konselor sebagai worthy imulation, maka klien meniru sikap-sikap, nilai, kepercayaan dantingkah laku konselor. Dengan demikian konselor harus ada peran penting yang mereka mainkandalam proses pengidentifikasian. Bagi konselor peran dan fungsi yang paling berat adalahmenjadi model bagi klien.
3.Pengalaman Klien dalam Konseling
Salah satu dari sumbangan-sumbangan unik konseling behavioral adalah bahwakonseling behavioral memberi suatu sistem prosedur yang tersusun dengan baik kepada konselor untuk diterapkan dalam konteks peran yang tersusun dengan baik pula. Konseling ini jugamemberi peran kepada klien dengan menekankan pentingnya kesadaran dan partisipasi kliendalam proses terapiotik.Kien harus dilibatkan secara aktif dalam pemilihan dan penentuan tujuan harus memilikimotivasi untuk berubah dan harus mau bekerjasama dalam melaksanakan kegiatan-kegiatantelaah biotik baik didalam maupun diluar situasi konseling.
D.Mekanisme Pengubahan Tingkah Laku
1.Tahap-tahap konseling a.Assesment
Tujuan tahap ini adalah untuk menentukan apakah yang dilakukan oleh kilen saat ini.Aktivitas nyata, perasaan, nilai-nilai dan fikiran klien saat ini merupakan item-item yang adadalam assesment. Assesment menekankan pada kelebihan atau kekuatan klien daripadakelemahannya, tahap ini diperlukan untuk mendapatkan informasi yang menggambarkanmasalah yang dihadapi klien.
b. Goal Setting
Konselor bersama klien menyusun tujuan yang dapat diterima berdasarkan informasiyang telah disusun dan dianalisis. Tujuan ini sangat penting dalam konseling behavioral sebabtujuan akan menjadi penuntun aktivitas belajar.
c. Teknik Implemetasi
Setelah tujuan konseling yang dapat diterima dirumuskan, konselor dan klien harusmenentukan strategi belajar yang terbaik untuk membantu klien mencapai perubahan tingkahlaku yang diinginkan.
d. Evaluasi terminasi
Evaluasi konseling behavioral merupakan proses yang berkesinambungan. Evaluasidibuat atas dasar apa yang klien perbuat. Tingkah laku klien digunakan sebagai dasar untuk mengevaluasi efektifitas konselor dan efektivitas tertentu dari teknik yang digunakan.Terminasi lebih dari sekedar stoping konseling, yang meliputi :1. Menguji apa yang dilkaukan oleh klien terakhir.2. Eksplorasi kemungkinan konseling tambahan.3. Membantu klien dalam mentransfer apa yang dipelajari dalam konseling tingkah lakuklien.4. Memantau secara terus menerus tingkah laku klien.
2.Teknik Konseling a. Memperkuat tingkah laku
Shapping
Adalah metode mengajarkan tingkah laku dengan terus menerus melakuakanaproksimasi dan membuat rantai hubungan. Shapping dilakukan melalui pendekatan berangsur, dimana dalam proses itu ada tingkh laku yang direinforce dan ada yang tidak.Melalui aproksimasi ini tingkah laku secara bertahap menjadi didekati sehingga akhirnyadapat dibentuk tingkah laku yang diharapkan. Contoh : seorang laki-laki yang takut berhubungan dengan wanita, tetapi menginginkan seorang pacar.3