Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
145Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab VI. Pemupukan

Bab VI. Pemupukan

Ratings: (0)|Views: 7,879 |Likes:
Published by gita91

More info:

Published by: gita91 on Jan 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/07/2013

pdf

text

original

 
BAB VIPEMUPUKAN
Dalam pertemuan ini mahasiswa akan mempelajari mengenai skope pemupukan tanaman dengan unsur-unsurnya yang terdiri atas : jenis-jenis pupuk,cara aplikasi pupuk dan penghitungan dosis pemupukan.Pada akhir pertemuan ini mahasiswa diharapkan dapat :
1.
Menjelaskan peranan pemupukan terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman budidaya.2.Menghitung keperluan pupuk pada luas tanah tertentu untuk berbagai jenistanaman budidaya.3.memilih jenis pupuk yang paling tepat untuk setiap jenis tanah yang berbeda.
VI. 1. Pemupukan
Ada tiga hal yang harus dipahami dalam pemupukan tanaman budidayayaitu: (1) Tanah; (2) Tanaman; dan (3) Pupuk. Ketiganya saling berkaitan danmenunjang untuk menghasilkan tanaman yang benar-benar subur dan produktif.
VI.1.1 Tanah
Tanah mempunyai arti penting bagi tanaman. Dalam mendukung kehidupantanaman, tanah memiliki fungsi sebagai berikut:
>
Memberikan unsur hara dan sebagai media perakaran.
>
Menyediakan air dan sebagai tempat penampungan ( reservoar ) air.
>
Menyediakan udara untuk respirasi akar.
VI - 1
PENDAHULUANPENYAJIAN
 
>
Sebagai tempat bertumpunya tanaman.Tanah yang dikehendaki tanaman adalah tanah yang subur. Tanah yangsubur adalah tanah yang mampu untuk menyediakan unsur hara yang cocok,dalam jumlah yang cukup serta dalam keseimbangan yang tepat dan lingkunganyang sesuai untuk pertumbuhan suatu spesies tanaman.Tanah yang subur memiliki sifat fisik kimia dan biologi yang baik untuk  pertumbuhan tanaman. Sifat tersebut antara lain:
>
Struktur TanahStruktur tanah memang ada bermacam-macam. Akan tetapi, yangdikehendaki ialah struktur tanah yang remah. Keuntungan struktur tanah demikianialah udara dan air tanah berjalan lancar, temperaturnya stabil. Keadaan tersebutsangat memacu pertumbuhan jasad renik tanah yang memegang peranan pentingdalam proses pelapukan bahan organik di dalam tanah. Oleh karena itu, untuk memperbaiki strutur tanah ini dianjurkan untuk diberi pupuk organik (pupuk kandang, kompos, atau pupuk hijau ).Salah satu contoh tanah yang berstruktur jelek adalah tanah liat. Tanah initersusun atas partikel-partikel yang cukup kecil. Sangat kecil kalau dibandingkandengan tanah pasir. Partikel tanah liat kurang lebih sama dengan seperseratus kali partikel tanah pasir. Kehalusannya membuat tanah liat cenderung menggumpal,terlebih pada musim hujan, dan amat rakus menghisap air. Jeleknya lagi, tanah liatakan menahan air dengan ketat sehingga keadaannya menjadi lembab dan udara pun berputar cukup lambat. Bila nantinya kering, tanah liat akan menggumpalseperti batu dan sifatnya pun kian kedap terhadap udara. Itu sebabnya kerap kalidijumpai tanah liat banyak dimanfaatkan sebagai bahan pembuat keramik dan batu bata. Tentunya tanaman kalau ditanam pada tanah tersebut, kehidupannyaakan menderita karena akarnya tak mampu menembus lapisan tanah padat.Ada pula tanah yang struktur terlalu porous, seperti tanah pasir. Pada tanahtersebut tanaman juga tidak akan tumbuh subur. Pasalnya, sifat porous tanahtersebut sangat mudah merembeskan air yang mengangkut zat-zat makananhingga jauh ke dalam tanah. Akibatnya, zat-zat makanan yang dibutuhkantanaman tersebut tidak bisa terjangkau oleh akar.
VI - 2
 
Lalu, mengapa tanaman yang ditanam bukan di tanah pasir dan tanah liatmasih saja tumbuh kerempeng seperti kurang makan? Kasus serupa ini memang paling banyak terjadi dan sering dikeluhkan petani. Ini ada hubungannya dengankesuburan tanah yang meliputi: kandungan hara, derajat keasaman (pH), pengolahan tanah, dan segi perawatan lain.
>
 pH Tanah.Ada 3 alasan pH tanah sangat penting untuk diketahui:a.Menentukan mudah tidaknya unsur-unsur hara diserap oleh tanaman.Umumnya unsur hara yang diserap oleh akar pada pH 6-7, karena pada pHtersebut sebagian besar unsur hara mudah larut dalam air. b.Derajat keasaman atau pH tanah juga menunjukkan keberadaan unsur-unsur yang bersifat racun bagi tanaman. Pada tanah masam. Banyak ditemukan unsur aluminiun yang selain bersifat racun juga mengikat phosphor, sehingga tidak dapat diserap oleh tanaman. Pada tanah masam unsur-unsur mikro menjadimudah larut sehingga ditemukan unsur mikro, seperti Fe, Zn, Mn, Cu dalam jumlah yang terlalu besar. Akibatnya juga menjadi racun bagi tanaman. Padatanah alkali, ditemukan juga unsur yang dapat meracuni tanaman, yaitu natrium(Na) dan molibdenum (Mo).c.Derajat keasaman atau pH tanah sangat mempengaruhi perkembanganmikroorganisme di dalam tanah. Pada pH 5,5-7 bakteri dan jamur pengurai bahan organik dapat berkembang dengan baik.Dapat disimpulkan, secara umum pH yang ideal bagi pertumbuhantanaman adalah mendekati netral (6,5-7). Namun, kenyataannya setiap jenistanaman memiliki kesesuaian pH yang berbeda-beda seperti yang tertera.Tindakan pemupukan tidak akan efektif apabila pH tanah diluar batasoptimum. Pupuk yang telah ditebarkan tidak akan mampu diserap tanaman dalam jumlah yang diharapkan. Karenanya, pH tanah sangat penting diketahui jikaefisiensi pemupukan ingin dicapai. Pemilihan jenis pupuk tanpamempertimbangkan pH tanah juga dapat memperburuk pH tanah.Derajat keasaman (pH) tanah yang sangat rendah dapat ditingkatkandengan menebarkan kapur pertanian, sedangkan pH tanah yang terlalu tinggi
VI - 3

Activity (145)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Anilia Dolphinz liked this
A-kwai Aji liked this
Novea A. N. Jell liked this
zayyanL liked this
zayyanL liked this
Anggita Permata liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->