Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
33Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Etika Bisnis Dalam Islam

Makalah Etika Bisnis Dalam Islam

Ratings:

3.5

(1)
|Views: 3,783 |Likes:
Published by Moh. Mujib

More info:

Published by: Moh. Mujib on Jan 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/17/2013

pdf

text

original

 
 
 Review Penelitian Islam DalamPerspektif Ekonomi@2008
 
ETIKA BISNIS DALAM ISLAM
(Kritik Terhadap Kapitalisme)
 Moh. Mujib Zunun @lmisri
A.
 
Prolog
Tesis Max Weber yang dipublikasikan dalam buku “
The Protestant Ethicand the Spirit of Capitalism”
menjelaskan bahwa “Etika Protestan” danhubungannya dengan “semangat kapitalisme” rupanya suatu teori yang sangatmenarik perhatian para ilmuwan sosial hingga sekarang (Taufik Abdullah, 1982:4). Menurut pengamatan Weber di kalangan Protestan sekte Calvinis, kerja kerasadalah suatu keharusan bagi setiap manusia untuk mencapai kesejahteraan. Kerjakeras ini merupakan panggilan rohani untuk mencapai kesempurnaan hidup,sehingga mereka dapat hidup lebih baik secara ekonomi. Dengan bekerja kerasserta hidup hemat dan sederhana para pengikut ajaran Calvin tidak hanya hiduplebih baik tetapi mereka mampu pula menfungsikan diri mereka sebagaiwiraswasta yang tangguh dan menjadikan diri mereka sebagai tulang punggungdari sistem ekonomi kapitalis (Mubyarto, 1991: 2). Tidak hanya sekte Calvinisyang memberikan motivasi orang untuk bergerak dalam bidang ekonomi, hampirsemua agama memberikan dorongan untuk bekerja keras, berdagang atauberbisnis. Namun persoalannya apakah dalam melakukan usaha dagang diperlukanetika? Tidakkah etika justru menghambat usaha dagangnya? Sementara dalamdunia ekonomi berlaku hukum “mendapatkan untung yang sebesar-besarnya”.Untuk mendapatkan untung inilah kadang-kadang cara-cara yang tidak bermoraldilakukan. Apakah caranya itu mengakibatkan matinya usaha dagang orang lainatau tidak, bukan menjadi pertimbangan? Namun apabila etika dipahami sebagaiseperangkat prinsip moral yang membedakan apa yang benar dari apa yang salah,maka etika diperlukan dalam bisnis. Bukankah antara pelaku bisnis cenderungterjadi tabrakan kepentingan, saling menghalalkan cara untuk memperolehkeuntungan sebanyak mungkin, bahkan saling mendominasi pasar, sementarapelaku bisnis dengan modal yang pas-pasan semakin tersudutkan, yang padaakhirnya gulung tikar?Menurut Dawam Rahardjo (1995: 32) etika bisnis beroperasi pada tigatingkat, yaitu;
individual, organisasi, dan sistem
.
Pada tingkat 
 
individual,
etikabisnis mempengaruhi pengambilan keputusan seseorang, atas tanggungjawabpribadinya dan kesadaran sendiri, baik sebagai penguasa maupun manajer.
Padatingkat organisasi
, seseorang sudah terikat kepada kebijakan perusahaan danpersepsi perusahaan tentang tanggungjawab sosialnya.
Pada tingkat sistem
,seseorang menjalankan kewajiban atau tindakan berdasarkan sistem etika tertentu.Realitasnya, para pelaku bisnis sering tidak mengindahkan etika. Nilai moral yangselaras dengan etika bisnis, misalnya toleransi, kesetiaan, kepercayaan, persamaan,
 
 
 Review Penelitian Islam DalamPerspektif Ekonomi@2008
 
emosi atau religiusitas hanya dipegang oleh pelaku bisnis yang kurang berhasildalam berbisnis. Sementara para pelaku bisnis yang sukses memegang prinsip-prinsip bisnis yang tidak bermoral, misalnya maksimalisasi laba, agresivitas,individualitas, semangat persaingan, dan manajemen konflik (Dawam Rahardjo,
 Ibid:
16). Hal ini tidak hanya di Dunia Timur, di Dunia Barat atau negara-negaraindustri maju, citra bisnis tidak selalu baik. Setidak-tidaknya seperti yangdikatakan oleh Withers (
 Ibid.)
bahwa dalam bisnis itu pada dasarnya berasaskanketamakan, keserakahan, dan semata-mata berpedoman kepada pencarian laba.Benar apa yang diungkapkan oleh Sayyid Quthb (Quraish Shihab, 1997:4), bahwa bisnis atau kegiatan ekonomi merupakan aktivitas pertama yangmenanggalkan etika, disusul kemudian oleh politik, dan terakhir seks.Dalam tulisan ini akan mengkaji praktek madzhab ekonomi dunia, yakni :1.
 
Kapitalisme di Amerika Serikat apakah bermoral atau tidak 
?2.
 
 Bagaimana kritik Marx terhadap praktek kapitalisme tersebut, bagitu kritik non-Marxis
?3.
 
 Bagaimana Islam melihat praktek kapitalisme tersebut?
4.
 
 Dan bagaimana etika bisnis dalam Islam?
 Islam dijadikan alat kritik terhadap praktek kapitalisme dengan asumsibahwa perkembangan ilmu ekonomi sejak abad XVII sampai sekarang mengalamiperubahan paradigma, dari paradigma merkantilis, fisiokrat, klasik, neo-klasik,marxian, keynesian, dan yang terakhir paradigma Syari’ah (Muhammad Arif,1985: 92-94).
B.
 
