Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
13Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kritik Sanad

Kritik Sanad

Ratings: (0)|Views: 2,720|Likes:
Published by muhamadqbl
kritik rijal dan sanad hadist
kritik rijal dan sanad hadist

More info:

Published by: muhamadqbl on Jan 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/25/2012

pdf

text

original

 
Kritik Sanad-Matn dalam Ilmu Haditsdan Kritik Ektern dan Intern dalam Sejarah; Suatu Perbandingan
oleh: M. Mukhlis Fahruddin* 
Pendahuluan
Hadits Nabi merupakan sumber ajaran Islam, disamping al-Qur’an. Di lihat dari periwayatannya hadits berbeda dengan al-Qur’an. untuk al-Qur'an, semua periwayatanya berlangsung secara mutawatir, sedang untuk hadits, sebagian periwatannya berlangsungsecara mutawattir dan sebagian lagi berlangsung ahad. Hadits mengenal istilah shohih,hasan, bahkan ada mardud dan dhoif dan lainya yang hal itu berarti kita harusmenolak/memperlakukan berbeda hadis itu, sedangkan dalam al-Qur'an tidak mengenalhal itu kerena al-Qur'an dari segi periwayatannya adalah mutawatir yang tidak lagidiragukan isinya, tetapi dalam kaitan hadits kita harus cermat, siapa yang meriwayatkan, bagaimana isinya dan bagaimana kualitasnya, kualitasnya dari hadis ini juga akan berpengaruh pada pengambilan hadits dalam pijakan hukum Islam.Dari uraian diatas menyimpulkan al-Qur'an tidak lagi perlu dilakukan penelitian terhadapkeasliannya, karena sudah tidak ada keraguan terhadapnya. sedangkan hadits perlu sikapkritis untuk menyikapi kehadirannya dengan diadakan penelitian, dari penelitian ini akandiketahui bahwa hadits ini memang benar dari Nabi Muhammad dan bukan hadits yang palsu. Penelitian ini bukan meragukan keseluruhan hadis Nabi tetapi lebih kepada kehati-hatian kita dalam pengambilan dasan hukum dalam agama. Inilah bukti bahwa kita benar- benar ingin mengikuti Nabi Muhammad dan menjalankan Islam sepenuhnya.Dari pentingnya permasalahan ini maka muncullah berbagai macam kritik atas haditsdengan hadirnya metodologi kritik hadis atau metodologi penelitian hadits. Dalam ilmuhadits tradisi penelitian ini lebih difokuskan kepada unsur pokok hadis yaitu sanad, matandan rawi(1) . Dalam ilmu sejarah, penelitian matn atau nagdul matn dikenal denganistilah kritik intern, atau an-naqdud dakhili, atau an-naqdul-batini. Untuk penelitan sanadatau naqdus-sanad, istilah yang biasa dipakai dalam ilmu sejarah ialah kritik ekstern, atauan-naqdul-khariji, atau an-naqduz zahiri(2) .Pada tulisan ini penulis hanya memfokuskan pada tradisi kritik/penelitian hadis,urgensinya, dan kajian sejarah penelitian matn dan sanad hadis. Dari senilah selanjutnyakita mampu memilah dan memilih secara kritis mana hadis yang perlu diikuti dan manayang tidak, dari sinilah juga kita bisa menentukan kualitanya dari hadis tersebut.
Latar Belakang Pentingnya Penelitian Hadis
Dalam studi hadis persoalan sanad dan matn merupakan dua unsur yang penting yangmenentukan keberadaan dan kualitas suatu hadis. Kedua unsur itu begitu penting artinya,dan antara yang satu dengan yang lainya saling berkaitan erat, sehingga kekosongan salahsatunya akan berpegaruh, dan bahkan merusak eksistensi dan kualitas suatu hadis.Karenya suatu berita yang tidak memilki sanad tidak dapat disebut sebagai hadis;demikian sebaliknya matn, yang sangat memerlukan keberadaan sanad(3) .Ada beberapa faktor yang menjadikan penelitian hadis berkedudukan sangat penting.
 
