Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
138Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Sistem Pemerintahan Arab Saudi

Sistem Pemerintahan Arab Saudi

Ratings: (0)|Views: 15,351 |Likes:
Published by awanygx

More info:

Published by: awanygx on Jan 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/29/2013

pdf

text

original

 
Sistem Pemerintahan
Ayat 1 dalam Undang-undang ini menyebutkan bahwa: "Kerajaan Saudi Arabiaadalah Negara Arab Islam, memiliki kedaulatan penuh, Islam sebagai agama resmi,undang-undang dasarnya Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah Shallallaahu Alaihi Wa Sallam,bahasa resmi Bahasa Arab, dan ibukotanya Riyadh". Dan ayat 5 menyebutkan bahwasistem pemerintahan di Saudi Arabia adalah Kerajaan atau Monarki. Sedang ayat-ayatlainnya menyebutkan tentang sendi-sendi yang menjadi landasan bagi sistempemerintahan di Saudi Arabia, lingkungan resmi yang mengaturnya, unsur-unsurfundamental masyarakat Saudi, prinsip-prinsip ekonomi umum yang dilaksanakanKerajaan, jaminan Negara terhadap kebebasan dan kehormatan atas kepemilikan khusus,perlindungan atas hak-hak asasi manusia sesuai dengan hukum-hukum Syariat Islam.Undang-undang juga menetapkan hak dan kewajiban Negara, dan hubungannya denganNegara-negara lain, serta Negara memberikan perhatian terhadap ilmu pengetahuan dansastra, dan menyediakan perawatan kesehatan. Di samping itu, hukum-hukum tentanglayanan kemiliteran dan kewajiban warga negara dalam mempertahankan aqidah Islam,masyarakat dan tanah air. Undang-undang juga menetapkan hal-hal yang berhubungandengan kepemerintahan, kehormatan tempat tinggal dan sanksi, hak suaka politik,kewajiban dan hak warga negara asing yang bertempat tinggal di Saudi Arabia maupunyang sedang melakukan kunjungan.Undang-undang menetapkan pula tentang kekuasaan Negara baik yang bersifat judikatif, eksekultif maupun regulatif, dengan mengisyaratkan bahwa pengadilanmerupakan kekuasaan yang berdiri sendiri berada di bawah kekuasaan Syariat Islam,sebagaimana menetapkan pembentukan Majelis Syura, serta mencakup urusan keuangannegara dan lembaga pengawasan.
Undang-undang tentang Pemerintahan, Syura dan Daerah
Untuk menyempurnakan regulasi negara atas dasar Syariat Allah, pada tanggal 27Sya'ban 1412 H bertepatan dengan tanggal 1 Maret 1992 M, Pelayan Dua Kota Suci RajaFahd Bin Abdul Aziz
rahimahullah
mengeluarkan Undang-undang tentang SistemPemerintahan, Syura (Permusyawaratan) dan Daerah untuk mengatur berbagai macamkehidupan di Kerajaan Saudi Arabia.
Sistem Majelis Syura
Sebagai pengamalan firman Allah Ta'ala : "
Sedang urusan mereka (diputuskan) denganmusyawarah antara mereka
" (QS. 42:38), dan mencontoh Rasulullah
Shallallaahu Alaihiwa Sallam
dalam bermusyawarah dengan sahabat-sahabat beliau serta anjuran beliaukepada ummatnya untuk bermusyawarah, maka Sistem Majelis Syura(Permusyawaratan) adalah untuk memberikan pendapat tentang Kebijakan-kebijakanUmum Negara yang dilimpahkan kepadanya dari Perdana Menteri. Majelis ini secarakhusus berhak mendiskusikan tentang rancangan umum pembangunan ekonomi dansosial, serta memberikan pendapat terhadapnya; mengkaji undang-undang, peraturan,
 
perjanjian, kesepakatan internasional, dan berbagai konsesi, serta mengajukan usulanberkenaan dengannya. Juga memberikan penafsiran terhadap perundang-undangan,mendiskusikan berbagai laporan tahunan yang disampaikan oleh Kementerian danLembaga Pemerintah lainnya serta memberikan usulan-usulan yang dipandang perlu.Ketika Saudi Arabia telah mencapai suatu kondisi yang menonjol dalam bidangpembangunan, Pelayan Dua Kota Suci Raja Fahd bin Abdul Aziz
rahimahullah
melakukan pembaruan sistem dalam negeri dengan mengumumkan dalam pidatonyayang bersejarah yang beliau sampaikan pada tanggal 27/8/1412 H tentang penetapantiga sistem: Pemerintahan, Majelis Syura, dan Daerah.Reformasi Sistem Majelis Syura tersebut merupakan pembaruan danpengembangan dari apa yang telah ada, melalui penguatan bingkai Majelis, sarana danmetodenya dari segi kemampuan, regulasi dan vitalisasi sejalan dengan kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh Saudi Arabia pada dekade terakhir dalam berbagai bidang,agar sesuai dengan realita zaman, serta seiring dengan kondisi dan keberhasilannya.Dan langkah ini merupakan suatu deklarasi dimulainya fase baru bagi sejarah Syurayang sudah lama keberadaannya di KSA (Kerajaan Saudi Arabia).Pelayan Dua Kota Suci Raja Fahd telah memperkokoh sendi-sendi Syura di SaudiArabia dengan mengeluarkan sistem yang baru untuk Majelis Syura tertanggal 27/8/1412H sebagai ganti sistem yang lama tahun 1347 H, dan mengesahkan Peraturan InternMajelis dan ketentuan-ketentuan umum yang menyertainya pada tanggal 3/3/1414 H,kemudian pada Sidang Majelis I menetapkan untuk Majelis seorang ketua dan 60anggota. Sedang pada Sidang II, Majelis menjadi teridiri dari seorang ketua dan 90anggota. Pada Sidang III, Majelis berubah terdiri dari seorang ketua dan 120 anggota.Lalu pada Sidang IV terdiri dari seorang ketua dan 150 anggota yang mereka itu berasaldari para ulama, pakar dan spesialis dalam bidangnya.Pada tanggal 26/6/1426 H = 1/8/2005 M Pelayan Dua Kota Suci Raja Abdullah binAbdul Aziz
waffaqahullah
memegang tampuk pemerintahan, beliau memberikanperhatian yang sangat penuh terhadap Majelis ini dengan mendukung langkah-langkahnya dan memperkuat tujuan-tujuannya sejak beliau menjadi Putra Mahkota,dimana beliau menyampaikan pidato mewakili Raja pada permulaan tugas tahunanMajelis dalam Sidang Majelis III dan IB, di samping dukungan yang beliau lakukan kepadaMajelis melalui revisi beberapa materi Undang-undang Majelis agar sesuai denganberbagai perubahan positif yang senantiasa muncul, yang dialami oleh KSA untukmewujudkan kesejahteraan bagi tanah air dan rakyat.Para elit yang menjadi anggota dalam Majelis yang baru, selama keempatsidangnya, telah menunjukkan kualifikasi mereka dengan menghasilkan pekerjaan-pekerjaan besar dan keputusan-keputusan penting dalam waktu yang cukup singkat.
Komisi-komisi Majelis Syura
1. Komisi Urusan Keislaman, Peradilan dan Hak Asasi Manusia.
 
