Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Asal Usul Istana Tampak Siring Bali Berkunjung

Asal Usul Istana Tampak Siring Bali Berkunjung

Ratings: (0)|Views: 2,733 |Likes:
Published by RIANDRIANI

More info:

Published by: RIANDRIANI on Jan 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2012

pdf

text

original

 
BAB III S I
Asal Usul Istana Tampak Siring Bali
Berkunjung ke Bali Anda tidak melulu harus berwisata ke pantai. Ada baiknya Anda juga mengunjungi Istana Tampak Siring, Kabupaten Giayar, Bali.Istana bersejarah itu dibangun pada dua masa, yakni pada 1957 dan 1963.Pada 1957 di kompleks ini dibangun Wisma Merdeka dan Wisma Yudistira.Sedangkan 1963, pembangunan tahap kedua merampungkan dua gedung utamalainnya, yakni Wisma Negara dan Wisma Bima serta Gedung Serbaguna yang biasa digunakan untuk konferensi.Istana yang dibangun oleh seorang arsitek bernama RM Soedarso ini berasal dari dua suku kata dalam bahasa Bali, yakni tampak dan siring. Tampak  berarti telapak dan siring yang berarti miring. Nama tersebut dikaitkan denganlegenda masyarakat setempat tentang kisah Raja Mayadenawa yang dikenal pandai dan sakti. Namun karena kelancangannya mengangkat diri sebagai dewa yang harusdisembah oleh rakyatnya, Betara Indra mengutus bala tentaranya untuk menyerang Raja Mayadenawa. Serangan ini membuat Mayadenawa melarikandiri ke hutan. Untuk menyamarkan jejaknya Mayadenawa sengaja berjalanmiring dengan cara memiringkan telapak kakinya.Sayangnya usaha Mayadenawa untuk mengelabuhi bala tentara kirimanBetara Indra gagal, jejaknya diketahui. Dengan sisa-sisa kesaktiannya,Mayadenawa mencoba melawan bala tentara tersebut dengan menciptakan mataair beracun.3
 
Betara Indra kemudian menciptakan sumber mata air penawar yangdisebut sebagai Tirta Empul (air suci). Wilayah pelarian Raja Mayadenawatersebut kini dikenal dengan Tapak Siring.Istana yang dibangun di areal perbukitan dengan ketinggian 700 meter diatas permukaan laut itu terdapat jembatan yang dikenal dengan jembatan persahabatan. Para tamu kehormatan yang pernah melewati jembatan itu antaralain, Kaisar Hirihoto dari Jepang, Presiden Tito dari Yugoslavia, Ho Chi Minhdari Vietnam, serta Ratu Juliana dari Belanda.
Arsitektur Khas Bali Istana Tampak Siring
Berbeda dengan bangunan-bangunan Istana Kepresidenan yangdidirikan pada masa penjajahan Belanda, Istana Tampaksiringmenonjolkan ciri keindonesiaan yang sangat kental. Tidak ada pilar-pilar  besar yang menampilkan kesan agung dan kemewahan seperti IstanaKepresidenan Jakarta atau Istana Bogor. Rancang bangun IstanaTampaksiring juga sangat fungsional, menonjolkan kesederhanaan danfungsinya sebagai wisma peristirahatan. Batu-batu alam dan batubata haluskhas Bali sengaja ditonjolkan untuk menciptakan corak kedaerahan. Ukiran batu paras dan tiang-tiang kayu gaya Bali terasa padu dalam konseparsitekturnya, bukan sebagai elemen tambahan yang ditempelkan.Konstruksi beton digunakan untuk menerjemahkan rancang-bangunyang menuntut bentangan-bentangan lebar. Semua bahan kayu jati serta bahan-bahan bangunan lainnya, kecuali pasir dan batubata, didatangkan dariJawa. Adapun elemen artistiknya, ukiran kayu dan batu, dikerjakan oleh paraseniman Bali. Paduan warna oranye muda, versi lembut dari warna natural batubata, dan abu-abu yang dipilih juga merupakan elemen kesamaan yangseakan tidak lekang dimakan zaman.4
 
Salah satu ciri arsitektur dari bangunan-bangunan Istana karya R.M.Soedarsono ini adalah penggunaan pipa-pipa sebagai susuran di beberapateras. Sekilas tampak seperti susuran kapal, namun sebetulnya pipa-pipa itu juga berfungsi sebagai saluran air. Pembangunan Istana Tampaksiring jugamempertimbangkan kondisi sosial lingkungan sekitar. Sebelum bangunandidirikan, dibuatlah sebuah pusat kesehatan masyarakat dan pos polisi diDesa Manukaya. Unit pembangkit listrik yang dibangun khusus untuk Istana pun ikut dinikmati masyarakat sekitar.Wisma Merdeka dan Wisma Negara merupakan dua bangunan dikompleks Istana Tampaksiring yang paling banyak menampilkan ciriarsitektur Bali. Beberapa bagian kedua wisma itu memakai dindingteterawangan, yaitu tembok dengan ukiran timbul dan berlubang khas Bali.Juga banyak dijumpai elemen arsitektur dari ukiran kayu yang dicat dengannuansa warna biru dan emas. Sedangkan atapnya terbuat dari sirip dengan pasangan biasa seperti pada perumahan kota. Wisma Merdeka memiliki pintu ukir khas Bali. Berdinding pigura hias bunga kayu khas Bali sepanjangdinding, dengan dominasi warna kuning emas yang megah. Sementarasemua patung dan lukisan Bali di Wisma Negara adalah patung dan lukisanyang terpilih.Balai Wantilan atau pendapa yang difungsikan sebagai tempat untuk  pergelaran kesenian, sepenuhnya dibangun mengikuti arsitektur tradisionalBali. Bangunan ini beratap ilalang dan tiang-tiangnya dari batang kelapa.Sesuai perkembangan zaman dan pertimbangan keamanan, tiang-tiang dari batang kelapa ini kemudian diganti dengan tiang beton yang mirip dengan bentuk batang kelapa. Di bagian depan balai ini tampak panggung pertunjukan seni yang berlatarkan pintu gapura Candi Bentar. Di kiri dankanan depan panggung terdapat patung burung garuda dan di bagian belakang ruangan berdiri patung kayu yang melukiskan raksasa Kumbakarnayang dikerubuti kera. Semuanya itu dipahat dari satu pokok kayu. Dinding5

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mita Kurniawati added this note
bagus ini...
Dexz Artha liked this
Pie Black liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->