Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
16Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Makalah Infleksi Derifasi PBI UIN

Makalah Infleksi Derifasi PBI UIN

Ratings: (0)|Views: 918 |Likes:
Published by Abdi Rahmat Syam

More info:

Published by: Abdi Rahmat Syam on Jan 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/12/2013

pdf

text

original

 
A. Pengertian Infleksi dan Derivasi
Infleksi adalah suatu proses penambahan morpheme infleksional kedalam sebuah kata yangmengandung indikasi gramatikal seperti jumlah, orang, gender, tenses, atau aspek. Dibandingkandengan derivasi menghasilkan kata baru dari suatu kata dasar, yang kadang-kadang mengubahkelas kata seperti perubahan noun menjadi verb.Morphologi infleksional membahas berbagai bentuk leksem, sedangkan morphologi derivational berurusan dengan pembentukan leksem baru melalui proses afiksasi.Derivasi dibagi kedalam dua kategori yaitu derivasi mempertahankan kelas (class maintainingderivation) dan derivasi perubahan kelas (class changing derivation). Derivasi mempertahanankelas adalah derivasi leksem baru yang sama kelasnya dengan basis darimana leksem itudibentuk,sedangkan derivasi perubahan kelas menghasilkan leksem yang kelasnya berbedadengan basisnya.Menurut bickford dkk. Morfologi sering dibagi kedalam dua kategori besar, yaitu morphologiinfleksional dan morphologi derivasional. Morphologi derivational mengambil satu kata danmengubahnya menjadi kata yang lain yakni menciptakan entri-entri leksikal baru.Dipihak lain morfologi infleksional tidak mengubah satu kata menjadi kata yang lain dan tidak  pernah mengubah kategori sintaksis, sebaliknya menghasilkan bentuk lain dari kata yang sama.Lyons menggunakan istilah ‘leksem’ (lexeme) untuk menyebut istilah ‘kata’, sebagai satuanyang lebih abstrak yang terdapat pada bentuk-bentuk infleksional yang berbeda berdasarkankaidah sintaksis tertentu.Matthews membedakan pengertian kata atas beberapa pengertian. Menurut pengertian pertama,kata ialah apa yang disebut kata fonologis atau ortografis (phonological or orthographical word);menurut pengertian kedua, kata ialah apa yang disebut leksem (lexeme); dan kata menurut pengertian ketiga ialah apa yang disebut kata gramatikal (gramatical word).Kata menurut pengertian yang petama semata-mata berdasarkan atas wujud fonologis atau wujudortografisnya sedangkan pengertian yang kedua dan ketiga berhubungan dengan konsep derivasidan infleksi.Sehubungan dengan pernyataan diatas, secara jelas membagi morphologi kedalam dua bidang,yaitu morphologi infleksional (infektional morphology), dan morphologi lesikal (leksicalmorphology) atau morphologi derivasional (derivational morphologi). Dalam hal ini, Matthewsmembedakan antara proses infleksi dan proses pembentukan kata (word-formation).
 
Morphologi leksikal mengkaji kaidah-kaidah pembentukan yang menghasilkan kata-kata barusecara leksikal berbeda atau beridentitas baru dibandingkan kata yang menjadi dasarnya. Hal inisesuai dengan pernyataan Machand ‘word formation is the branch of the science of languagewhich studies the pattern on which a language form new lexical units, i.e. word’.Jadi menurut Merchand pembentukan kata adalah cabang dari bahasa yang mengkaji pola-poladimana sebuah bahasa membentuk satuan-satuan leksikal baru yaitu kata. Dengan demikian,yang relevan pembentukan kata ialah yang termasuk morphologi leksikal atau morphologiderivasional; sedangkan morphologi infleksional sebenarnya tidak termasuk kedalam pembentukan kata yang dimaksudkan di sini karena pembentukan itu hanya menghasilkan bentuk-bentuk kata yang berbeda dari sebuah leksem yang sama.
B. Perbedaan antara infleksi dan derivasi
Menurut Nida (1949:99) perbedaan antara infleksi dan derivasi adalah sebagai berikut:
Infleksi
1. Cenderung merupakan formasi luar muncul lebih jauh dari stem ketimbang afiks derivational:2. Cenderung kurang bervariasi, namun dengan distribusi yang luas.3. Digunakan untuk mencocokkan kata-kata bagi pemakaian dalam sintaksis, namun tidak  pernah mengubah kelas kata.4. Kata-kata yang dibentuk melalui infleksi tidak termasuk kelas distribusi yang sama dengananggota-anggota yang tidak diinfleksikan dari kelas yang sama.Infleksi relevan sama sintaksis.5. Paradigma infleksional cenderung dibatasi dengan baik,homogen,dan menentukan kelas-kelas bentuk mayor.
Derivasi
1.Cenderung merupakan formasi dalam, muncul lebih dekat ke stem ketimbang afiksinfleksional.2.Cenderung lebih bervariasi, namun dengan distribusi yang terbatas.3.Digunakan untuk menetapkan kata-kata dalam satu kelas dan umumnya mengubah kelaskata.4.Kata-kata yang dibentuk melalui derivasi termasuk kelas distribusi yang sama dengananggota-anggota yang tidak diturunkan, Perubahan yang diakibatkan oleh derivasirelevan. Secara morfologis,5.Paradigma deivasional cenderung tidak dibatasi dengan baik, heterogen, dan hanyamenentukan kata-kata tunggal.
 