Menurut Syuhudi Ismail faktor-faktor tersebut adalah:1) Hadis Nabi sebagai salah satu sumber ajaran Islam. Kita harus memberikan perhatianyang khusus karena hadis merupakan sumber dasar hukum Islam kedua setelah al-Qur'andan kita harus menyakininya.2) Tidaklah seluruh hadis tertulis pada zaman Nabi. Nabi pernah melarang sahabat untuk menulis hadis, tetapi dalam perjalannnya hadis ternyata dibutuhkan untuk di bukukan.3) Telah timbul berbagai masalah pemalsuan hadis. Kegiatan pemalsuan hadis ini mulaimuncul kira-kira pada masa pemerintahan khalifah ali bin Abi Thalib, demikaian pendapat sebagaian ulama hadis pada umumnya.4) Proses penghimpunan hadis yang memakan waktu yang lama. Karena proses yag panjang maka diperlukan openelitian hadis, sebagai upaya kewaspadaan dari adanyahadis yang tidak bisa dipertanggung jawabkan.5) Jumlah kitab hadis yang banyak dengan model penyusunan yang beragam. Bayaknyametode memunculkan kriteria yag berbeda mengenai hadis, terkadang kitab-kitab hadishanya mengumpulkan/menghimpunn hadis, maka hal ini perlu diteliti lebih lanjut.6) Telah terjadi periwayatan hadis secara makna, hal ini di khawatirkan adanyaketerputusan sumber informasinya(4) .Sungguh telah banyak problem yang menimpa otentikan hadis, mulai dari persoalanekternal, yakni aksi gugat mengugat yang datang dari kalangan non muslim (orientalis)maupun muslim sendiri, yang mempersolakan keberadaan hadits. Tokoh-tokoh yangmempersoalkan keberadaan hadis misalnya Ignas Goldziher dan Yosep Scahcht, duaorientalis ini sangat getol mengkritik hadis (meragukan otentisitasnya)(5) .Adapun persoalan yang mengemukakan dari sisi internal, adalah persoalan yang bersangkutan dari figur Nabi, sebagai figus sentral. Sebagai Nabi akhir zaman, otomatisajarn-ajaran beliau berlaku bagi keseluruhan umat, dari berbagi tempat, waktu sampai pada akhir zaman, sementara hadis itu sendiri turun pada kisaran kehidupan Nabi.Disamping itu tidak semua hadis mempuyai asbab al-wurud, yang menyebabkan hadis bersifat umum atau khusus. Dengan melihat kondisi yang melatar belakangi menculnyasuatu hadis, menjadikan sebuah hadis kadang difahami secara tekstual dan secarakontektual.Keberadaan Nabi dalam berbagai posisi dan fungsinya yang terkadang sebagai manusia biasa, sebagai pribadi, suami, sebagai utusan Allah, sebagai kepa;al-Qur'an negara,sebagai panglima perang, sebagai hakim dan lainya. Keberadan Rasulallah ini menjadiacuan bahwa untuk memahami hadis perlu dikaitkan dengan peran apa yang beliau‘mainkan’. Oleh karenaya penting sekali untuk mendudukan pemahaman hadis padatempatnya yang proposional, kapan dipahami secara tekstual, kontektual, universl,temporal, situasional maupun lokal(6) . Itulah pentingnya mengenal ilmu penelitianhadis, hal ini akan memudahlkan kita memahami hadis disamping itu kita juga bisamenilai kualitas hadis itu.
Definisi Kritik 
Kata kritik merupakan alih bahasa dari kata naqd atau dari kata tamyiz yang diartikan;
 
sebagai usaha menemukan kekeliruan dan kesalahan dalam rangka menemukankebenaran(7) , jadi kritik disini sebagai upaya mengkaji hadis Rasulallah saw. untuk menentukan hadis yang benar-benar datang dari Nabi Muhammad SAW.Pengertian kritik dengan mnggunakan kata naqd mengidentfikasikam bahwa kritik studiharus dapat membedakan yang baik dan yang buruk, sebagai pengimbang yang baik, adatimbal balik menerima dan memberi, terarah pada sasaran yang dikritik. Adanya unsur  perdebatan yang berarti mengeluarkan pemikiran masing-masing(8) . Dengan demikian, pengertian kritik harus bertujuan untuk memperoleh kebenaran yang tersembunyi.
Definisi kritik hadis menurut istilah.
a. Menurut Muhammad Tahir al-Jawaby."Ilmu kritik hadis dalah ketentuan terhadap para periwayat hadis baik kecacatan ataukeadilannya dengan menggunakan ungkapan-ungkapan tertentu yang dikenal oleh ulama-ulama hadis. Kemudian meneliti matn hadis yang telah dinyatakan sahih dari aspek sanaduntuk menetukan keabsahan atau ke-dhaifan matn hadis tersebut, mengatasi kesulitan pemahaman dari hadis yang telah dinyatakan sahih, mengatasi kontradisi pemahamanhadis dengan pertimbangan yang mendalam(9)" b. Menurut Muhammad Mustafa Azami"Kemungkinan definisi kritik hadis adalah membedakan (al-Tamyis) antara hadis-hadissahih dari hadis-hadis da'if dan menetukan kedudukan para periwayat hadis tentangkredibilitas maupun kecacatannya"(10) .Jika melihat definisi diatas maka sebenarnya kritik sudah ada pada zaman NabiMuhammad, pengertian kritik pada masa ini hanya bersifat konfirmatif untuk memperkuat kebenaran informasi yang diterima. Metode sederhana yang ada pada nabimenjadi landasan dasar dalam perkembangan ilmu kritik hadis yang sistematis.
Studi/kritik Sanad Hadis
Sedangakan kata sanad menurut bahasa adalah sandaran atau sesuatu yang di jadikansandaran. Dikatakan demikian, karena setiap hadis selalu bersandar kepadanya(11) .Yang berkaitan dengan istilah sanad adalah kata-kata, seperti al-isnad, al-musnid dan al-musnad. Kata- kata ini secara terminologis mempunyai arti yang cukup luas yang artinya;menyandarkan, mengasalkan (mengembalikan ke asal, dan mengangkat)(12) maksudnyaialah menyandarkan hadis kepada orang yang menyatakanya.Fakta sejarah telah menyatakan bahwa hadis Nabi hanya diriwayatkan denganmengandalkan bahasa lisan/hafalan dari para perawarinya selama kurun waktu yang panjang, hal ini memungkinkan terjadi kesalahan, kealpaan dan bahkan penyimpangan.Berangkat dari peristiwa ini ada sebagaian kaum muslimin bersedia mencari,mengumpulkan dan meneliti kualitas hadis, upaya tersebut dilakukan hanya untuk menyakinkan bahwa hal itu benar-benar dari Nabi.Sehubungan dengan hal itu, mereka akhirnya menyusun kriteria-kriteria tertentu, sebagailangkah mereka mengadakan penelitian pada sanad. Bagian-bagian penting dari sanadyang diteliti adalah; (1) nama perawi, (2) lambang-lambang periwayatan hadis, misalnya;

Activity (13)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Luki Ningrum liked this
Amrul Black Wing liked this
Nurizan NK liked this
Taufik Tauhillah liked this
akuoke liked this
rif621 liked this
Tuan Khairi liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->