Bahan Bacaan Penerapan SIMPUS
2
BAHAN BACAAN PENERAPAN SIMPUSaaTP
medik pasien tak kunjung ditemukan. Di bagian lain, para petugas harusmencatat dengan teliti data-data pasien, termasuk data penyakit. Datatersebut dipelototin, di ringkas, dianalisis, dibuat laporannya lengkap dengangrafik. Setelah selesai, laporan mesti dikirim ke dinas kesehatan. Benar-benarmerupakan rangkaian pekerjaan teknis yang membosankan dan melelahkan.Sebenarnya keadaan ini tidak perlu terus terjadi, seandainya puskesmas sudahdikomputerisasi dengan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS).Alangkah ringkasnya jika pasien hanya perlu memberikan data dirinya satukali saja, dan data itu terus terpakai sebanyak apapun kali dia berobat.Petugas pun hanya perlu menekan tombol keyboard dan memainkan mouseuntuk mencari, melihat, dan mengolah data.Yah, seandainya saja Departemen Kesehatan segera menginstruksikanpenggunaan SIMPUS, seandainya petugas puskesmas sudah terlatihberhadapan dengan komputer, seandainya saja kesadaran ber-IT sudahmerasuk ke seluruh jajaran departemen dan dinas kesehatan serta puskesmas,kita tak perlu lagi menyeka keringat terlalu lama di ruang tunggu. (Sumber:Warta Medika-com, 12 Nov 2006)
Obsesi DKK untuk menggunakan software SIMPUS di Puskesmas agar pelayanan menjadilebih efektif telah ada sejak lama, akan tetapi beberapa software yang pernah dijajagi masihbelum ada yang cocok dan masih sulit diterapkan dengan SDM yang terbatas. Akhirnyasetelah melihat SIMPUS yang dibuat dan diterapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawimerasa cocok dan Kab.Nawai sangat dekat dengan Madiun. Dengan SIMPUS Dinkes Kab.Ngawi, cukup simpel dan bisa di modifikasi sesuai dengan kebutuhan.Peningkatan kualitas dan kecepatan pelayanan publik tidak bisa dipisahkan dari perbaikanprosedur pelayanan dan penggunaan teknologi informasi atau komputerisasi secara bersama.Maksud dan tujuan dilakukannya sistem komputerisasi dan penerapan SIMPUS di Puskesmasdan Pustu (puskesmas pembantu) adalah :1.
Mempermudah dan mempercepat pelayanan (
responsiveness
)2.
Membakukan prosedure dan standar pelayanan (
public services standard
)3.
Mendapatkan data dan informasi yang sahih atau valid (
accountable
)4.
Secara online dan seketika, saling terhubung, semua pihak memantau (
transparent
)5.
Mengurangi beban kerja petugas puskesmas dan dinas kesehatan (
efisien
)
Bab 2. Peranan Organisasi Pelaksana Penerapan SIMPUS
Dengan pelaksanaan desentralisasi sektor kesehatan yag telah berlangsung sejak tahun 2001,dirasa perlu untuk meninjau kembali pelaksanaan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) dikab/kota yang berjalan kurang lancar dan terjadi pada saat informasi /data sangat diperlukansebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan dan advokasi.