Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
82Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pandangan Masyarakat Tentang Sex Bebas Candera

Pandangan Masyarakat Tentang Sex Bebas Candera

Ratings: (0)|Views: 7,888 |Likes:
Published by CANDERA

More info:

Published by: CANDERA on Jan 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/17/2013

pdf

text

original

 
BAB IIKAJIAN TEORITIS
Beberapa saat yang lalu, salah satu media lokal menurunkansebuah berita tentang hasil penelitian yang cukup mengagetkan, yaitupenelitian tentang perilaku seks bebas di antara generasi muda. Penelitiantersebut mengungkap perilaku seks bebas generasi yang menamakandirinya anak baru gede alias ABG. Data penelitian tersebut menunjukkanbahwa ternyata di kalangan remaja bangsa Indonesia, bangsa yang ber-Ketuhanan yang Maha Esa, 50 persen dari 474 remaja yang dijadikansample penelitian, ternyata mengaku telah melakukan hubungan sekstanpa nikah.Yang lebih mengagetkan lagi karena ternyata 40 persen di antara merekamelakukan hubungan seks tersebut pertama kali justru dilakukan di rumahsendiri. Banyak komentar dan pertanyaan muncul seiring denganterungkapnya fenomena sosial yang telah menjadi realitas sangatmemprihatinkan. Ya, itulah kenyataan hidup yang harus diterima.Dari sekian banyak pertanyaan seputar masalah perilaku remajayang dinilai menyimpang tersebut, ada dua pertanyaan mendasar yangperlu segera dijawab, yaitu apa penyebab perilaku seks bebas tersebut,dan bagaimana cara mengatasinya? Dua hal yang tidak bisa dibiarkanmenggantung, melainkan harus didapatkan jawaban sekaligus solusi atasfenomena yang tidak sepantasnya dibiarkan.
2.2 PENYEBAB PERILAKU SEKS BEBAS
Menurut beberapa penelitian, cukup banyak faktor penyebabremaja melakukan perilaku seks bebas. Salah satu di antaranya adalahakibat atau pengaruh mengonsumsi berbagai tontonan. Apa yang ABG
3
 
tonton, berkorelasi secara positif dan signifikan dalam membentukperilaku mereka, terutama tayangan film dan sinetron, baik film yangditonton di layar kaca maupun film yang ditonton di layar lebar.Hal kedua yang menjadi penyebab seks bebas di kalangan remajaadalah faktor lingkungan, baik lingkungan keluarga maupun lingkunganpergaulan. Lingkungan keluarga yang dimaksud adalah cukup tidaknyapendidikan agama yang diberikan orangtua terhadap anaknya. Cukuptidaknya kasih sayang dan perhatian yang diperoleh sang anak darikeluarganya. Cukup tidaknya keteladanan yang diterima sang anak dariorangtuanya, dan lain sebagainya yang menjadi hak anak dariorangtuanya. Jika tidak, maka anak akan mencari tempat pelarian di jalan- jalan serta di tempat-tempat yang tidak mendidik mereka. Anak akandibesarkan di lingkungan yang tidak sehat bagi pertumbuhan jiwanya.Anak akan tumbuh di lingkungan pergaulan bebas.Dalam lingkungan pergaulan remaja ABG, ada istilah yangkesannya lebih mengarah kepada hal negatif ketimbang hal yang positif,yaitu istilah “Anak Gaul”. Istilah ini menjadi sebuah ikon bagi dunia remajamasa kini yang ditandai dengan nongkrong di kafe, mondar-mandir di mal,memahami istilah bokul, gaya fun, berpakaian serba sempit dan ketatkemudian memamerkan lekuk tubuh, dan mempertontonkan bagiantubuhnya yang seksi.Sebaliknya mereka yang tidak mengetahui dan tidak tertarikdengan hal yang disebutkan tadi, akan dinilai sebagai remaja yang tidakgaul dan kampungan. Akibatnya, remaja anak gaul inilah yang biasanyamenjadi korban dari pergaulan bebas, di antaranya terjebak dalamperilaku seks bebas.Melihat fenomena ini, apa yang harus kita lakukan dalam upayamenyelamatkan generasi muda? Ada beberapa solusi, di antaranya,
4
 
 pertama
, membuat regulasi yang dapat melindungi anak-anak daritontonan yang tidak mendidik. Perlu dibuat aturan perfilman yangmemihak kepada pembinaan moral bangsa. Oleh karena itu RancanganUndang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP) harus segeradisahkan.
Kedua
, orangtua sebagai penanggung jawab utama terhadapkemuliaan perilaku anak, harus menciptakan lingkungan keluarga yangharmonis dalam keluarganya. Kondisi rumah tangga harus dibenahisedemikian rupa supaya anak betah dan kerasan di rumah.Berikut petunjuk-petunjuk praktis yang diberikan StanleyCoopersmith (peneliti pendidikan anak), kepada orangtua dalam mendidikdan membina anak.
Pertama
, kembangkan komunikasi dengan anak yang bersifatsuportif. Komunikasi ini ditandai lima kualitas; openness, empathy,supportiveness, positivenes, dan equality.
Kedua
, tunjukkanlah penghargaan secara terbuka. Hindari kritik.Jika terpaksa, kritik itu harus disampaikan tanpa mempermalukan anakdan harus ditunjang dengan argumentasi yang masuk akal.
Ketiga
, latihlah anak-anak untuk mengekspresikan dirinya.Orangtua harus membiasakan diri bernegosiasi dengan anak-anaknyatentang ekspektasi perilaku dari kedua belah pihak. Keempat, ketahuilahbahwa walaupun saran-saran di sini berkenaan dengan pengembanganharga diri, semuanya mempunyai kaitan erat dengan pengembanganintelektual. Proses belajar biasa efektif dalam lingkungan yangmengembangkan harga diri. Intinya, hanya apabila harga diri anak-anakdihargai, potensi intelektual dan kemandirian mereka dapatdikembangkan.
5

Activity (82)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Andre Widiatmoko liked this
Vhie Ghana Part II added this note
adek do bukak pail ko y...ko da foto dx
Laili Nur Apipah liked this
Anty Manies liked this
Dira Monteiro liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->