Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
9Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perkembangan Perekonomian Indonesia Dalam Masa Kabinet Reformasi

Perkembangan Perekonomian Indonesia Dalam Masa Kabinet Reformasi

Ratings: (0)|Views: 2,218|Likes:
Published by dianfirianidai

More info:

Published by: dianfirianidai on Jan 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

12/29/2012

pdf

text

original

 
www.ginandjar.com
1
 
PERKEMBANGAN PEREKONOMIAN INDONESIA DALAM MASA KABINETREFORMASI PEMBANGUNANOleh:Ginandjar KartasasmitaMenteri Negara Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan IndustriJakarta, 10 Juli 1999I. PERKEMBANGAN MONETER DAN KEUANGAN NEGARAI.1 Laju Inflasi
Laju inflasi pada bulan Juni 1999, yang dihitung berdasarkan perubahan indeks hargakonsumen (IHK) dari 44 kota kembali menunjukkan inflasi negatif (deflasi) sebesar
-0,34%
. Lajuinflasi ini jauh lebih rendah dibandingkan inflasi yang terjadi pada bulan yang sama tahunsebelumnya yang mencapai 4,64%. Ini berarti untuk pertama kalinya dalam sejarah,perekonomian Indonesia mengalami deflasi dalam empat bulan berturut-turut, masing-masingbulan Maret (-0,18%), April (-0,68%), Mei (-0,28%), dan Juni (-0,34%). Dengan demikian lajuinflasi tahun anggaran 1999/2000 menunjukkan inflasi negatif sebesar 1,30%, jauh lebih rendahdibandingkan dengan inflasi pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 15,29%.
Gambar 1Perkembangan Laju Inflasi Bulanan 1996-1999 (dalam persentase)
 
Sumber: Laporan Perkembangan Moneter dan Keuangan Negara Departemen Keuangan, 7 Juli 1999
Laju inflasi dalam enam bulan pertama tahun 1999 (Januari-Juni 1999) tercatat sebesar2,73%, jauh lebih rendah bila dibandingkan dengan laju inflasi periode yang sama tahun 1998yang mencapai 46,55%. Seperti pada bulan Mei 1999, penyumbang utama terjadinya deflasi padabulan Juni 1999 adalah menurunnya IHK tiga kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok bahanmakanan sebesar minus 1,15%, kelompok bahan makanan jadi, minuman, rokok dan tembakausebesar minus 0,02%, dan kelompok sandang sebesar 1,24%. Sedangkan empat kelompok pengeluaran lainnya masih menunjukkan kenaikan harga, yaitu kelompok perumahan, kelompok kesehatan, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga, dan kelompok transportasi dan
2,046,8812,764,78,562,97
 -  0 ,   1  8 -  0 ,   6  8  1 ,   2  6 -  0 ,   2  8 -  0 ,   3  4
-202468101214Des Feb Apr Jun Agt Okt Des Feb Apr Jun Agt Okt Des Feb Apr Jun
 
www.ginandjar.com
2
 
02.0004.0006.0008.00010.00012.00014.00016.000Mei-98Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des-98Jan-99Feb Mar Apr Mei Jun-99Interbank buy Interbank sell
komunikasi.
I.2 Perkembangan Moneter
Sampai dengan awal Juli 1999, kinerja perekonomian Indonesia menunjukkanperkembangan yang menggembirakan yang ditandai oleh inflasi negatif selama empat bulanberturut-turut sejak bulan Maret 1999, menguatnya nilai tukar rupiah dan menurunnya sukubunga.
a. Nilai Tukar
Rata-rata nilai tukar rupiah (kurs spot antar bank) terhadap dolar Amerika pada bulan Juni1999 mencapai Rp7.339/USD, atau menguat 636 poin dibandingkan dengan rata-rata bulansebelumnya sebesar Rp7.975/USD.
Gambar 2Perkembangan Nilai Tukar Rupiah (Mei 1998 – Juni 1999)
Sumber: Laporan Perkembangan Moneter dan Keuangan Negara DepartemenKeuangan, 7 Juli 1999
Nilai tukar terkuat selama bulan Juni terjadi pada tanggal 28 Juni 1999, yaitu pada kursRp6.640/USD. Sedangkan nilai tukar terlemah terjadi pada tanggal 3 Juni 1999 pada kursRp8.170/USD. Sementara itu pada awal bulan Juli 1999 (sampai dengan tanggal 5 Juli 1999),rata-rata nilai tukar rupiah di pasar spot antar bank adalah Rp7.188/USD.
b. Perkembangan Uang Primer, M1, dan M2
Sampai dengan tanggal 30 Juni 1999, jumlah uang primer mencapai Rp77,35 triliun ataumeningkat Rp1,01 triliun dari bulan sebelumnya. Kenaikan jumlah uang primer ini tercerminpada meningkatnya uang kertas dan logam yang diedarkan serta saldo giro pada Bank Indonesia, masing-masing sebesar Rp0,14 triliun dan Rp0,89 triliun. Sedangkan giro sektorswasta mengalami penurunan sebesar Rp 0,02 triliun. Dilihat dari faktor yangmempengaruhinya, kenaikan uang primer pada periode tersebut antara lain disebabkan olehadanya ekspansi kredit likuiditas.
 