Selain itu Nida juga memberikan uraian perihal perbedaan antara infleksi dan derivasi sebagai berikut:1) Pembentukan derivasional termasuk jenis kata yang sama dengan kata tunggal (yang termasuk sistem jenis kata tertentu) (misalnya,singer ‘penyanyi’ (nominal)), dari verba (to) sing‘menyanyi’, termasuk kata yang sama dengan kata ‘boy’ (anak laki-laki), sedangkan pembentukan infleksional tidak (misalnya verba polimerfemis walked tidak termasuk  beridentitas sama dengan verba monomorfemis yang manapun juga dalam system morfologi bahasa inggris).2) Secara statistic, afiks derivasional lebih beragam (misalnya, dalam bahasa inggris terdapatafiks-afiks pembentuk nominal sepeti: -er.-ment,-ion,-ation,-ness)(singer,arrangement,correction,nationalization,stableness). Sedangkan afiks infleksional dalam bahasa inggris kurang beragam (-s (dengan segala variasinya), -ed1, -ed2, -ing: work, worked1,worked2, working.3) Afiks-afiks derivasional dapat mengubah kelas kata, sedangkan afiks infleksional tidak.4) Pembentukan derivasional dapat menjadi dasar bagi pembentukan berikutnya(sing(v)→singer(n)→singers(n)), sedangkan pembentukan infleksional tidak.5) Afiks-afiks derivasional mempunyai distribusi yang lebih terbatas (misalnya, afiksderivasional –er diramalkan tidak selalu terdapat pada dasar verba untuk membentuk nominal),sedangkan afiks infleksional mempunyai distribusi yang lebih luas.Berkaitan dengan hal itu, Verhaar menyatakan bahwa semua perubahan afiksasi yang melampauiidentitas kata disebut derivasi, sedangkan yang mempertahankan indentitas disebut infleksi.Prinsip yang diikuti adalah setiap pembentukan yang menghasilkan jenis kata baru(pembentukan derivasional) selalu berarti pula perpindahan identitas leksikalnya (menulis (v) → penulis (n)); tetapi tidak sebaiknya, setiap perpindahan identitas leksikalnya, berarti pula perpindahan jenis kata. Misalnya, verba berangkat dan memberangkatkan. Verbamemberangkatkan dibentuk dari kata berangkat. Sekalipun kedua kata itu sama-sama termasuk verba, namun kedua-duanya memiliki identitas leksikal yang berbeda.verba berangkat termasuk intransitif, sedangkan memberangkatkan termasuk transitif. Karena identitas leksikalnya berbedamaka referensinya juga berbeda. Hal serupa juga dapat dilihat pada contoh lurah → kelurahanatau professor → professorship. sekalipun kata-kata lurah atau kelurahan serta professor atau professorship sama-sama termasuk nominal, namun kata-kata ini memiliki identitas leksikalyang berbeda. Hal itu diketahui berdasarkan tes dekomposisi leksikal sebagaimana diusulkanVerhaar atau berdasarkan penguraian fitur semantiknya. Uraian yang diberikan Verhaar Itu padadasarnya bersesuaian dengan uraian yang diberikan oleh Bauer dan Matthews.Bauer dan Matthews melengkapi uraiannya dengan seperangkat criteria operasional untuk membedakan derivasi dengan infleksi. Bauer mengatakan bahwa derivasi adalah proses

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->