Betara Indra kemudian menciptakan sumber mata air penawar yangdisebut sebagai Tirta Empul (air suci). Wilayah pelarian Raja Mayadenawatersebut kini dikenal dengan Tapak Siring.Istana yang dibangun di areal perbukitan dengan ketinggian 700 meter diatas permukaan laut itu terdapat jembatan yang dikenal dengan jembatan persahabatan. Para tamu kehormatan yang pernah melewati jembatan itu antaralain, Kaisar Hirihoto dari Jepang, Presiden Tito dari Yugoslavia, Ho Chi Minhdari Vietnam, serta Ratu Juliana dari Belanda.
Arsitektur Khas Bali Istana Tampak Siring
Berbeda dengan bangunan-bangunan Istana Kepresidenan yangdidirikan pada masa penjajahan Belanda, Istana Tampaksiringmenonjolkan ciri keindonesiaan yang sangat kental. Tidak ada pilar-pilar besar yang menampilkan kesan agung dan kemewahan seperti IstanaKepresidenan Jakarta atau Istana Bogor. Rancang bangun IstanaTampaksiring juga sangat fungsional, menonjolkan kesederhanaan danfungsinya sebagai wisma peristirahatan. Batu-batu alam dan batubata haluskhas Bali sengaja ditonjolkan untuk menciptakan corak kedaerahan. Ukiran batu paras dan tiang-tiang kayu gaya Bali terasa padu dalam konseparsitekturnya, bukan sebagai elemen tambahan yang ditempelkan.Konstruksi beton digunakan untuk menerjemahkan rancang-bangunyang menuntut bentangan-bentangan lebar. Semua bahan kayu jati serta bahan-bahan bangunan lainnya, kecuali pasir dan batubata, didatangkan dariJawa. Adapun elemen artistiknya, ukiran kayu dan batu, dikerjakan oleh paraseniman Bali. Paduan warna oranye muda, versi lembut dari warna natural batubata, dan abu-abu yang dipilih juga merupakan elemen kesamaan yangseakan tidak lekang dimakan zaman.4