Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
31Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
STUDI PENGARUH TEGANGAN LEBIH AKIBAT INDUKSI PETIR PADA SALURAN TRANSMISI TEGANGAN TINGGI MENGGUNAKAN COUPLING MODEL

STUDI PENGARUH TEGANGAN LEBIH AKIBAT INDUKSI PETIR PADA SALURAN TRANSMISI TEGANGAN TINGGI MENGGUNAKAN COUPLING MODEL

Ratings: (0)|Views: 5,290|Likes:
Published by gumoonk_e45

More info:

Published by: gumoonk_e45 on Jan 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/09/2013

pdf

text

original

 
Abstrak :Sistem tenaga listrik terdiri atas pembangkitan,transmisi, distribusi, dan pemakaian oleh konsumen.Penyaluran daya listrik dengan saluran transmisitegangan tinggi berpotensi besar tersambar petir,sehingga dapat menyebabkan tegangan lebih padasaluran. Pada tugas akhir ini akan dibahas perhitungandan analisis tegangan lebih akibat induksi petir padasaluran transmisi tegangan tinggi. Metode yangdigunakan adalah perhitungan dengan teori
Coupling  Model Rusck 
, serta simulasi dengan bantuan perangkatlunak EMTP.Hasil simulasi EMTP menunjukkan bahwa teoriRusck cukup akurat dalam menghitung tegangan puncak induksi petir, terutama pada lokasi yang dekat dengansambaran petir. Pada jarak maksimum 1200 meter daripusat sambaran petir, error hanya 9,139%. Sementarauntuk tinggi menara, pengukuran yang akurat hanyapada ketinggian 33 – 50 meter saja dengan batasan error6,468%.Kata kunci: Tegangan Induksi Petir, Saluran TransmisiTegangan Tinggi,
Coupling Model Rusck 
.I.PENDAHULUAN
Indonesia terletak pada daerah tropis memiliki tingkatsambaran petir yang lebih tinggi dibandingkan dengannegara subtropis. Pada saluran transmisi yang melalui daerahdengan potensi sambaran petir cukup tinggi, probabilitasterkena sambaran petir akan cukup besar.Sambaran petir pada saluran transmisi tegangan tinggimenyebabkan tegangan induksi pada saluran. Teganganinduksi inilah yang dapat menyebabkan terjadinya teganganlebih pada saluran yang dapat membahayakan isolator padasaluran, serta peralatan-peralatan listrik lainnya. Masalahyang bisa ditimbulkan oleh tegangan lebih akibat induksi petir sangatlah kompleks. Salah satu metode yang digunakanuntuk menganalisa tegangan lebih akibat induksi petir padasaluran transmisi tegangan tinggi adalah dengan
Coupling Model Rusck 
.Dengan menggunakan teori
Coupling Model Rusc
dan simulasi perangkat lunak EMTP (
 ElectromagneticTransient Program
) akan didapatkan besarnya teganganlebih akibat induksi petir pada saluran transmisi tegangantinggi. Oleh karena itu, penentuan nilai tegangan puncak induksi petir pada saluran transmisi tegangan tinggi bertujuan untuk meningkatkan upaya perlindungan salurantransmisi terhadap adanya gangguan berupa tegangan lebih.
II. PETIR DAN PERMASALAHANNYA2.1 Petir
Petir merupakan kejadian alam di mana terjadiloncatan muatan listrik antara awan dengan bumi. Indonesiaterletak di negara tropis yang sangat panas dan lembab.Kedua faktor ini sangat penting dalam pembentukan awan
Cumulonimbus
(Cb) penghasil petir. Petir atau kilat yangmenyambar saluran transmisi tegangan tinggi dibedakanmenjadi dua macam menurut terjadinya sambaran, yaitusambaran langsung dan sambaran tidak langsung atausambaran induksi. Dari segi ketinggian komponen-komponensaluran transimi, sambaran langsung lebih sering terjadi padasaluran transmisi. Namun, gangguan akibat sambaran tidak langsung (sambaran induksi) juga tidak boleh diabaikan begitu saja, justru jenis sambaran induksi inilah yang lebih berbahaya dibandingkan sambaran langsung.
2.2 Sambaran Langsung
Yang dimaksud dengan sambaran langsung adalahapabila kilat menyambar langsung pada kawat fasa (untuk saluran tanpa kawat tanah) atau pada kawat tanah (untuk saluran dengan kawat tanah). Pada waktu kilat menyambar kawat tanah atau kawat fasa akan timbul arus besar dansepasang gelombang berjalan yang merambat pada kawat.Arus yang besar ini dapat membahayakan peralatan-peralatanyang ada pada saluran. Oleh karena saluran transmisitegangan tinggi cukup tinggi di atas tanah, maka jumlahsambaran langsung pun cukup tinggi. Makin tinggi tegangansistem serta tinggi tiangnya, makin banyak pula jumlahsambaran petir ke saluran itu.
2.3Sambaran Tidak Langsung (Sambaran Induksi)
Sambaran tidak langsung atau sambaran induksimerupakan sambaran titik lain yang letaknya jauh tetapiobyek terkena pengaruh dari sambaran sehingga dapatmenyebabkan kerusakan pada obyek tersebut.
 Proceeding Seminar Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro FTI-ITSHalaman 1 dari 6 halaman
STUDI PENGARUH TEGANGAN LEBIH AKIBAT INDUKSI PETIR PADA SALURAN TRANSMISI TEGANGAN TINGGIMENGGUNAKAN
COUPLING MODEL
M. Yusron Affandi
Jurusan Teknik Elektro-FTI, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Kampus ITS, Keputih-Sukolilo, Surabaya - 60111
 
