Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
34Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Guru

Standar Kualifikasi Akademik Dan Kompetensi Guru

Ratings: (0)|Views: 8,040|Likes:
Published by Rudi Hartono

More info:

Published by: Rudi Hartono on Jan 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/14/2013

pdf

text

original

 
STANDAR KUALIFIKASI AKADEMIK DAN KOMPETENSI GURURodi Hartono, M.Pd.
PENDAHULUAN
Pendidikan yang bermutu memiliki kaitan kedepan (
 Forward linkage
) dankaitan kebelakang (
 Backward linkage
).
 Forward linkage
berupa bahwa pendidikanyang bermutu merupakan syarat utama untuk mewujudkan kehidupan bangsa yangmaju, modern dan sejahtera. Sejarah perkembangan dan pembangunan bangsa- bangsa mengajarkan pada kita bahwa bangsa yang maju, modern, makmur, dansejahtera adalah bangsa-bangsa yang memiliki sistem dan praktik pendidikan yang bermutu. Backward linkage berupa bahwa pendidikan yang bermutu sangattergantung pada keberadaan guru yang bermutu, yakni guru yang profesional,sejahtera dan bermartabat.Karena keberadaan guru yang bermutu merupakan syarat mutlak hadirnyasistem dan praktik pendidikan yang berkualitas, hampir semua bangsa di dunia iniselalu mengembangkan kebijakan yang mendorong keberadaan guru yang berkualitas. Salah satu kebijakan yang dikembangkan oleh pemerintah di banyak negara adalah kebijakan intervensi langsung menuju peningkatan mutu danmemberikan jaminan dan kesejahteraan hidup guru yang memadai. Beberapa negarayang mengembangkan kebijakan ini bisa disebut antara lain Singapore, KoreaSelatan, Jepang, dan Amerika Serikat. Negara-negara tersebut berupayameningkatkan mutu guru dengan mengembangkan kebijakan yang langsungmempengaruhi mutu dengan melaksanakan sertifikasi guru. Guru yang sudah adaharus mengikuti uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikat profesi guru.Indonesia pada tahun 2005 telah memiliki Undang-Undang Guru dan Dosen,yang merupakan kebijakan untuk intervensi langsung meningkatkan kualitaskompetensi guru lewat kebijakan keharusan guru memiliki kualifikasi Strata 1 atauD4, dan memiliki sertifikat profesi. Dengan sertifikat profesi ini pula guru berhak mendapatkan tunjangan profesi sebesar 1 bulan gaji pokok guru. Di samping UUGD juga menetapkan berbagai tunjangan yang berhak diterima guru sebagai upaya peningkatan kesejahteraan finansial guru. Kebijakan dalam UUGD ini pada intinyaadalah meningkatkan kualitas kompetensi guru seiring dengan peningkatkankesejahteraan mereka.1
 
Sudah barang tentu, setelah cukup lama melakukan sosialisasi UUGD ini, patut mulai dipertanyakan apakah sertifikasi akan secara otomatis meningkatkankualitas kompetensi guru, dan kemudian akan meningkatkan mutu pendidikan?Adakah jaminan bahwa dengan memiliki sertifikasi, guru akan lebih bermutu?
STANDAR KUALIFIKASI
Undang-undang Guru dan Dosen merupakan suatu ketetapan politik bahwa pendidik adalah pekerja profesional, yang berhak mendapatkan hak-hak sekaliguskewajiban profesional. Dengan itu diharapkan, pendidik dapat mengabdikan secaratotal pada profesinya dan dapat hidup layak dari profesi tersebut.Dalam UUGD ditentukan bahwa seorang:
Pendidik wajib memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi pendidisebagai agen pembelajaran.
Kualifikasi akademik diperoleh melalui pendidikan tinggi program sarjana(S1) atau program diploma empat (D-IV) yang sesuai dengan tugasnyasebagai guru untuk guru dan S-2 untuk dosen.
KOMPETENSI GURU
Kompetensi Guru merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan, dan perilaku yang harus dimiliki, dihayati, dikuasai, dan diaktualisasikan oleh Gurudalam melaksanakan tugas keprofesionalan. Undang-Undang No. 14 Tahun 2005tentang Guru dan Dosen. Pada BAB IV Kualifikasi dan Kompetensi, Pasal 7 ayat (2), berbunyi: Kompetensi guru sebagai agen pembelajaran meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan kompetensi profesionalyang diperoleh melalui pendidikan profesi guru.Kompetensi Guru tersebut bersifat menyeluruh dan merupakan satu kesatuan yangsatu sama lain saling berhubungan dan saling mendukung.Kompetensi pedagogik yang dimaksud dalam makalah ini yakni antara lain kemampuan pemahaman tentang peserta didik secara mendalam dan penyelenggaraan pembelajaran yang mendidik.Pemahaman tentang peserta didik meliputi pemahaman tentang psikologi perkembangan anak sedangkan Pembelajaran yang mendidik meliputi kemampuanmerancang pembelajaran, mengimplementasikan pembelajaran, menilai proses danhasil pembelajaran, dan melakukan perbaikan secara berkelanjutan.Sedangkanmenurut PP tentang Guru, bahwasanya kompetensi pedagogik Guru merupakankemampuan Guru dalam pengelolaan pembelajaran peserta didik.
 
 
Dimensi-dimensi Kompetensi Guru
Menurut Undang-undang No.14 tahun 2005 tentang Guru Dan Dosen pasal 10 ayat(1) kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian,kompetensi sosial, dan kompetensi profesional yang diperoleh melalui pendidikan profesi.
 Kompetensi Pedagogik 
1.Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, sosial, kultural,emosional, dan intelektual2.Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik.3.Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan bidang pengembangan yangdiampu.4.Menyelenggarakan kegiatan pengembangan yang mendidik 5.Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan penyelenggaraan kegiatan pengembangan yang mendidik 6.Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki.7.Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik.8.Menyelenggarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar 9.Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran10.Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaranDalam Undang-undang No. 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosendikemukakan kompetensi pedagogik adalah “kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik”. Depdiknas (2004:9) menyebut kompetensi ini dengan “kompetensi pengelolaan pembelajaran. Kompetensi ini dapat dilihat dari kemampuanmerencanakan program belajar mengajar, kemampuan melaksanakan interaksi ataumengelola proses belajar mengajar, dan kemampuan melakukan penilaian.
 Kompetensi Menyusun Rencana Pembelajaran
Menurut Joni (1984:12),kemampuan merencanakan program belajar mengajar mencakup kemampuan: (1)merencanakan pengorganisasian bahan-bahan pengajaran, (2) merencanakan pengelolaan kegiatan belajar mengajar, (3) merencanakan pengelolaan kelas, (4)merencanakan penggunaan media dan sumber pengajaran; dan (5) merencanakan3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->