Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
18Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bahan Bacaan Pen Gala Man Penerapan SIMPUS Di Puskesmas

Bahan Bacaan Pen Gala Man Penerapan SIMPUS Di Puskesmas

Ratings: (0)|Views: 957 |Likes:
Published by tsuswantoro
SIMPUS=Sistim Informasi Manajemen Puskesmas. Puskesmas=Pusat kesehatan masyarakat
SIMPUS=Sistim Informasi Manajemen Puskesmas. Puskesmas=Pusat kesehatan masyarakat

More info:

Published by: tsuswantoro on Jan 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/07/2012

pdf

text

original

 
 
BAHAN BACAAN PENERAPAN SIMPUS
Bahan Bacaan Pengalaman
PENERAPAN SIMPUS
(SISTIM INFORMASI MANAJEMEN PUSKESMAS)
Kasus Replikasi SIMPUS Kabupaten Ngawi ke Kota Madiun
DAFTAR ISI:Bab 1. Latar Belakang Penerapan SIMPUS ............................................................. 1Bab 2. Peranan Organisasi Pelaksana Penerapan SIMPUS melalui replikasi ............... 2Bab 3. Tahapan dan Aktifitas Penerapan SIMPUS melalui replikasi dilaksanakan ....... 4Bab 4. Manfaat yang diperoleh dari penerapan SIMPUS ........................................ 17Bab 5. Hambatan dan rintangan ........................................................................ 19
LAMPIRAN
a. Agenda Lokakarya dan Sosialisasi Penerapanb. Kurikulum Pelatihan SIMPUS untuk Tim Intic. Kurikulum Pelatihan operasi SIMPUS untuk staff Puskesmas
 
Bahan Bacaan Penerapan SIMPUS
1
BAHAN BACAAN PENERAPAN SIMPUSaaTP
Bab I. Latar Belakang Penerapan SIMPUS
Dalam rangka mewujudkan kesehatan masyarakat Kota Madiun, salah satu strategi DinasKesehatan Kota Madiun (DKK) adalah meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanankesehatan yang berkualitas.Upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, diantaranya meningkatkan akses terhadap pelayanan kesehatan dasar. Di sini peran Puskesmassebagai institusi yang menyelenggarakan pelayanan kesehatan di jenjang tingkat pertamayang terlibat langsung dengan masyarakat menjadi sangat penting. Puskesmasbertanggungjawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di wilayah kerjanya yaitudengan meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orangyang bertempat tinggal di wilayah kerjanya agar terwujudnya derajat kesehatan yangsetinggi-tingginya. Dengan demikian, akses terhadap pelayanan kesehatan terhadappelayanan kesehatan yang berkualitas dapat ditingkatkan melalui peningkatan kinerjaPuskesmas.Pada awal bantuan teknis LGSP di Kota Madiun telah dilakukan Planning Workshop (lokakaryaperencanaan) dengan mengundang multi stakeholder untuk menentukan sektor dan fokuspelayanan yang akan mendapat bantuan teknis LGSP, bidang terpilih Kesehatan dan denganfokus : "Belum optimalnya fasilitas pelayanan kesehatan dasar masyarakat di Puskesmas”.Melalui workshop dan pendampingan untuk menyusun rencana tindak peningkatan pelayanandi puskesmas akhirnya diputuskan perlunya penerapan SIMPUS di Puskesmas.Mengapa dipilih penerapan SIMPUS sebagai salah satu peningkatan pelayanan kesehatan diPuskesmas barangkali dapat dilihat sebagai ilustrasi dibawah ini:
Ilustrasi Pelayanan Loket Pendaftaran di PuskesmasKita akan menghitung berapa kali para petugas puskesmas mencatat namaseorang pasien saat berobat.
Pertama 
,ketika pasien mendaftar di loketpendaftaran.
Kedua,
ketika dokter mengisi rekam medis pasien.
Ketiga 
, ketikadokter menulis resep untuk pasien.
Keempat 
, ketika petugas apotik mencatatobat yang diberikan pada pasien.
Kelima 
, ketika petugas melakukan rekap darirekam medis ke buku rekapitulasi. Lima kali adalah angka minimal, karenabisa jadi masih ada proses administrasi yang mengharuskan pencatatan nama.Selain nama, berbagai jenis data lain juga harus dicatat. Misalnya umur, jeniskelamin, alamat, riwayat penyakit, resep, dll. Alhasil, waktu pelayanan lebihbanyak tersita dengan berbagai proses konvensional ini, sehingga janganheran kalau pada puskesmas yang pasiennya ramai, banyak yang keringatan diruang tunggu.Di sisi lain, petugas puskesmas pun lumayan repot. Mencari rekam medikpasien ulangan kadang menjadi mimpi buruk. Seringkali, beberapa kalitumpukan rekam medik yang tersusun menurut abjad dibongkar, rekam
 
