Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Paradigma Ekonomi Islam

Makalah Paradigma Ekonomi Islam

Ratings: (0)|Views: 1,138|Likes:
Published by Moh. Mujib

More info:

Published by: Moh. Mujib on Jan 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/27/2012

pdf

text

original

 
 Review Penelitian Islam Dalam Perspektif Ekonomi Oleh Mujib Zunun @l-Misri@2008
1Review Hasil Penelitian Islam Perspektif Ekonomi
(PARADIGMA EKONOMI ISLAM SYED NAWAB HAIDIR NAQVI)
Oleh : Moh. Mujib Zunun @lmisri
IPENDAHULUAN DAN METODE PENELITIAN
Pemikiran ekonomi Islam diawali sejak Muhammad saw dipilih sebagai seorangRasul (utusan Allah). Rasulullah saw mengeluarkan sejumlah kebijakan yangmenyangkut berbagai hal yang berkaitan dengan penyelenggaraan hidup masyarakat,selain masalah hokum (fiqh), politik (siyasah), juga masalah perniagaan atau ekonomi(muamalat). Masalah-masalah ekonomi umat menjadi perhatian Rasulullah saw,karena masalah ekonomi merupakan pilar penyangga keimanan yang harusdiperhatikan. Sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim, Rasulullah saw bersabda,“kemiskinan membawa orang kepada kekafiran”. Maka upaya untuk mengentaskemiskinan merupakan bagian dari kebijakan-kebijakan social yang dikeluarkanRasulullah saw.Selanjutnya kebijakan-kebijakan Rasulullah saw menjadi pedoman oleh parapenggantinya Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, dan Ali bin AbiThalib dalam memutuskan masalah-masalah ekonomi. Al-Qur’an dan Al-Haditsdigunakan sebagai dasar teori ekonomi oleh para khalifah juga digunakan oleh parapengikutnya dalam menata kehidupan ekonomi Negara.Perkembangan pemikiran ekonomi Islam pada masa Nabi Muhammad saw belumberkembang, hal ini disebabkan karena masyarkat pada saat itu langsungmempraktekannya dan apabila menemui persoalan dapat menanyakan langsungkepada Nabi. Sementara secara kontekstual persoalan ekonomi pada masa itu belumbegitu kompleks. Secara mikro praktek ekonomi yang dilakukan oleh Nabi dan para
 
 Review Penelitian Islam Dalam Perspektif Ekonomi Oleh Mujib Zunun @l-Misri@2008
2sahabat pada masa itu sarat dengan unsur economic justice dalam kerangka etikabisnis yang Qur’ani.Pemikiran ekonomi baru menunjukkan sosoknya sepeninggal Nabi dan kehidupansocial ekonomi masyarakat semakin berkembang. Pemikiran ekonomi Islam mulaididokumentasikan kurang lebih sejak tiga abad semenjak wafatnya Nabi. Beberapayang cukup terkenal antara lain Abu Yusuf 
1
(731-798), Yahya ibn Adham (818), El-Hariri (1054-1122), Tusi ((1201-1274), Ibn Taymiyah (1262-1328), Ibn Khaldun(1332-1406) dan Shah Waliullah (1702-1763). Setelah itu muncul pemikir-pemikirkontemporer abad ke-20 antara lain Fazlur Rahman, Baqir As-Sadr, Ali Shariati,Khurshid Ahmad, M. Nejatullah Shiddiqi, M. Umar Chapra, M. Abdul Mannan, AnasZarqa, Monzer Kahf, Syed Nawab Haider Naqvi, M. Syafii Antonio. M. AzharBasyir.Sistem ekonomi Islam mempunyai ciri ketuhanan dan moral, selain itu jugaberkarakter kemanusiaan. Mungkin sebagian orang beranggapan bahwa kemanusiaanbertolak belakang dengan ketuhanan sehingga keduanya tidak bisa digabungkan.Persepsi tersebut tidak benar. Setidaknya, mereka yang menduga seperti itu lupabahwa ide kemanusiaan berasal dari Allah. Allahlah yang memuliakan manusia danmenjadikannya khalifah di bumi.Tujuan ekonomi Islam adalah menciptakan kehidupan manusia yang aman dansejahtera. Yang dimaksud
manusia
di sini ialah semua golongan manusia, baik sebagai individu atau sebagai anggota masyarakat. Jika sistem ekonomi Islam itubersandarkan pada nash Al-Qur’an dan as-Sunnah yang berarti nash ketuhanan makamanusia berperan sebagai yang diserukan dalam nash itu. Dalam ekonomi manusiaadalah tujuan dan sarana. Manusia diwajibkan melaksanakan tugasnya terhadap
1
Dikenal sebagai Qadi (hakim), bahkan Qadi Al-Qudah, Hakim Agung, sebuah jabatantertinggi dalam lembaga peradialan . Nama lengkapnya ialah Ya’qub bin Ibrahim bin Habib al-Ansarilahir di Kufah tahun 113 H. Hadits diperolehnya dari Abu Ishaq al Syaibani, Sulaiman al Taymi,Yahya bin Said al-Anasari, A’masi, Hisyam bin Urwah, Ata’ bin Sa’ib dan Muhammad Sihaq binYasir. Lihat di Abdullah Mustofa Al-Maraghi,
 
