Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
11Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Agatha Christie-Mayat Misterius

Agatha Christie-Mayat Misterius

Ratings: (0)|Views: 167 |Likes:
Published by enthog_146133

More info:

Published by: enthog_146133 on Jan 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/23/2013

pdf

text

original

 
 
1
BBSC 
 
Scanned ebook ini hanya untuk pelestarian buku dari kemusnahan.DILARANG MENGKOMERSILKANatau hidup anda mengalami ketidakbahagiaan
.Convert to Word , LIT , PDF, PRC by ben99
 
 Agatha Christie
MAYAT MISTERIUS
Penerbit PT Gramedia Jakarta, 1989
 
THE CLOCKS
by Agatha ChristieCopyright © Agatha Christie Ltd.
1963
MAYAT MISTERlUSAlihbahasa: Julanda Tantani GM 402 89.45SHak cipta terjamahan Indonesia: Penerbit PT Gramedia,
 Jln
Palmeral, Selatan
11,
 Jakarta 10270Sampul dikerjakan oleh Floren
Diterbitkan
pertama kali oleh Penerbit PT Gramedia,anggota IKAPI, Jakarta, Maret 1989Hak cipta dilindungi
oleh
undang-undang, Dilarang, mengutip ,atau memperbanyak sebagian atau seluruh isi buku initanpa izin tertulis dari Penerbit.Perpustakaan Nasional : katalog dalam terbitan (KDT)CHRISTIE, Agatha
Mayat Misterius
 / Agatha Christie ; alih bahasa, Julanda Tantani. -
 Jakarta
: Gramedia,
1989.
408 hal. ; 18 cm.
 Judul
asli : The Clocks.(ISBN
979
-403-455-X.
 J
.
 
fiksi Inggris.
I
.
 
 Judul.
II
.
 
Tantani, Julanda
.
 
 
Untuk sahabatku MARIODengan kenangan manis atas hidangan lezat di CAPRICE
PROLOG
S
IANG
tanggal 9 September itu sama sekaJi tak berbeda dengan siang-siang lainnya. Tak seorang pun yang bakal terlibat dalamkejadian di hari itu dapat menyatakan bahwa dia mempunvai praduga tentang akan adanya kecelakaan. (Kecuali Mrs. Packer yang tinggaldi Wilbraham Crescent No. 47. Dia sangat peka akan hai-hal yang bakal terjadi dan sesudahnya dia selalu menggambar-kan ramalan-iamalan dan getaran-getaran yang mengungkung dirinya itu dengan panjang lebar. Tetapi mestinya dia tak bisa punya praduga apa puntentang kejadian-kejadian di rumah nomor 19 yang terletak jauh dari tempat tinggalnya.)
 
