Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
43Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pendidikan Budaya dan Karakter

Pendidikan Budaya dan Karakter

Ratings: (0)|Views: 1,833 |Likes:
Published by muhammad yaumi
Bahan ini cocok untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa
Bahan ini cocok untuk pendidikan budaya dan karakter bangsa

More info:

Published by: muhammad yaumi on Jan 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/14/2013

pdf

text

original

 
1
PENGEMBANGAN PENDIDIKAN BUDAYA DAN KARAKTERBANGSA MELALUI TRANSDISIPLINARITAS
Muhammad YaumiStaf Pengajar Pada Fak. Tarbiyah & KeguruanUIN Alauddinmuhammadyaumi@gmail.comPembangunan karakter dan jati diri bangsa merupakan cita-cita luhur yang harusdiwujudkan melalui penyelenggaraan pendidikan yang terarah dan berkelanjutan.Penanaman nilai-nilai akhlak, moral, dan budi pekerti seperti tertuang dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasionalharus menjadi dasar pijakan utama dalam mendesain, melaksanakan, danmengevaluasi sistem pendidikan nasional. Pendidikan nasional berfungsimengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yangbermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untukberkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman danbertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap,kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab(pasal 3).Tujuan pendidikan nasional jelas telah metekkan dasar-dasar yang kuat dalammenopang pembangunan karakter dan jati diri bangsa. Namun, penyelenggaraanpendidikan telah mengalami degradasi yang sangat mengkhawatirkan, di mananilai-nilai kearifan lokal telah terbungkus oleh kuatnya arus pendidikan global,kecerdasanpribadi intelektual menjadi ukuran yang lebih dominan untuk menentukan keberhasilandalam menempuh pendidikan,dan upaya penyeragaman kemampuan telah
 
2
membelenggu tumbuh dan berkembangnya keragaman kemampuan sebagaipencerminan beragamnya kekayaan budaya bangsa. Akibatnya,menipisnya tatakrama,etika, dan kreatifitas anak bangsa menjadi fenomena yang perlu mendapat perhatianserius dalam menata pendidikan di masa yang akan datang. Oleh karena itu pendidikanbudaya dan karakter bangsa dipandang sebagai solusi cerdas untuk menghasilkanpeserta didik yang memiliki kepribadian unggul, berakhlak mulia, dan menjunjung tingginilai-nilai keindonesian secara menyeluruh. Namun, hakekat pendidikan budaya dankarakter masih menyisahkan tanda tanya yang begitu dalam, apa sebenarnya yangdimaksud dengan pendidikan budaya dan karakter itu? Mengapa pentingnyapendidikan budaya dan karakter, dan bagaimana mengimplementasikan dalam kontekspendidikan? Sarasehan nasional tentang pengembangan pendidikan budaya dankarakter bangsa yang diselenggarakan pada tanggal 14 Januari 2010 diharapkanmampu menjawab berbagai pertanyaan tersebut atau paling tidak menjadi modalkolektif bagi pengambil kebijakan untuk merumuskan sejumlah konsep dasarpendidikan budaya dan karakter bangsa.
Konsep Pendidikan Karakter
Istilah karakter merujuk pada ciri khas, perilaku khas seseorang atau kelompok,kekuatan moral, atau reputasi. Dengan demikian, karakter adalah evaluasi terhadapkualitas moral individu atau berbagai atribut termasuk keberadaan kurangnya kebajikanseperti integritas, keberanian, ketabahan, kejujuran dan kesetiaan, atau perilaku ataukebiasaan yang baik. Ketika seseorang adalah sebuah karakter moral, hal ini terutamamengacu pada sekumpulan kualitas yang membedakan satu individu dari yang lain
 
3
(Wood, 2009). Karakter juga dipahami sebagai seperangkat ciri perilaku yang melekatpada diri seseorang yang menggambarkan tentang keberadaan dirinya kepada oranglain. Penggambaran itu tercermin dalam prilaku ketika melaksanakan berbagai aktivitasapakah secara efektif melaksanakan dengan jujur atau sebaliknya, apakah dapatmematuhi hukum yang berlaku atau tidak (Kurtus, 2009). Walaupun prilaku seringdihubungkan dengan kebribadian, tetapi kedua kata ini mengandung makna yangberbeda. Kepribadian pada dasarnya merupakan sifat bawaan, sedangkan karakterterdiri atas prilaku-prilaku yang diperoleh dari hasil belajar.Sedangkan pendidikan adalah suatu upaya untuk mengembangkan budi pekertiatau dalam bahasa Dewantara (1977, 14) disebut dengan kekuatan batin dan karakter,mengasah kecerdasan intelektual dan jasmani peserta didik. Ketiga aspek inimerupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain,semuanya terintegrasi dalam suatu rumusan tujuan pendidikan untuk menciptakanmanusia Indonesia seutuhnya. Pendidikan nasional merupakan pendidikan yangberasaskan garis kehidupan bangsanya (budaya nasional) yang bertujuan untukmembangun kehidupan yang dapat mengangkat martabat bangsa sehingga dapatbekerja bersama dengan bangsa lain demi membangun peradaban dan kemaslahatanhidup di dunia.Membangun kepribadian bangsa merupakan cita-cita luhur yang harus selaludikobarkan karena setiap orang dalam suatu bangsa dilahirkan dengan membawakecenderungan dan kepribadian tertentu yang berbeda satu sama lain. Banyak orangcenderung menjadi seorang pemalu, sementara yang lain cenderung menjadi orangyang banyak bicara. Beberapa orang mungkin cenderung menjadi pemimpin,

Activity (43)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ayu Lestari liked this
Mya Patmi liked this
Assyifa Zahra liked this
Salmach She Bwel liked this
Trie Suwandani liked this
Agus Adisantoso liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->