Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Evaluasi atas kontrak

Evaluasi atas kontrak

Ratings: (0)|Views: 1,504|Likes:
Published by burhanudin surya

More info:

Published by: burhanudin surya on Jan 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/28/2010

pdf

text

original

 
 Juli 16, 2009
 Posted by aisonhaji inManajemen Keuangan Daerah
 
Pada tanggal 16 Januari lalu (tahun 2009 maksudnya), para kepala SKPD/ Unit Kerja di lingkupPemerintah kota Surabaya menandatangani kontrak kinerja dengan Walikota. Isinya seru banget,yaitu janji mereka ke Walikota untuk melaksanakan kegiatan dengan output bla bla bla padaakhir tahun anggaran dan siap diberikan sanksi jika tidak dapat memenuhi sesuai target. Nah,karena sekarang bulan juni sudah lewat, berarti atas pelaksanaan semester pertama tahunanggaran 2009 akan segera dilakukan evaluasi apakah mereka para kepala SKPD/Unit Kerjasudah berhasil melaksanakan kegiatan sesuai target yang direncanakan selama semester I apatidak ?!Ternyata ketika para kepala SKPD/ Unit Kerja di-ingatkan
(reminding)
akan ada rapotan (kayak anak sekolahan saja he he he), tidak terduga grafik progress fisik pelaksanaan pekerjaan yangada di aplikasi eControlling langsung naik/ meningkat tajam. Ternyata berkembang rasa malu jika ntar nilai kinerja (Indeks Prestasi nih kalau jaman sekolah dulu) diumumkan “jeblok”didepan sesama kolega oleh Walikota disuatu forum. Ternyata juga ketika di-intip di kantor – kantor SKPD/ Unit Kerja semuanya pada lembur menyelesaikan administrasi penyerapankeuangan dan mengejar penyelesaian pekerjaan. Wah rupanya tujuan utama melakukan evaluasiatas kontrak kinerja untuk mengubah budaya kerja dari malas menjadi agak sedikit giat adahasilnya juga he he he.Sebagai bagian dari langkah reformasi birokrasi di Pemerintah Kota Surabaya, pilihan kebijakanmembuat manajemen kinerja secara terpadu ternyata
on the track 
. Bukti bahwa
mind set 
teman – teman birokrasi mulai bergeser kearah positif adalah banyaknya kepala SKPD/ Unit Kerja yang bertanya per telpon atau bertandang ke kantor untuk tahu lebih banyak mengenai parameter yang dipakai untuk menilai kinerja SKPD/Unit Kerja-nya ini . Untungnya sudah ada SuratEdaran Walikota sebagai dasar untuk jawab. Akhirnya saya dan teman – teman di kantor bisamemberikan jawaban standar sebagai berikut :1.Parameter utama atas kinerja SKPD/ Unit Kerja (bobot 90%) adalah keberhasilan merekadalam mewujudkan output yang diasumsikan bisa menimbulkan outcome sesuai harapan program yang ditetapkan oleh Badan Perencanaan. Karena pada tengah tahun belumsemua output dapat diwujudkan maka efektifitas dihitung dengan pendekatan kearah progress fisik pelaksanaan kegiatan.2.Parameter lainnya adalah efisiensi. Efisiensi dipandang strategis dijadikan salah satu parameter adalah dalam rangka menekan/ menghilangkan sikap salah kaprah birokrasiselama ini yang hanya menekan-kan bahwa yang penting bisa menghabiskan uang/anggaran untuk output yang dijanjikan. Diharapkan teman-teman birokrat tidak akan lagi bersikap boros. Parameter ini adalah sebagai penambah dengan bobot +10% terhadapnilai efektifitas yang sudah diperoleh.
3.
Parameter lain adalah konsistensi pelaksanaan terhadap perencanaan. Jika perencanaansering diubah – ubah pada saat pelaksanaan maka akan ada proses pengurangan nilaidengan bobot -10%. Diharapkan dengan adanya parameter ini setahap demi setahapteman – teman birokrat akan merubah budaya-nya dalam menyiapkan perencanaananggaran-nya menjadi lebih hati – hati dan tidak asal plotting.
 