www.ginandjar.com
3
 
010203040506070Jan1998Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agt Sept Okt Nov Des Jan1999Feb Mar Apr Mei Juni Juli
Sementara itu, sampai dengan akhir bulan Mei 1999, jumlah uang beredar (M1) mencapai Rp103,30 triliun, naik Rp 2,59 triliun (2,6%) dari bulan sebelumnya. Peningkatan inidipengaruhi oleh naiknya uang giral sebesar Rp2,61 triliun sedangkan uang kartal mengalamipenurunan sebesar Rp0,02 triliun.Uang kuasi pada akhir bulan Mei 1999 mengalami peningkatan sebesar Rp12,53 triliun(2,4%) dari bulan sebelumnya sehingga menjadi Rp524,96 triliun. Peningkatan jumlah uangberedar sebesar Rp2,59 triliun dan uang kuasi sebesar Rp12,53 triliun tersebut, menyebabkanlikuiditas perekonomian (M2) mengalami peningkatan sebesar Rp15,12 triliun, sehinggaposisinya pada Mei 1999 mencapai Rp628,26 triliun atau naik 2,5% dari bulan sebelumnyayang mencapai Rp613,14 triliun.
c. Suku Bunga
Seiring dengan menguatnya nilai tukar rupiah dan berkurangnya tekanan inflasi, suku bungaSBI jangka waktu satu bulan, suku bunga Pasar Uang Antar Bank Overnight (PUAB/ON),dan suku bunga deposito dalam tiga bulan terakhir terus mengalami penurunan. Hal inisejalan dengan perkiraan Bank Indonesia bahwa suku bunga SBI pada akhir tahun 1999 akanmencapai 17 – 20%.Pada awal bulan Juli 1999 (per 7 Juli 1999), suku bunga SBI jangka waktu satu bulan,kembali mengalami penurunan menjadi 17,15% dibandingkan minggu sebelumnya sebesar18,84%. Tingkat bunga antar bank juga menunjukkan penurunan yang signifikan.Berdasarkan data Pusat Informasi Pasar Uang BI, rata-rata bunga overnight per 7 Juli 1999adalah sebesar 15,69%, turun dibandingkan hari sebelumnya (15,94%). Demikian pula sukubunga deposito baik bank pemerintah maupun bank swasta berjangka waktu 3 bulan masing-masing turun 2,95 poin persentase dan 3,12 poin persentase, sehingga masing-masingmenjadi 20,00% dan 17,52%. Perkembangan suku bunga di dalam negeri dapat dilihat padaGambar 4.
Gambar 3Suku Bunga SBI, Deposito, dan LIBOR 1997-1999
Sumber: Laporan Perkembangan Moneter dan Keuangan Negara
Departemen Keuangan, 7Juli 1999
Keterangan: Bulan Juni sampai September 1998 penjualan SBI (3 bulan) sementara dihentikan
Penurunan suku bunga SBI ini sejalan dengan arah kebijakan moneter Bank Indonesia untuk 
Deposito Bank BUMNLIBOR 3 bulanDeposito Bank SwastaKredit Modal Ker aKredit Investasi

Activity (9)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
D'eAal Ucyel liked this
Neyyaz Chiy liked this
Didi Gunawan liked this
042486 liked this
Dani Quinchy liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->