Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
32Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Mengapa Pembangunan Hukum Di Indonesia Menghadapi Berbagai

Mengapa Pembangunan Hukum Di Indonesia Menghadapi Berbagai

Ratings: (0)|Views: 4,950|Likes:
Published by IndRa_NGecha_P_985

More info:

Published by: IndRa_NGecha_P_985 on Jan 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/18/2012

pdf

text

original

 
1.MENGAPA PEMBANGUNAN HUKUM DI INDONESIA MENGHADAPIBERBAGAI KENDALA DALAM MEWUJUDKAN TATANAN HUKUM SEBAGAI SUPREMASI DALAM MEMECAHKAN PERSOALAN BANGSA DAN NEGARA ?
Dalam banyak buku tentang Ilmu Hukum, pembahasan mengenai tujuanhukum sering dipisahkan dari pembahasan tentang fungsi hukum. Halseperti ini menurut Achmad Ali (1990:95) kurang tepat, sebabbagaimanapun pertalian antara tujuan hukum dengan fungsi hukum adalahsuatu pertalian yang sangat erat. Yang pertama
tama yang perludiketahui, tentu saja adalah tujuan hukum, sebab hanya telahditetapkannya apa yang menjadi tujuan dari hukum itu, kita dapatmenentukan pula fungsi yang harus dijalankan hukum agar dapatmencapai tujuannya.Apakah yang merupakan tujuan hukum ?. Jawaban atas pertanyaanini sama sulitnya dengan jawaban terhadap pertanyaan
pertanyaan lainyang menyangkut hakikat hukum, seperti apakah hukum itu, apakah ilmuhukum itu ?. Berbagai pakar di bidang hukum maupun bidang ilmu sosiallainnya, mengemukakan pandangannya masing
masing tentang tujuanhukum, sesuai dengan titik tolak serta sudut pandang mereka,diantaranya (R.Soeroso, 1996: 56
57);
Wirjono Prodjodikoro 
, dalam bukunya “Perbuatan Melanggar Hukum”mengemukakan bahwa tujuan hukum adalah mengadakan keselamatan,kebahagiaan dan tata tertib dalam masyarakat.
Subekti
, dalam bukunya Dasar
dasar Hukum dan Pengadilanmengemukakan bahwa hukum itu mengabdi pada tujuan negara yang intinyaialah mendatangkan kemakmuran dan kebahagiaan rakyatnya, dengan caramenyelenggarakan “keadilan” dan “ketertiban”.
 
 Apeldoorn 
. dalam bukunya Inleiden tot de studie van hetNederlandse recht” menyatakan bahwa tujuan hukum adalah mengatur tatatertib dalam masyarakat secara damai dan adil.
 Aristoteles
, dalam bukunya “Rhetorica”, mencetuskan teorinyabahwa, tujuan hukummenghendaki semata
mata dan isi dari pada hukum ditentukan olehkesadaran etis mengenai apa yang dikatakan adil dan apa yang tidakadil.
Jeremy Bentham 
, dalam bukunya “Introduction to the morals andlegislation” mengatakan bahwa hukum bertujuan semata
mata apa yangberfaedah bagi orang.
Van Kan 
.
berpendapat bahwa hukum bertujuan menjaga kepentingantiap
tiap manusia supaya kepentingan
kepentingan itu tidak dapatdiganggu. Rusli Effendy (1991:79) mengemukakan bahwa tujuan hukumdapat dapat dikaji melalui tiga sudut pandang, yaitu :1. Dari sudut pandang ilmu hukum normatif, tujuan hukum dititikberatkan pada segi kepastian hukum.2.Dari sudut pandang filsafat hukum, maka tujuan hukumdititikberatkan pada segi keadilan.3.Dari sudut pandang sosiologi hukum, maka tujuan hukumdititikberatkan pada segi kemanfaatan.
 
Adapun tujuan hukum pada umumnya atau tujuan hukum secarauniversal, dapat dilihat dari tiga aliran konvensional :
1.
 Aliran Etis
Aliran ini menganggap bahwa pada asasnya tujuan hukum adalahsemata mata untuk mencapai keadilan. Hukum ditentukan oleh keyakinanyang etis tentang adil dan yang tidak adil, dengan perkataan lainhukum menurut aliran ini bertujuan untuk merealisir atau mewujudkankeadilan. Pendukung aliran ini antara lain, Aristoteles, Gery Mil,Ehrliek, Wartle. Salah satu pendukung aliran ini adalah Geny.Sedangkan penetang aliran ini pun cukup banyak, antara lain pakarhukum Sudikno Mertokusumo: “Kalau dikatakan bahwa hukum itu bertujuanmewujudkan keadilan, itu berarti bahwa hukum itu identik atau tumbuhdengan keadilan, hukum tidaklah identik dengan keadilan. Dengandemikian berarti teori etis itu berat sebelah” (Achmad Ali, 1996:86).Tegasnya keadilan atau apa yang dipandang sebagai adil sifatnyasangat relatif, abstrak dan subyektif. Ukuran adil bagi tiap
tiaporang bisa berbeda beda. Olehnya itu tepat apa yang pernahdiungkapkan oleh N.E. Algra bahwa : Apakah sesuatu itu adil(
rechtvaardig 
), lebih banyak tergantung pada
Rechtmatig heid 
(kesesuaian dengan hukum) pandangan pribadi seseorang penilai.Kiranya lebih baik tidak mengatakan “itu adil”, tetapi itu mengatakanhal ini saya anggap adil memandang sesuatu itu adil, terutamamerupakan sesuatu pendapat mengenai nilai secara pribadi. Achmad Ali(1990:97).
2.
 Aliran Utilistis
Menurut aliran ini mengaggap bahwa pada asasnya tujuan hukumadalah sematamata untuk menciptakan kemanfaatan atau kebahagiaan yangsebsar
besarnya bagi manusia dalam jumlah yang sebanyak
banyaknya.Jadi pada hakekatnya menurut aliran ini, tujuan hukum adalah manfaatdalam mengahasilkan kesenangan atau kebahagiaan yang terbesar bagi

Activity (32)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Via Fitria liked this
Miftah Ryfez liked this
Engel Sayori liked this
Yudi Kristiana liked this
Beyby Jhuu liked this
Agung Yuriandi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->