KATA PENGANTAR
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
Rawan pangan dan gizi masih menjadi salah satu masalah besar bangsa ini. Masalah giziberawal dari ketidakmampuan rumah tangga mengakses pangan, baik karena masalahketersediaan di tingkat lokal, kemiskinan, pendidikan dan pengetahuan akan pangan dan gizi,serta perilaku masyarakat. Kekurangan gizi mikro seperti vitamin A, zat besi dan yodiummenambah besar permasalahan gizi di Indonesia. Dengan demikian masalah pangan dan gizimerupakan permasalahan berbagai sektor dan menjadi tanggung jawab bersama pemerintah danmasyarakat. Oleh karena itu, kebijakan dan langkah-langkah penanggulangannya juga harusdirumuskan dan dilaksanakan bersama.Undang-Undang No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka PanjangNasional tahun 2005-2025 menegaskan bahwa “Pembangunan dan perbaikan gizi dilaksanakansecara lintas sektor meliputi produksi, pengolahan, distribusi, hingga konsumsi pangan dengankandungan gizi yang cukup, seimbang, serta terjamin keamanannya”. Penyusunan Rencana AksiPangan dan Gizi ini, yang disusun ke dalam empat pilar pembangunan pangan dan gizi yaitu :akses terhadap pangan yang didukung oleh ketersediaan dan daya beli; keamanan pangan; statusgizi; dan pola hidup sehat, sebagai penjabaran pembangunan pangan dan gizi secarakomprehensif.Rencana Aksi ini disusun sebagai panduan dan arahan dalam pelaksanaan pembangunanpangan dan gizi di tingkat pusat, provinsi dan kabupaten/kota, baik bagi institusi dan aparatur pemerintah, masyarakat dan pelaku lain yang bergerak dalam perbaikan pangan dan gizi diIndonesia. Sebagai tindak lanjut, dokumen ini perlu diterjemahkan ke dalam rencana aksi pangandan gizi di setiap wilayah. Agar langkah-langkah yang telah dirumuskan ini tidak menjadi sebuahdokumen saja, maka rumusan rencana aksi pangan dan gizi perlu diterjemahkan ke dalamlangkah-langkah nyata dalam pembangunan pangan dan gizi di setiap propinsi dan kabupaten/kota.Selanjutnya perlu dilakukan koordinasi, monitoring dan evaluasi secara periodik agar pelaksanaanrencana aksi dapat betul-betul diterapkan dan mencapai tujuan serta dapat membawa kemajuan-kemajuan yang dicapai.Untuk itu, marilah kita manfaatkan Rencana Aksi Pangan dan Gizi 2006-2010 ini untukbersama-sama mengatasi masalah gizi di Indonesia agar kita dapat membangun generasi yangsehat, cerdas, dan mandiri.Akhir kata ucapan terima kasih disampaikan kepada wakil-wakil dari DepartemenKesehatan, Departemen Pertanian, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Departemen PendidikanNasional, pakar dari Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia dan Universitas Hasanudin,asosiasi profesi Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) dan Persatuan Gizi dan Pangan Indonesiaserta berbagai lembaga swadaya masyarakat yang telah memberikan pemikiran dan kerja kerasnyadalam penyusunan dokumen ini.Jakarta, Juni 2007Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
H. Paskah Suzeta
i