Read without ads and support Scribd by becoming a Scribd Premium Reader.
 
Kata Pengantar Pertama kali sebagai penyusun makalah ini, ingin mengucapkan rasa syukur dan terimakasih kepada tuhan yang maha esa atas berkat dan rahmatnya yang dilimpahkanolehnya kepada kami selama penyusunan makalah ini , hinggga makalah ini dapatterselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini pada dasarnya menjabarkan mengenaitentang
Analisis Hukum Mengenai sistem Ekonomi.
seperti kata pepatah tiadagading yang tak retak. Kami tetap mengakui bahwa, dalam makalah ini masih terdapatbanyak kelemahan. Hal ini mungkin dapat disebabkan oleh keterbatasan sumber danwaktu yang kami punya. Oleh karena itu kami meminta pengertian dari para pembacasekalian untuk dapat memaklumi segala kekurangan yang ada dalam makalh ini.Harapan kami, adalah pembaca puas setelah membaca makalah ini dan dapatmemperoleh informasi dan manfaat yang sebesar-besarnya darinya. Akhir kata, kamisebagai penyusun menyampaikan permohonan maaf apabila ada perkataan yang salahdidalam makalah ini. Sekian dan terimakasih.Makassar, 3 Desember 2009Penyusun
 
BAB IA.Pendahuluan
1.Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan.2.Cabang-cabang produksi yang penting bagi Negara dan yang menguasai hajat hiduporang banyak dikuasai oleh Negara.3.Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dandipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.Demikian pasal 33 ayat (1), (2) dan (3) Undang-undang Dasar 1945.Penjelasan pasal 33 menyebutkan bahwa "dalam pasal 33 tercantum dasar demokrasiekonomi, produksi dikerjakan oleh semua, untuk semua dibawah pimpinan ataupenilikan anggota-anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakat-lah yangdiutamakan, bukan kemakmuran orang seorang". Selanjutnya dikatakan bahwa "Bumidan air dan kekayaan alam yang terkandung dalam bumi adalah pokok-pokokkemakmuran rakyat. Sebab itu harus dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuksebesar-besarnya kemakmuran rakyat".Sehingga, sebenarnya secara tegas Pasal 33 UUD 1945 beserta penjelasannya,melarang adanya penguasaan sumber daya alam ditangan orang-seorang. Dengankata lain monopoli, oligopoli maupun praktek kartel dalam bidang pengelolaan sumber dayya alam adalah bertentangan dengan prinsip pasal 33.Kemudian Hak Negara menguasai sumber daya alam dijabarkan lebih jauh-setidaknya-- dalam 11 undang-undang yang mengatur sektor-sektor khusus yangmemberi kewenangan luas bagi negara untuk mengatur dan menyelenggarakanpenggunaan, persediaan dan pemeliharaan sumber daya alam serta mengatuhubungan hukumnya. Prinsip ini tertuang dalam :1. UU Pokok Agraria No. 5 tahun 1960;2. UU Pokok Kehutanan No. 5 tahun 1967;3. UU Pokok Pertambangan No. 11 tahun 1967;4. UU Landasan kontinen No. 1 tahun 1973;5. UU No. 11 tahun 1974 tentang Ketentuan Pokok Pengairan;6. Uu 13 tahun 1980 tentang Jalan;
 
7. UU No. 20 tahun 1989 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pertahanan Keamanan;8. UU No. 4 tahun 1982 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pengelolaan LingkunganHidup;9. UU No. 9 tahun 1985 tentang Ketentuan Pokok Perikanan;10. UU No. 5 tahun 1984 tentang Perindustrian; dan11. UU No. 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Hayati.
B. Rumusan masalah _ 
bagai mana Analisis hukum mengenai sistem ekonomi menurut pasal 33
C. Tujuan _ 
mengetahui tentang sistem hukum ekonomi menurut pasal 33
BAB II
Search History:
Searching...
Result 00 of 00
00 results for result for
  • p.
  • Notes
    Load more