Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
35Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Populasi Dan Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir Serta Strategi

Populasi Dan Sosial Ekonomi Masyarakat Pesisir Serta Strategi

Ratings: (0)|Views: 6,243|Likes:
Published by saridevi
tugas bismillah...
tugas bismillah...

More info:

Published by: saridevi on Jan 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/25/2013

pdf

text

original

 
Pendahuluan
Dari judul makalah ini, terdapat tiga kata kunci yang patut dicermatiyaitu (1) aspekpopulasi dan sosial ekonomi, (2) strategi pemberdayaan masyarakat, dan (3)pengelolaan pesisirsecara terpadu. Kaitan atau hubungan antara ketiga kata kunci ini telahdiungkapkan pada judulmakalah ini. Dapat dilihat bahwa aspek sosial ekonomi masyarakat pesisirserta upaya-upayapemberdayaan mereka merupakan variabel penting dalam mengembangkanpengelolaan sumberdaya pesisir secara terpadu. Bagaimana wujud dan esensihubungan antara variabel iniakan diuraikan pada makalah ini. Namun terlebih dahulu akan diuraikanmengenai aspek-aspeksosial ekonomi dan strategi pemberdayaan masyarakat pesisir. Pada bagianakhir makalah ini,diajukan beberapa contoh kegiatan pemberdayaan masyarakat pesisir sertaimplikasinya bagipengembangan pengelolaan wilayah pesisir secara terpadu.
Siapakah dan Apa Populasi Masyarakat Pesisir
Bagi kepentingan makalah ini, populasi masyarakat pesisir didefinisikansebagai kelompok orang yang tinggal di daerah pesisir dan sumber kehidupanperekonomiannya bergantung secara langsung pada pemanfaatansumberdaya laut dan pesisir. Definisi inipun bisa juga dikembangkan lebih jauh karena pada dasarnya banyak orang yanghidupnya bergantungpada sumberdaya laut. Mereka terdiri dari nelayan pemilik, buruh nelayan,pembudidaya ikan danorganisme laut lainnya, pedagang ikan, pengolah ikan, supplier faktor saranaproduksi perikanan.Dalam bidang non-perikanan, masyarakat pesisir bisa terdiri dari penjual jasapariwisata, penjual jasa transportasi, serta kelompok masyarakat lainnya yang memanfaatkansumberdaya non-hayati1
 
laut dan pesisir untuk menyokong kehidupannya.Namun untuk lebih operasional, definisi populasi masyarakat pesisiryang luas ini tidakseluruhnya diambil tetapi hanya difokuskan pada kelompok nelayan danpembudidaya ikan sertapedagang dan pengolah ikan. Kelompok ini secara langsung mengusahakandan memanfaatkansumberdaya ikan melalui kegiatan penangkapan dan budidaya. Kelompok inipula yang mendominasi pemukiman di wilayah pesisir di seluruh Indonesia, dipantai pulau-pulau besar dankecil. Sebagian masyarakat nelayan pesisir ini adalah pengusaha skala kecildan menengah. Namun lebih banyak dari mereka yang bersifat subsisten,menjalani usaha dan kegiatan ekonominya untuk menghidupi keluargasendiri, dengan skala yang begitu kecil sehingga hasilnya hanya cukup untukmemenuhi kebutuhan jangka waktu sangat pendek. Dari sisi skala usahaperikanan, kelompok masyarakat pesisir miskin diantaranya terdiri dari rumahtangga perikanan yang menangkap ikan tanpa menggunakan perahu,menggunakan perahu tanpa motor dan perahu bermotor tempel. Denganskala usaha ini, rumah tangga ini hanya mampu menangkap ikan di daerahdekat pantai. Dalam kasus tertentu, memang mereka dapat pergi jauh daripantai dengan cara bekerjasama sebagai mitra perusahaan besar. Namunusaha dengan hubungan kemitraan seperti tidak begitu banyak dan berartidibandingkan dengan jumlah rumah tangga yang begitu banyak.Kemiskinan yang merupakan indikator ketertinggalan masyarakatpesisir ini disebabkan paling tidak oleh tiga hal utama, yaitu:(1) kemiskinan struktural,(2) kemiskinan super-struktural,dan(3) kemiskinan kultural.Kemiskinan struktural adalah kemiskinan yang disebabkan karenapengaruh faktor atauvariabel eksternal di luar individu. Variabel-variabel tersebut adalah struktursosial ekonomi masyarakat, ketersediaan insentif atau disinsentipembangunan, ketersediaan fasilitas pembangunan, ketersediaan teknologi,dan ketersediaan sumberdaya pembangunan khususnya2
 
sumberdaya alam. Hubungan antara variabel-variabel ini dengan kemiskinanumumnya bersifatterbalik. Artinya semakin tinggi intensitas, volume dan kualitas variabel-variabel ini maka kemiskinan semakin berkurang. Khusus untuk variabelstruktur sosial ekonomi, hubungannyadengan kemiskinan lebih sulit ditentukan. Yang jelas bahwa keadaan sosialekonomi masyarakatyang terjadi di sekitar atau di lingkup nelayan menentukan kemiskinan dankesejahteraan mereka.Kemiskinan super-struktural adalah kemiskinan yang disebabkankarena variabelvariabelkebijakan makro yang tidak begitu kuat berpihak pada pembangunan nelayan.Variabel-variabelsuperstruktur tersebut diantaranya adanya kebijakan fiskal, kebijakanmoneter, ketersediaan hukum dan perundang-undangan, kebijakanpemerintahan yang diimplementasikan dalam proyek dan programpembangunan. Kemiskinan super-struktural ini sangat sulit diatasi bila sajatidak disertai keinginan dan kemauan secara tulus dari pemerintah untukmengatasinya. Kesulitan tersebut juga disebabkan karena kompetisi antarsektor, antar daerah, serta antar institusi yang membuat sehingga adanyaketimpangan dan kesenjangan pembangunan. Kemiskinan super-struktural inihanya bisa diatasi apabila pemerintah, baik tingkat pusat maupun daerah,memiliki komitmen khusus dalam bentuk tindakan-tindakan yang bias bagikepentingan masyarakat miskin. Dengan kata lain
affirmative actions
, perludilaksanakan oleh pemerintah pusat maupun daerah.Kemiskinan kultural adalah kemiskinan yang disebabkan karenavariabel-variabel yangmelekat, inheren, dan menjadi gaya hidup tertentu. Akibatnya sulit untukindividu bersangkutankeluar dari kemiskinan itu karena tidak disadari atau tidak diketahui olehindividu yang bersangkutan. Variabel-variabel penyebab kemiskinan kulturaladalah tingkat pendidikan, pengetahuan, adat, budaya, kepercayaan,kesetiaan pada pandangan-pandangan tertentu, sertaketaatan pada panutan. Kemiskinan secara struktural ini sulit untuk diatasi.Umumnya pengaruh3

Activity (35)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Uum Umiyati liked this
Ranger Red liked this
Nanang Santosa liked this
Abdul Ganiru liked this
Mobil Q Asolole liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->