Dialog
1.
 
Praktek Kapitalisme di Amerika
 Kapitalisme, diperkenalkan oleh Karl Marx sekitar abad 19—seorangpendiri komunis—(Wallace C. Peterson, 1997: 1) adalah suatu sistem produksiyang didasarkan pada hubungan antara kapital dengan tenaga kerja. Pemilik modal(kapital) memiliki hak penuh terhadap apa yang dimiliki. Maka dalam kapitalismeada
individual ownership, market economy, competition
,
and profit 
(W. Ebenstein,1980: 148-151). Kepemilikan pribadi (misalnya alat-alat produksi, tanah,perusahaan, dan sumber daya alam), sistem pasar adalah sistem yang dipakaisebagai dasar pertukaran barang dan jasa, serta tenaga kerja menjadi komoditi yangdapat diperjual belikan di pasar dalam kapitalisme.Dalam dunia ekonomi peran modal sangatlah besar, bahkan pemilik modal bisa menguasai pasar serta menentukan harga dalam rangka mengeruk keuntungan yang besar. Industrialisasi bisa berjalan dengan baik kalau melaluikapitalisme. Fernand Braudel pernah menyatakan bahwa “kaum kapitalismerupakan spekulator dan pemegang monopoli yang berada dalam posisi untuk memperoleh keuntungan besar tanpa menanggung banyak resiko” (YoshiharaKunio, 1990: 3).
 
 
 Review Penelitian Islam DalamPerspektif Ekonomi@2008
 
Bagaimana sistem ekonomi Amerika Serikat? Amerika menganut sistemperusahaan bebas, sebagaimana model kapitalisme klasik, yakni kebebasanberusaha dan kebebasan pasar. Kapitalisme menghendaki peranan pemerintahdalam mengatur dunia usaha dapat diminimalkan. Akan tetapi Amerika dalamkenyataannya tidaklah demikian, justru pemerintah melakukan campur tangandalam ekonomi. Intervensi pemerintah dalam rangka untuk menciptakan stabilitaskeamanan merupakan bagian dari sistem perekonomiannya (Richard, 1995: 168-170). Roda ekonomi nasional dapat berjalan dengan baik kalau ada jaminankeamanan dari pemerintah. Rasa aman adalah hak yang paling mendasar yangharus dipenuhi oleh pemerintah. Dalam masyarakat yang mengakut sistemkapitalisme, persaingan yang bebas dalam menjajakan produksi adalah sesuatuyang sangat prinsip. Pemerintah berkewajiban menjaga prinsip ini, denganmenciptakan suasana yang kondusif bagi persaingan bebas. Maka intervensipemerintah dalam rangka menjaga sistem ekonomi yang berkeadilan,meningkatkan kesejahteraan rakyat, tidak adanya kekerasan pada hak-hak dasar.Kalau suatu usaha bisnis hanya menguntungkan dan memperkaya pemimpinnegara, dan birokrat pemerintah, sementara rakyatnya tidak sejahtera maka hal itutidaklah bermoral.Bentuk intervensi pemerintah Amerika Serikat adalah dalam hal: (a)memberikan tunjangan bagi orang-orang yang tidak mampu bersaing di pasarbebas karena sakit, dan tidak memiliki ketrampilan; (b) menyediakan barang-barang dan jasa yang diperlukan untuk masyarakat umum, misalnya jalan untuk memperlancar arus transportasi barang dagangan, kereta api untuk mengangkutbarang dagangan dalam jumlah yang besar, kemudian polisi untuk memberikanrasa aman bagi pelaku bisnis; ( c ) mengontrol siklus ekonomi, dengan cara jikaekonomi melemah pemerintah melakukan penguatan permintaan, dan jikaekonomi menguat pemerintah melakukan pengereman; (d) melakukan koreksiterhadap penyimpangan-penyimpangan dengan cara menegakkan hukum kepadasiapapun yang melanggar dalam melakukan usaha ekonomi; dan (e) meminta pajak usaha dari para pelaku ekonomi. Pajak ini nantinya dikembalikan lagi kepadamasyarakat umum dalam bentuk pelayanan dan jasa (Richard,
 Ibid.:
170-173).2.
 
Kritik Marxis terhadap Kapitalisme Amerika
 Karl Marx adalah pelopor dari
The Marxian Paradigm
menjadi
The Neo-Classical Paradigm.
Paradigma ini menekankan pada mikro ekonomi dalamkonteks pasar ekonomi bebas (Muhamamd Arif,
op.cit 
.,: 93). Selain itu Karl Marxadalah orang yang menolak pandangan Adam Smith dan para pengikutnya yangmenganggap bahwa kapitalisme sebagai suatu yang permanen bagi kehidupanmasyarakat. Marx melihat bahwa kapitalisme hanyalah sebagai tahap transisimenuju pada suatu masyarakat dimana hak kepemlikan kekayaan tidak ada. Marxpercaya bahwa kapitalisme menyembah kesucian
self-interest 
tanpa mempunyai

Activity (33)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Zeppin Persia liked this
Deenny BoogEl liked this
Syahrul Kan liked this
Lia Fatmala liked this
Ninis Laila liked this
Zos Soedrajat liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->