Well, langkah – langkah yang saya ceritakan tersebut memang hanya upaya dari PemkotSurabaya untuk berusaha berubah menjadi lebih baik 
(me-reformasi diri)
. Bagaimana kira – kirahasilnya ? Kita lihat saja, yang penting sudah ada niat dan sudah dicoba dilaksanakan tho ?!,mudah-mudahan ada hasilnya.Salam.
 Desember 7, 2008
Memang sudah saat-nya kita di jajaran birokrasi bekerja dengan profesional dalam arti bahwadalam mengemban tugas – tugas yang diberikan kita senantiasa melaksanakannya berdasarkanetika, teknis keilmuan terkait pekerjaan yang dilaksanakan serta aturan yang berlaku, puntermasuk dalam melaksanakan proses pengadaan barang/jasa. Insya Allah kalau ketiga hal inikita pegang teguh, maka kekuatiran untuk salah langkah dalam menjalankan tugas atau bayangan bahwa kita akan terjebak pada situasi tuduhan melakukan korupsi bisa kita minimalkan.Oleh karena itu, beberapa pengertian – pengertian pokok atas ketiga hal tersebut perlu kita pahami, misalkan tentang kerugian negara yang menurut para ahli hukum merupakan salah satudari 3 hal yang jika terpenuhi bersama – sama akan bisa menjerat seseorang sebagai kategorikoruptor (artinya kalau hanya salah satu atau salah dua, ya mestinya tidak dapat dipakai untuk menuduh orang telah korupsi). Kita tidak ingin kan dikategorikan koruptor ? Shereeem bangetkalau sampai terjadi dan mudah – mudahan Yang Maha Kuasa senantiasa melindungi kita agar tidak sampai mengalami seperti itu.Baiklah, coba kita perhatikan ketiga hal tersebut. Menurut Kepala BPKP Perwakilan Jawa Timur yang saya kutip dari Koran Jawa Pos disebutkan bahwa Korupsi bisa dituduhkan ke seseorang jika :1. Ada Unsur Melawan Hukum;2. Terjadi Unsur Kerugian Negara; dan3. Terbukti Memperkaya Diri Sendiri atau Orang Lain/ Korporasi.Kita tidak akan membahas panjang lebar ketiga hal tersebut, karena itu kompetensi teman – teman di bidang hukum. Tetapi paling ndak untuk pengadaan barang/jasa dan pengelolaankeuangan daerah yang menjadi bagian dari tugas kita sehari – hari, saya rasa kita bersama – samasudah cukup kompeten untuk mendiskusikannya, paling ndak tentang Kerugian Negara.Saya kutip pada UU No 1 tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, pasal 1 nomor 22 yang berbunyi : ”Kerugian Negara/Daerah adalah kekurangan uang, surat berharga, dan barang, yangnyata dan pasti jumlahnya sebagai akibat perbuatan melawan hukum baik sengaja maupun lalai”.Ternyata kerugian negara tidak boleh ditafsirkan sendiri. Meskipun di UU Tipikor ada kalimatkerugian negara, maka definisi operasionalnya harus mengikuti UU yang khusus mengatur tentang keuangan negara.Jadi kerugian negara terjadi jika :1.Ada uang yang seharusnya diterima negara tapi tidak masuk ke kas negara;2.Terjadi situasi yang mana surat berharga (berarti bisa termasuk sertifikat hak atas tanahatau aset lain, jaminan bank seperti jaminan pelaksanaan proyek atau sejenisnya atau
 
