :
Saya tahu, nona.
G :
Dan saya jadi sedih Ngung, sudah berpuluh-puluh hari Rabu ini tak adaseorang tamupun yang datang.
P :
Itukah sebabnya nona jadi sedih dan kawatir saja tiap-tiap hari? Suamimemang sukar didapat, nona. Jaman serba sulit sekarang. Tapi kenapapula begitu tergesa-gesa buat menerima seorang yang akan melamarnona? Nona kan belum terlalu tua.
G :
Seorang gadis, umur selalu rahasia. Yang kau boleh tahu adalah bahwaaku telah memasukkan namaku ke dalam lebih dari sepuluh biroperkawinan, lengkap dengan foto-foto dengan pose serta riwayat hidupku.Tapi rupanya tak ada yang memperhatikan.
P :
Cuma belum saja, nona. Tunggu saja tanggal mainnya. Saya rasa untukorang yang macam nona, banyak laki-laki yang mau melirikkan matanya.Nona cukup cantik. Oho, ini bukan main-main, nona.
G :
Jangan mencoba merayu Ngung.
P :
Ah, tidak.
G :
Sudahlah Ngung, sudahlah. Kenyataan memang selalu menyakitkan hati.Celakanya orang harus selalu berhadapan langsung dengan kenyataan,terus-menerus.
P :
Sssssst. Saya seperti mendengar suara sepatu di luar, nona. Ada tamubarangkali.
 G :
Aku juga mendengarnya. Benar, ada tamu hari ini, hari Rabu yang mujur.
P :
Betul nona, itu dia, tamu nona.
G :
Pergilah ke dalam,Ngung. Biar aku layani tamu itu sendiri.
P :
Ya, nona. Tenang-tenang saja, nona! (PERGIKELUAR)
 
Naskah Koleksi Studio Teater PPPG Kesenian Yogyakarta (c) retype 2005 
3
G :
Ya Allah, Ya Tuhan. Semoga orang itu mencari saya, dan ... dan ...melamar saya. Ya Tuhan, sudah saya muat nama-nama saya di suratkabar untuk mencari jodoh, dan semoga inilah hari Rabu yang berbahagia.Ya Tuhan, berkatilah hambaMu ini.
T :
(DARI LUAR) Spada.
G :
(BISIK-BISIK) Ya Tuhan! (KERAS-KERAS) Yaaaa ... masuk!
T :
(MUNCUL) Selamat pagi, nona!(SEPERTI ACUH TAK ACUH, TERUS DUDUK) Apa kabar nona?
G :
(KESAMPING) Ganteng benar orang ini. Semoga dia melamar saya.
T :
Ou, nona sudah melamun ya, selamat pagi nona!
G :
Ah, selamat pagi tuan. Tentunya ada perlu penting, dengan saya. Pagi-pagisudah datang kemari.
T :
Memang nona. Tapi nona duduklah dulu, saya mau bicara penting padanona. (MENYULUT ROKOK)
G :
(KE SAMPING) Tentu mau melamar, dia! Aduh, ganteng benar.
T :
Apakah ini rumah nona sendiri?
G :
Ya.
T :
Bagus juga! Dan bersih, meskipun musim banyak hujan, masih tetapbersih. Tentunya nona suka memelihara rumah.
G :
Ah, tidak. Saya punya bujang.
T :
Bujang??? O ya, bukan barang baru lagi sekarang bagi seorang gadisuntuk hidup dengan bujangnya. Eeeemm, nona pernah bermimpi?
G :
Pernah, tentu saja. Kenapa sih??!!!
T :
Maksud saya mimpi digigit ular, nona.
G :
Tepat malam tadi, tuan. Tapi kenapa tuan sepertinya tahu? Saya memangbermimpi seperti digigit ular pada jari kaki saya.
T :
Menurut orang-orang tua dahulu ... ... Ah, tapi tak usah sajalah nona.(KESAMPING) Rupa-rupanya memang tugasku berhasil. Begini nona ...
G :
Ya. (KESAMPING) Ya Tuhan, semoga ia melamar saya!
T :
Apakah betul nona yang bernama ... Retno Asiani Endang Sri Supraptini?

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->