Di Biro Sekretaris dan Pengetikan Cavendish, bagi Miss
K.
Martindale, pimpinannya» tanggal 9 September itu adalah hari yangmembosankan. Dering telepon, bunyi mesin tik, tekanan bisnis yang selalu sama saja setiap hari, tak ada sesuatu pun yang bisa menarikhatinya. Pokoknya hari itu sampai pukul 2.35 siang, semuanya tampak seperti hari-hari lainnya.Pukul 2.35 siang Miss Martindale menekan
interkom dan Edna Brent di kantor bagian luar menjawabnya dengan suara yang berdesalidan sengau, sambil memindahkan permen coklatnya ke bagian samping mulut. "Ya, Miss Martindale?"
"Edna.—bukan 
begitu cara yang kuajarkan kalau berbicara di telepon. Berbicaralah
yang jelas 
dan
sembunyikan 
desahan napasmu.""Maaf, Miss Martindale.""Begitu lebih baik. Kau bisa kalau mau. Tolong panggilkan Sheila Webb kemari.""Dia belum kembali dari makan siang, Miss Martindale.""Ah.** Mata Miss Martindale melayang ke jam di atas mejanya. Pukul 2.36. Enam menit terlambat. Sheila Webb selalu terlambatakhir-akhir ini. "Begitu kembali, suruh dia kemari.""Ya, Miss Martindale."Edna mengembalikan permen coklatnya ke bagian tengah lidah dan mulai mengulumnya, sambil melanjutkan ketikannya,
Naked Love,
karangan Armand Levine. Kisah cinta yang memuakkan itu sama sekali tak menarik hatinya—juga bagi kebanyakan pembacakarangan Mr. Levine. Dia adalah contoh dari kenyataan bahwa tak ada hal yang lebih memuakkan daripada pornografi. Di balik jasdan gelarnya yang provokatif, penjualan bukunya menurun terus dan rekening tagihan ketikannya yang terakhir sudah tiga kalidikirimkan.Pintu terbuka dan masuklah Sheila Webb, sambil sedikit terengah-engah."Sandy Cat memanggilmu," kata Edna.Sheila Webb mengernyitkan dahinya."Sial benar—pada hari aku terlambat kembali!*'Dia merapikan rambutnya, mengambil notes dan pensil, dan mengetuk pintu ruang pimpinannya.Miss Martindale mendongak dari meja kerjanya. Dia seorang wanita berumur empat puluh tahunan, dan sikapnya selalu efisien.Dia dipanggil Sandy Cat karena rambutnya yang pucat kemerah-merahan dan nama kecilnya Katherine."Kau terlambat, Miss Webb.""Maaf, Miss Martindale. Bis-bis penuh semua.""Bis-bis memang selalu penuh pada jam-jam begini. Kau juga mengetahuinya.'* Lalu dia melihat catatan di notesnya. "MissPebmarsh menelepon tadi. Dia membutuhkan seorang stenografcr pada pukul tiga. Dia khusus memintamu. Apakah kau pernahbekerja untuknya sebelum ini?""Saya tidak ingat, Miss Martindale. Paling tidak, bukan akhir-akhir ini.*'"Ini alamatnya. Jalan Wilbraham Crescent No. 19.""Saya rasa saya belum pernah ke sana."Miss Martindale melihat jam."Jam tiga. Masih keburu. Ada perjanjian lain siang ini? Oh, ya," matanya menyusuri buku agendanya. "Profesor Purdy di HotelCurlew. Jam lima. Kau harus kembali sebelum jam lima. Jika tidak, saya akan mengitim janet."Dia menganggukkan kepala sebagai isyarat menyuruh keluar, dan Sheila pun keluar menuju luang kantor bagian luar."Ada yang menarik, Sheila?""Sama sekali tidak. Cuma seorang wanita tua di Wilbraham Crescent. Dan* Profesor Purdy pada jam lima—nama-nama kuno yangmemuakkan! Kadang-kadang aku berharap agar terjadi sesuatu yang menarik."Pintu Miss Martindale terbuka. 'Ada catatan untukmu, Sheila. Jika Miss Peb-marsh belum kembali setibanya kau di sana, kau harusmasuk ke dalam, pintunya tidak dikunci. Masuklah dan pergilah ke ruangan di sebelah kanan gang dan tunggulah. Apakah kau bisamengingatnya atau haruskah saya tuliskan semuanya?*'"Saya bisa mengingatnva, Miss Martindale." Miss Martindale kembali ke ruangannya yang suci .Edna Brent merogoh ke bawah kursinya dan diam-diam mengambil sebuah sepatu yang agak mengkilap dan sebuah tumit sepatu yang runcing, yang terlepas dari sepatunya."Bagaimana aku bisa pulang?" keluhnya."Oh, jangan rewel dong—kita pikirkan carany a nanti," kata salah satu dari gadis-gadis lainnya, dan melanjutkan ketikannya.

Activity (11)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Hami Sibagariang liked this
nana munawar liked this
Izul D'aisyz liked this
suarku liked this
Fedrika Liyanti liked this
nerailkobah liked this
nerailkobah liked this
Agus Kristiyanto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->