mungkin bilyet deposito dan sejenisnya) yang menjadi hak negara dikuasai pihak lainsecara tidak sah atau ternyata tidak bisa di-uang-kan;3.Kekurangan barang yang seharusnya menjadi hak negara.Okey, kita mulai fokus ke pengadaan barang/jasa.Case pertama :Kapan bisa terjadi ”ada uang yang seharusnya diterima negara tapi tidak masuk ke kas negara”?Dalam pengadaan khususnya pelaksanaan kontrak, negara berhak memperoleh denda jika terjadiketerlambatan penyelesaian pekerjaan sesuai kontrak. Jika denda tersebut tidak masuk ke negaraya bisa dituduh korupsi tuh pejabat yang mempunyai kewenangan untuk nagih denda.Selanjutnya case kedua :Kapan terjadi situasi yang mana ”surat berharga yang menjadi hak negara dikuasai pihak lainsecara tidak sah atau ternyata tidak bisa di-uang-kan dalam konteks pengadaan barang/jasa” ?Menurut Keppres 80/2003, jika peserta lelang mengundurkan diri pada saat pelaksanaan pemilihan penyedia barang/jasa maka jaminan penawaran menjadi hak negara. Juga pada tahap pelaksanaan kontrak jika ada wan prestasi dan ada pemutusan kontrak maka jaminan pelaksanaan juga menjadi milik negara. Kutipan tepat-nya dari Keppres 80/2003 adalah sebagai berikut :”… klarifikasi kewajaran harga apabila harga penawaran dinilai terlalu rendah, … maka pesertalelang tersebut harus bersedia untuk menaikkan jaminan pelaksanaannya menjadi sekurang-kurangnya persentase jaminan pelaksanaan yang ditetapkan dalam dokumen pemilihan penyedia barang/jasa dikalikan 80% (delapan puluh persen) HPS, bilamana ditunjuk sebagai pemenanglelang. Dalam hal peserta lelang yang bersangkutan tidak bersedia menambah nilai jaminan pelaksanaannya, maka penawarannya dapat digugurkan dan jaminan penawarannya disita untuk negara ..”.Lalu ada lagi yang bisa saya kutip :” … Apabila yang bersangkutan mengundurkan diri dan masa penawarannya masih berlakumaka pengunduran diri tersebut hanya dapat dilakukan berdasarkan alasan yang dapat diterimasecara obyektif oleh pengguna barang/jasa, dengan ketentuan bahwa jaminan penawaran pesertalelang yang bersangkutan dicairkan dan disetorkan pada Kas Negara/Daerah.”Dan ada lagi :” … Terhadap penyedia barang/jasa yang ditetapkan sebagai pelaksana pekerjaan mengundurkandiri dengan alasan yang tidak dapat diterima dan masa penawarannya masih berlaku, disamping jaminan penawaran yang bersangkutan dicairkan dan disetorkan pada Kas Negara/Daerah.”Disamping itu di pasal 35 Keppres 80/2003 dinyatakan :”Pemutusan kontrak yang disebabkan oleh kelalaian penyedia barang/jasa dikenakan sanksisesuai yang ditetapkan dalam kontrak berupa :a. jaminan pelaksanaan menjadi milik negara; b. sisa uang muka harus dilunasi oleh penyedia barang/jasa;c. membayar denda dan ganti rugi kepada negara”Terakhir case ketiga :Kapan terjadi kekurangan barang yang seharusnya menjadi hak negara dalam konteks pengadaan? Menurut saya, jika dalam kontrak pengadaan sudah disepakati harga sekian rupiah akandibayarkan kepada penyedia barang/jasa dengan sekian output sudah di-deliver kepada pemelik  pekerjaan (misalkan 10 mesin jahit atau 1000 meter persegi jalan paving K-350), maka jikaoutput tersebut secara kuantitas tidak memenuhi ketentuan dalam kontrak dan pemilik pekerjaan(PPKm) tetap membayar penuh, dapat dipastikan negara dirugikan.

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
mochamad_iqbal liked this
erfansis liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->