Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
27Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Hubungan Hukum Pidana Dengan Ilmu Lain

Hubungan Hukum Pidana Dengan Ilmu Lain

Ratings: (0)|Views: 3,468 |Likes:
Published by Handika

More info:

Published by: Handika on Jan 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/16/2013

pdf

text

original

 
Hubungan Hukum Pidana dengan Ilmu Lain.
Hukum pidana adalah teori tentang aturan-aturan atau norma-norma hukumpidana. Dalam ruang lingkup sistem ajaran hukum pidana, yamg dinamakan disiplinhukum pidana sebenarnya mencakup ilmu hukum pidana, politik hukum pidana,dan filsafat hukum pidana. Ilmu hukum pidana mencakup beberapa cabang ilmu,ilmu hukum pidana merupakan mencakup ilmu-ilmu sosial dan budaya. Ilmu-ilmuhukum pidana tersebut mencakup ilmu tentang kaedah dan ilmu tentangpengertian yang keduanya disebut sebagai dogmatika hukum pidana serta ilmutentang kenyataan.
Politik hukum pidana
mencakup tindakkan memilih nilai-nilai dan menerapkannilai-nilai tersebut didalam kenyataan. Politik hukum pidana merupakan pemilihanterhadap nilai-nilai untuk mencegah terjadinya delikuensi dan kejahatan.
Filsafat hukum pidana
pada hakekatnya merenungkan nilai-nilai hukum pidana,berusaha merumuskan dan menyerasikan nilai-nilai yang berpasangan, tetapi yangmungkin bertentangan.Objek dalam dogmatik hukum pidana adalah hukum pidana positif, yang mencakupkaidah-kaidah dan sistem sanksi. Ilmu tersebut bertujuan untuk mengadakananalisis dan sistematisasi kaidah-kaidah hukum pidana untuk kepentinganpenerapan yang benar. Ilmu tersebut juga berusaha untuk menemukan asas-asashukum pidana yang menjadi dasar dari hukum pidana positif., yang kemudianmenjadi patokan bagi perumusan serta penyusunan secara sistematis.
Sosiologi hukum pidana
memusatkan perhatian pada sebab-sebab timbulnyaperaturan-peraturan pidana tertentu, serta efektifitasnya di dalam masyarakat.Oleh karena itu ruang lingkup sosiologi hukum pidana sebagai berikut.a. Proses mempengaruhi antara kaidah-kaidah hukum pidana dan wargamasyarakat;b. Efek dari proses kriminalisasi serta deskriminalisasi;c. Identifikasi terhadap mekanisme produk dari hukum pidana;d. Identifikasi terhadap kedudukkan serta peranan para penegak hukum;e. Efek dari peraturan-peraturan pidana terhadap kejahatan, terutama polaprilakunya.
Kriminologi
merupakan ilmu pengetahuan yang meneliti delikuensi dan kejahatan,sebagai suatu gejala sosial. Jadi, ruang lingkupnya adalah proses terjadinya hukumpidana, penyimpangan terhadap hukum atau pelanggarannya, dan reaksi terhadappelanggaran-pelanggaran tersebut. Kriminologi mencakup tiga bagian pokok yaitu:
 
a. Sosiologi hukum pidana yang meneliti dan menganalisis kondisi-kondisi tempathukum pidana berlaku;b. Etiologi kriminal yang meneliti serta mengadakan analisis terhadap sebab-sebabterjadinya kejahatan;c. Penologi yang ruang lingkupnya mencakup pengendalian terhadap kejahatan.Kriminologi merupakan teori tentang gejala hukum. Dari pengertian ini nampakadanya hubungan antara hukum pidana dengan kriminologi bahwa keduanya sama-sama bertemu dalam kejahatan, yaitu perbuatan/tingkah laku yang diancampidana.Adapun perbedaan hukum pidana dan kriminologi terletak pada objeknya. Objekhukum pidana menunjuk pada apa yang dipidana menurut norma-norma hukumpidana yang berlaku. Sedangkan objek kriminologi tertuju pada manusia yangmelanggar hukum pidana dan kepada lingkungan manusia-manusia tersebut.Dengan demikian, wajarlah bila batasan luas kedua objek ilmu itu tidak sama. Halini melahirkan kejahatan sebagai objek hukum pidana dan kejahatan sebagai objekkriminologi.Hukum pidana memperhatikan kejahatan sebagai pristiwa pidana yang dapatmengancam tata tertib masyarakat, serta kriminologi mempelajari kejahatansebagai suatu gejala sosial yang melibatkan individu sebagai manusia.Dengan demikian, hukum pidana melihat bahwa perbuatan melanggar ketentuanhukum pidana disebut sebagai kejahatan, sedangkan kriminologi melihat bahwaperbuatan bertentangan dengan hati nurani manusia disebut kejahatan. Titik tolak sudut pandang hukum pidana memiliki dua dimensi yaitu, unsurkesalahan dan unsur melawan hukum. Demikian pula kriminologi memiliki duadimensi, yaitu faktor motif (mental, psikologi, penyakit, herediter) dan faktor sosialyang memberikan kesempatan bergerak. Hukum pidana menekankan padapertanggungjawaban, sedangkan kriminologi menekankan pada accountabillityapakah perbuatan tersebut selayaknya diperhitungkanpada pelaku, juga cukupmembahayakan masyarakat. Dalam kriminologi, unsur kesalahan tidak relevan.Interaksi hukum pidana dan kriminoligi disebabkan hal-hal berikut:a. Perkembangan hukum pidana akhir-akhir ini menganut sistem yang memberikankedudukkan penting bagi kepribadian penjahat dan menghubungkan dengan sifatdan berat-ringannya (ukuran) pemidanaannya.b. Sejak dulu telah ada perlakuan khusus bagi kejahatan-kejahatan yang dilakukanorang-orang gila dan anak-anak yang menyangkut perspektif-perspektif danpengertian-pengertiannya. Kriminologi terwujud sedemikian rupa dalam hukumpidana sehingga Criminale science sekarang menghadapi problema-problema dan

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Devina Janice liked this
Iskha_Sygss_9481 liked this
Rio Iswantara liked this
Rudy Law liked this
Asep Gunawan liked this
Ine Ratna Dewi liked this
Indra Arif liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->