Bila terjadi sambaran petir ke tanah di dekat saluran penghantar listrik, maka akan terjadi fenomena transien yangdiakibatkan oleh medan elektromagnetis dari kanal petir.Fenomena petir ini terjadi pada kawat penghantar listrik.Akibat dari kejadian ini timbul tegangan lebih dangelombang berjalan yang merambat pada kedua sisi kawat penghantar listrik di tempat sambaran berlangsung.Fenomena transien pada kawat penghantar listrik  berlangsung hanya di bawah pengaruh gaya yang memaksamuatan-muatan bergerak sepanjang hantaran. Atau dengan perkataan lain transien dapat terjadi di bawah pengaruhkomponen vektor kuat medan magnet yang berarah sejajar dengan arah penghantar. Jadi bila komponen vektor dari kuatmedan berarah vertikal, dia tidak akan mempengaruhi ataumenimbulkan transien pada penghantar.Untuk mengetahui besarnya tegangan lebih akibatinduksi petir, dibutuhkan suatu perhitungan yang terdiri dari[9]:1.Model sambaran balik yang menentukan distribusi arus petir sepanjang saluran.2.Perubahan medan elektromagnetik menghasilkan arusterdistribusi, termasuk efek propagasi pada medan yangdihitung di sepanjang saluran.3.Tegangan dihasilkan dari interaksi elektromagnetik antara medan dan konduktor saluran denganmenggunakan
coupling model 
.
2.4Gelombang Berjalan [8]
Sampai saat ini sebab – sebab dari gelombang berjalanyang diketahui adalah:a.sambaran kilat secara langsung pada kawat b.sambaran kilat tidak langsung pada kawat induksic.operasi pemutusan (
 switching operations
)d.busur tanah (
arcing grounds
)e.gangguan–gangguan pada sistem oleh berbagaikesalahanSemua macam sebab–sebab ini menimbulkan surja(surge) pada kawat, yaitu surja tegangan dan surja arus. Darisudut energi, dapat dikatakan bahwa surja pada kawatdisebabkan oleh penyuntikan energi secara tiba–tiba padakawat. Energi ini merambat pada kawat, sama halnya seperti bila kita melemparkan batu pada air yang tenang dalamsebuah kolam. Energi yang merambat ini terdiri dari arus dantegangan.Bentuk umum suatu gelombang berjalan digambarkansebagai berikut: 
(a)
 