Bahan Bacaan Penerapan SIMPUS
2
BAHAN BACAAN PENERAPAN SIMPUSaaTP
medik pasien tak kunjung ditemukan. Di bagian lain, para petugas harusmencatat dengan teliti data-data pasien, termasuk data penyakit. Datatersebut dipelototin, di ringkas, dianalisis, dibuat laporannya lengkap dengangrafik. Setelah selesai, laporan mesti dikirim ke dinas kesehatan. Benar-benarmerupakan rangkaian pekerjaan teknis yang membosankan dan melelahkan.Sebenarnya keadaan ini tidak perlu terus terjadi, seandainya puskesmas sudahdikomputerisasi dengan Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS).Alangkah ringkasnya jika pasien hanya perlu memberikan data dirinya satukali saja, dan data itu terus terpakai sebanyak apapun kali dia berobat.Petugas pun hanya perlu menekan tombol keyboard dan memainkan mouseuntuk mencari, melihat, dan mengolah data.Yah, seandainya saja Departemen Kesehatan segera menginstruksikanpenggunaan SIMPUS, seandainya petugas puskesmas sudah terlatihberhadapan dengan komputer, seandainya saja kesadaran ber-IT sudahmerasuk ke seluruh jajaran departemen dan dinas kesehatan serta puskesmas,kita tak perlu lagi menyeka keringat terlalu lama di ruang tunggu. (Sumber:Warta Medika-com, 12 Nov 2006)
Obsesi DKK untuk menggunakan software SIMPUS di Puskesmas agar pelayanan menjadilebih efektif telah ada sejak lama, akan tetapi beberapa software yang pernah dijajagi masihbelum ada yang cocok dan masih sulit diterapkan dengan SDM yang terbatas. Akhirnyasetelah melihat SIMPUS yang dibuat dan diterapkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawimerasa cocok dan Kab.Nawai sangat dekat dengan Madiun. Dengan SIMPUS Dinkes Kab.Ngawi, cukup simpel dan bisa di modifikasi sesuai dengan kebutuhan.Peningkatan kualitas dan kecepatan pelayanan publik tidak bisa dipisahkan dari perbaikanprosedur pelayanan dan penggunaan teknologi informasi atau komputerisasi secara bersama.Maksud dan tujuan dilakukannya sistem komputerisasi dan penerapan SIMPUS di Puskesmasdan Pustu (puskesmas pembantu) adalah :1.
 
Mempermudah dan mempercepat pelayanan (
responsiveness 
)2.
 
Membakukan prosedure dan standar pelayanan (
 public services standard 
)3.
 
Mendapatkan data dan informasi yang sahih atau valid (
accountable 
)4.
 
Secara online dan seketika, saling terhubung, semua pihak memantau (
transparent 
)5.
 
Mengurangi beban kerja petugas puskesmas dan dinas kesehatan (
efisien 
)
Bab 2. Peranan Organisasi Pelaksana Penerapan SIMPUS
Dengan pelaksanaan desentralisasi sektor kesehatan yag telah berlangsung sejak tahun 2001,dirasa perlu untuk meninjau kembali pelaksanaan Sistem Informasi Kesehatan (SIK) dikab/kota yang berjalan kurang lancar dan terjadi pada saat informasi /data sangat diperlukansebagai masukan dalam proses pengambilan keputusan dan advokasi.

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Amri Adi liked this
cyncyn_yanda1144 liked this
Anak Perantau liked this
swiika liked this
armandtapis liked this
Iqbal Noris liked this
randit liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->