 Review Penelitian Islam Dalam Perspektif Ekonomi Oleh Mujib Zunun @l-Misri@2008
3Tuhannya, terhadap dirinya, keluarganya, umatnya dan seluruh umat manusia.Manusialah yang menjadi wakil Allah di bumi ini,
2
serta memakmurkannya.
3
 Dalam buku ini, Prof. Naqvi memperluas metodologinya untuk mengkaji danmenjelaskan prilaku ekonomi muslim “teladan” dalam sebuah kehidupan nyata dankhas masyarkat muslim. Ini merupakan langkah maju yang penting menujupengembangan ilmu ekonomi Islam suatu disiplin ilmiah. Implikasi pendekatan inicukup menantang. Dengan tajam, pendekatan ini menyoroti sejumlah dimensi yangtetap tersembunyi di bawah metodologi “abstraksi” dan asumsi “universalitas”prilaku ekonomi.Dengan demikian, dalam ekonomi Islam, manusia dan faktor kemanusiaanmerupakan unsur utama. Faktor kemanusiaan dalam ekonomi Islam terdapat dalamkumpulan etika yang terdapat di dalam Al-Qur’an dan hadis serta tertulis di dalambuku-buku klasik (
tur 
ā
ts
) yang mencakup etika, kebebasan, kemuliaan, keadilan,sikap moderat, dan persaudaraan sesama manusia.Islam juga menganjurkan kasih sayang sesama manusia terutama kaum lemah, anak yatim, miskin papa, dan yang terputus dalam perjalanan. Islam mengajarkan sikapbertenggang rasa kepada para janda, tua renta, dan orang yang tidak sanggup bekerja.Buah yang dipetik dari etika ini ialah diakuinya oleh Islam milik individu, dengansyarat barang itu diperoleh dengan jalan halal. Islam juga menjaga milik individudengan segala undang-undang dan etika. Adalah hak manusia untuk menjaga hak milik dan hartanya dari siapa saja yang ingin merusak.Salah satu tanda yang jelas tentang ciri kemanusiaan pada ekonomi Islam ialahpenyediaan sarana yang baik untuk manusia. Sebagai tatanan ekonomi, Islammenganjurkan manusia bekerja dan berusaha. Bekerja dan berusaha yang dilakukanoleh manusia itu diletakkan Allah pada timbangan kebaikan mereka. Tidak anehapabila seorang muslim yang menjunjung kehidupan yang baik ini akan mendapatkanganjaran bila ia tekun bekerja. Dalam rangka menjunjung kehidupan, manusia telah
2
 QS. al-Bqarah: 30 
3
 QS. H
ū
d: 61 

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->