(b)
Gambar 1.
Spesifikasi gelombang berjalan
Spesifikasi dari suatu gelombang berjalan :a.Puncak (crest) gelombang, E (kV) yaitu amplitudomaksimum dari gelombang. b.Waktu muka gelombang, t
1
(mikrodetik), yaituwaktu dari permulaan sampai puncak. Dalam praktek ini diambil 10%E sampai 90%E, sepertiterlihat pada gambar 1 (b).c.Ekor gelombang, yaitu bagian di belakang puncak.d.Waktu ekor gelombang, t
2
(mikrodetik), yaitu waktudari permulaan sampai titik 50%E pada ekor gelombang.e.Polaritas, yaitu polaritas dari gelombang, positif atau negatif.
III.COUPLING MODEL PADA SALURANTRANSMISI
Rusck menunjukkan bahwa model
coupling 
antaramedan dan kawat diturunkan dalam arus dan tegangan totalyang terdistribusi sepanjang saluran. Persamaan salurantransmisi dengan model ini diturunkan berdasarkan medanlistrik total pada permukaan konduktor ke potensial skalar dan potensial vektor.Persamaan saluran transmisi yang diturunkan olehRusck adalah [12]:
 0),( ),(
=++
 xi L Ri x xu
ϕ 
 (1)
 ),,0,(),(  ),(
h x xu x xi
i
=+
φ 
ϕ 
 (2)Pada persamaan (1) dan (2),
u
φ
(x,t)
adalah teganganinduksi pada saluran akibat potensial skalar 
i
 )
pada medan.R adalah resistansi, L adalah induktansi, dan C adalahkapasitansi per unit. Tegangan total
u(x,t)
pada saluranadalah:
 ),,0,( ),(),(
0
dz  z  x A  xu xu
hi z 
+=
∫ 
ϕ 
 (3)
 Proceeding Seminar Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro FTI-ITSHalaman 1 dari 6 halaman
 
Gambar 2.
Representasi Terjadinya Tegangan Induksi Petir padaSaluran Transmisi
Gambar 3.
Representasi Coupling Model Rusck pada SaluranTransmisi
Untuk menyederhanakan proses dalam mendapatkansolusi akhir, Rusck memberikan asumsi bahwa medan listrik, potensial skalar dan vektor antara tanah (
 ground 
) dan tinggisaluran adalah konstan dan sama dengan permukaan tanah.Dengan perkiraan ini, solusi akhir yang ditemukan olehRusck adalah: 
  ++++=
2222200
()((1)(4),(
β β β β π ζ  
 xc x xc xch I  xv
      +++++++++
2222 2222
/)()( )(1)(
γ  β β β 
 xc xc x xc xc
 (4)dengan
2
11
β γ  
=
Persamaan tegangan induksi petir terhadap fungsi waktudirumuskan sebagai berikut:
       +++=
11/1)/(1 24)(
2222200
cccch I v
β  β  β  β  π  ζ  
 (5)Sedangkan untuk mendapatkan besarnya tegangan puncak dari tegangan induksi petir diperoleh dari persamaan:
      +=
200max
5.01 1211
β β 
h I  Z V  
 
(6)dengan
==
3041
000
ε  µ π 
 Z 
max
= tegangan puncak induksi petir (Volt)
 Z 
0
 
= impedansi pada ruang hampa (ohm)
 I 
0
= arus puncak petir (kA)
= jarak antar saluran transmisi (m)
c
= kecepatan cahaya (m/s)
h
= tinggi menara transmisi (m)
 β 
= rasio antara kecepatan sambaran balik dankecepatan cahaya
IV. ANALISIS TEGANGAN PUNCAK INDUKSIPETIR 4.1Simulasi Menggunakan ATP-EMTP
Pada tugas akhir ini, model saluran transmisi danmenara disimulasikan dengan ATP-EMTP. Model yangdisimulasikan dapat dilihat pada gambar 4. Pada saluran iniakan dianalisa tegangan lebih akibat induksi petir padamenara transmisi terhadap sambaran petir yang memilikinilai arus puncak 10–120 kA. Dengan menempatkanVoltmeter pada setiap 300 meter jarak saluran transmisi,akan dapat menunjukkan tampilan berupa tegangan lebihtransien pada saluran transmisi yang terkena sambaraninduksi petir.
Gambar 4.
Pemodelan Sistem pada ATP-EMTP
4.2Pengaruh Jarak Sambaran Petir
Pada simulasi ini, jarak antar menara transmisi adalah300 meter. Pada tiap jarak 300 meter dipasang voltmeter. V1menunjukkan voltmeter yang dipasang pada jarak 300 meter dari pusat sambaran petir, V2 pada jarak 600 meter, danseterusnya sampai V6 pada jarak 1800 meter. Hasil keluaran berupa tegangan lebih akibat induksi petir saat arus puncak 
 Proceeding Seminar Tugas Akhir Jurusan Teknik Elektro FTI-ITSHalaman 1 dari 6 halaman

Activity (31)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Hadie Prayoga liked this
Dirus Citragotra liked this
Imam Hidayat liked this
apo_takok4728 liked this
Rimbawati liked this
Fred S. Rick liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->