2. Komisi Urusan Sosial, Keluarga dan Pemuda.3. Komisi Urusan Ekonomi dan Energi.4. Komisi Urusan Keamanan.5. Komisi Administrasi, SDM dan Petisi.6. Komisi Urusan Pendidikan dan Riset.7. Komisi Urusan Kebudayaan dan Informasi.8. Komisi Urusan Luar Negeri.9. Komisi Perairan, Infrastruktur dan Layanan Umum.10. Komisi Urusan Kesehatan dan Lingkungan.11. Komisi Urusan Keuangan.12. Komisi Tranportasi, Telekomunikasi, dan Teknologi Informasi.
Administrasi Pemerintahan
Administrasi pemerintahan terdiri dari Kabinet yang dibentuk pada tahun1373H/1953M. Majelis ini sekarang mencakup sejumlah departemen yang berkompeten,seperti: Pertahanan, Luar Negeri, Dalam Negeri, Keuangan, Ekonomi dan Perencanaan,Perminyakan dan Pertambangan, Kehakiman, Urusan Islam, Wakaf, Dakwah danBimbingan, Pendidikan dan Pengajaran, Pendidikan Tinggi, Kebudayaan dan Informasi,Perdagangan dan Perindustrian, Air dan Listrik, Pertanian, Pekerjaan, Urusan Sosial,Komunikasi dan Teknologi Informasi, Urusan Kota dan Pedesaan, Haji, dan Layanan Sipil.
Administrasi Pemerintahan
Administrasi pemerintahan terdiri dari Kabinet yang dibentuk pada tahun1373H/1953M. Majelis ini sekarang mencakup sejumlah departemen yang berkompeten,seperti: Pertahanan, Luar Negeri, Dalam Negeri, Keuangan, Ekonomi dan Perencanaan,Perminyakan dan Pertambangan, Kehakiman, Urusan Islam, Wakaf, Dakwah danBimbingan, Pendidikan dan Pengajaran, Pendidikan Tinggi, Kebudayaan dan Informasi,Perdagangan dan Perindustrian, Air dan Listrik, Pertanian, Pekerjaan, Urusan Sosial,Komunikasi dan Teknologi Informasi, Urusan Kota dan Pedesaan, Haji, dan Layanan Sipil.
Sistem Peradilan
Peradilan di KSA memperoleh independensi secara penuh dan hukum-hukumnyabersumber kepada kitab suci Al-Qur`an dan Sunnah Nabi
shallallahu 'alaihi wasallam
.Dalam berbagai urusan syar'i peradilan merujuk kepada Majelis Peradilan Tinggi yangbertugas meneliti nash-nash peradilan dan hukum-hukum hudud dan qisas, danmembawai seluruh mahkamah syar'iyah yang tersebar di penjuru negeri. Lembagaperadilan dan kehakiman terdiri dari: Mahkamah Umum, Mahkamah Khusus, LembagaKasasi dan Notariat. Adapun dalam persoalan-persoalan tata usaha negara maka di sanaada lembaga khusus yang menanganinya. Yang terpenting, diantaranya, ialah “Diwan al-Mazhalim” yaitu lembaga pengadilan yang berhubungan langsung dengan Raja, yangperhatiannya terfokus pada penyelesaian berbagai persoalan perselisihan yang diajukanterhadap lembaga pemerintahan.
Hak-hak Asasi Manusia
KSA dalam segala urusan kehidupan mengambil petunjuk dari manhaj yang lurusyang telah ditentukan oleh Al-Qur`an Al-Karim dan Sunnah Nabi
shallallahu 'alaihiwasallam
. Dan sesuai dengan hal itu Kerajaan melindungi hak-hak setiap warga negara

Activity (138)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Meilly AR liked this
Farah Qoonita liked this
Nuyz Niezh added this note
makasih:)
Dahlia Tambajong liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->