Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
85Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Upaya Mencetak Penyidik Polri Yang Berkualitas

Upaya Mencetak Penyidik Polri Yang Berkualitas

Ratings:

4.67

(3)
|Views: 14,417|Likes:
Published by HANDIK ZUSEN
Paper yang membahas upaya konseptual dalam rangka mencetak Penyidik Polri yang berkualitas dengan berlandaskan pada realita kualitas penyidik Polri yang ada saat ini
Paper yang membahas upaya konseptual dalam rangka mencetak Penyidik Polri yang berkualitas dengan berlandaskan pada realita kualitas penyidik Polri yang ada saat ini

More info:

Published by: HANDIK ZUSEN on Jan 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/24/2013

pdf

text

original

 
UPAYA MENCETAK PENYIDIK YANG BERKUALITASPADA FUNGSI RESKRIM POLRI
I.PENDAHULUAN1.Latar Belakang
Berbagai upaya telah ditempuh Polri untuk mewujudkan citra positif di hadapan publik, termasuk upaya menyusun Renstra Polri 2005-2009yang tujuannya adalah membangun kepercayaan (
trust 
) dari masyarakatdengan menjadikan Polri sebagai organisasi yang peduli dan kredibel
1
.Seiring dengan berakhirnya tahun 2009 sebagai tahun terakhir penentuanpencapaian Renstra dimaksud, Polri akan melaksanakan tahapan“Membangun Polri sebagai Penegak Hukum terdepan didukungkomponen masyarakat dan aparat penegak hukum”
2
yang harus didukungdengan segala daya dan upaya oleh seluruh tingkat kesatuan mulai dariMabes Polri sampai dengan tingkat Polsek sebagai ujung tombakoperasional. Namun dengan adanya dugaan kriminalisasi serta rekayasaoleh Polri, khususnya dalam hal ini adalah penyidik Bareskrim Polri,dalam penanganan perkara penyalahgunaan wewenang dan/ataupemerasan yang diduga dilakukan oleh pimpinan KPK Bibit Samad Riantodan Chandra M Hamzah, seolah-olah satu perkara dimaksud telahmelunturkan bahkan telah menutup mata masyarakat atas berbagaiupaya Polri yang menuai keberhasilan pada bidang-bidang lainnya,seperti halnya pemberantasan terorisme yang juga diakui oleh duniainternasional terkait prestasi besar Polri dalam menumpas jaringan terorisJamaah Islamiyah di Indonesia.Belum lagi jika merujuk pada data kuantitatif yang ada, yaitu menurutcatatan Komisi Kepolisian Nasional
(Kompolnas)
, sepanjang tahun 2008,
1
Peraturan Kapolri No. Pol. : 9 tahun 2007 tanggal 26 April 2007 tentang Rencana Strategis Polri Tahun 2005-2009(Perubahan).
2
Surat Edaran Kapolri Nomor : SE / 1 / I / 2008 tanggal 18 Januari 2008 tentang Pedoman Perencanaan KapolriTahun 2009.
 
