Fiqh menurut Muhammad Sallam Madkur, semula mempunyai ruang lingkup yangsama dengan pengertian syari'at, meliputi hukum, aqidah, amaliah dan akhlak.Kemudian setelah wilayah Islam makin luas dan semakin banyak pula jumlahpemeluknya dari berbagai bangsa, timbul masalah-masalah yang memerlukanfatwa hukumnya, maka istilah fiqh dipakai khusus untuk suatu cabang ilmu dariilmu syari'at. Yakni ilmu yang membahas hukum-hukum syara' yang berkenaandengan amaliyah saja yang diambil dari dalil-dalil yang terperinci.Fiqh pada masa awal Islam mencakup pemahaman seluruh ajaran Islam secaraumum. Dalam hal ini fiqh identik dengan syari'ah dalam arti umum, karenamencakup semua hukum-hukum agama baik yang berhubungan dengan aqidah,ibadah dan akhlak. Semuanya disebut fiqh tanpa ada perbedaan. Hal ini nampak jelas dari firman Allah SWT :…. Hendakkalah tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untukmemperdalam pengetahuan mereka tentang agama….D. Perbedaan Syari’ah dan FiqhSebagian ulama ada yang membedakan secara dikotomi antara syariah dan fiqh.Syariah hanya terbatas pada hal-hal yang bersumber dari al-Qur'an dan Sunah saja.Sedangkan fiqh merupakan hasil ijtihad / produk pemikiran para fuqaha yangmenetapkan hukum berdasarkan dalilnya. Mereka menghilangkan sifat sakral ( darihasil ijtihad fuqaha ). Perbedaan ini akan berakibat pada penghapusan fiqh secaramenyeluruh dan melepaskan kendali hawa nafsu untuk menetapkan hukum.Syariat dan fiqh tidak dapat dibedakan secara dikotomi karena keduanya identik.Syariah dalam arti umum identik dengan agama dan artinya yang khusus identikdengan fiqh. Syariah bagaikan klise sedangkan fiqh bagaikan pas photonya karenahukum sebagian diambil dari fiqh dan sebagian besar secara global diambil dari al-Qur'an dan diperjelas sebagian oleh hadis Nabi SAW secara lansung, dan sebagianadalah hasil pemahaman produk pemikiran fuqaha melalui ijtihad denganmenggunakan dalil dzanny.Syariah dalam arti umum identik dengan agama (al-din), yakni semua peraturanAllah untuk memperoleh kemaslahatan hamba-Nya baik sebagai ajaran pokok