pengaduan masyarakat paling banyak berdasar satuan fungsi Polri jatuhpada fungsi Reskrim yaitu berjumlah 296 pengaduan. Dari lima hal yangdiawasi oleh Kompolnas selaku lembaga independen yang mengawasikinerja Polri, yaitu penyalahgunaan wewenang, diskriminasi, pelayananburuk, diskresi yang keliru dan korupsi, jumlah terbanyak pengaduanmasyarakat terhadap Polri tersebut terfokus pada dua hal, yaitu mengenaipenyalahgunaan wewenang dan pelayanan yang buruk
3
. Ditambah lagidata yang dimiliki oleh Ombudsman RI bahwa sepanjang tahun 2008,telah terjadi pengaduan masyarakat yang tidak puas terhadap kinerjaPolri yang mencapai prosentase sebanyak 30,73 % dari jumlahkeseluruhan 1.244 pengaduan masyarakat terhadap kinerja instansipemerintah
4
.Fenomena tersebut diatas perlu disikapi secara cepat dan tepat olehPolri sehingga terjadi kehilangan kepercayaan publik terhadap kinerjaPolri terutama dalam bidang penegakan hukum yang dalam hal ini Polrimerupakan pintu pertama dari sistem peradilan pidana yaitu mengembanfungsi penyelidikan dan penyidikan yang secara organisasional padatubuh Polri menjadi tugas pokok fungsi Reskrim. Namun kenyataannyahingga saat ini belum ada diantara upaya-upaya nyata yang telahditempuh Polri guna memperbaiki kinerja fungsi Reskrim
5
dapatmenjawab keluhan-keluhan masyarakat sebagaimana yang tercatat olehKompolnas maupun Ombudsman RI tersebut diatas.Oleh karena itu melalui paper berikut, penulis hendak membahastentang upaya-upaya dalam tataran praktis yang dapat ditempuh olehPolri secara organisasional untuk meningkatkan kualitas para penyidikpada fungsi Reskrim Polri, khususnya dalam upaya mencetak penyidik-penyidik Polri yang handal dan
ready for use
.
2.Permasalahan
3
4
5
Upaya-upaya dimaksud antara lain : penggunaan aplikasi Sistem Pengendalian Perkara -elektronik (SPP-e) melaluiwebsite http://www.bareskrim.go.id/, penyusunan Pedoman Pelaksanaan Quick Wins Bidang Transparansi Penyidikan sebagaimana tertuang pada Surat Perintah Kabareskrim Polri No. Pol. : Sprin/390A/RA/III/2009/Bareskrim, tanggal 31Maret 2009, dll.
2
 
Berdasarkan uraian tersebut diatas, maka permasalahan yanghendak dibahas dalam paper ini adalah ”Bagaimana upaya mencetakpenyidik yang berkualitas pada fungsi Reskrim Polri ?”
3.Persoalan-Persoalan
a.Bagaimana kondisi riil kualitas penyidik pada fungsi Reskrim Polrisaat ini ?b.Faktor-faktor apa yang mempengaruhi kualitas penyidik pada fungsiReskrim Polri ?c.Bagaimana upaya mencetak penyidik yang berkualitas pada fungsiReskrim Polri ?
II.PEMBAHASAN1.Kondisi riil kualitas penyidik pada fungsi Reskrim Polri
Pengalaman penulis yang telah berdinas di fungsi Reskrim selamakurang lebih empat tahun dari keseluruhan masa dinas di Polri selamalima tahun lima bulan sebelum melanjutkan ke Perguruan Tinggi IlmuKepolisian, setidaknya sedikit banyak dapat menggambarkan secaraglobal tentang kondisi riil kualitas penyidik pada fungsi Reskrim Polri.Kondisi dimaksud dapat ditinjau antara lain dari beberapa indikator sebagai berikut :a.Penyidik maupun penyidik pembantu pada fungsi Reskrim belumseluruhnya memiliki kompetensi di bidang penyelidikan dan penyidikan sehinggaseringkali proses penyelidikan dan penyidikan tidak berjalan sebagaimana yangseharusnya dengan hasil yang optimal. Sebagai contohnya antara lain yaitu dalampenentuan suatu perkara merupakan pidana atau bukan, penentuan tersangkamaupun penentuan pasal yang dipersangkakan kepada tersangka belum dapatdilaksanakan secara optimal oleh penyidik maupun penyidik pembantu akibat tidakdikuasainya metode analisa perkara yang baik, sehingga tidak jarangmengakibatkan konflik antara pelapor, tersangka beserta penasehat hukumnyadengan penyidik dan/atau penyidik pembantu ketika terjadi perbedaan pendapatantara pihak-pihak tersebut tentang kategori suatu perkara memenuhi unsur pidanaatau tidak, seseorang layak dijadikan tersangka atau tidak maupun pasal yangdipersangkakan terpenuhi unsur-unsur pidananya atau tidak. Disamping itu belumdikuasainya teknik maupun taktik penyelidikan dan penyidikan dengan baik oleh3

Activity (85)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Thomas Suryo liked this
Bad Police liked this
Thomas Suryo liked this
Krisna Vidya Mardiyono added this note|
mantap pak :)
Mulyanto Yanto added this note|
okle

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->