Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
74Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
UU No 10 Tahun 2008 Tentang Pemilu

UU No 10 Tahun 2008 Tentang Pemilu

Ratings:

4.94

(157)
|Views: 13,585 |Likes:
Published by Agustian Piliang

More info:

Published by: Agustian Piliang on Apr 14, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/13/2013

pdf

text

original

 
NASKAH UU PEMILU TANGGAL 5 MARET 2008DOKUMEN INI DIPEROLEH DARI DPR-RI DAN DISALIN ULANG SESUAI ASLINYA
UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIANOMOR 10 TAHUN 2008TENTANGPEMILIHAN UMUM ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT,DEWAN PERWAKILAN DAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYATDAERAHDENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESAPRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa untuk memilih anggota Dewan Perwakilan Rakyat danDewan Perwakilan Rakyat Daerah sebagai penyalur aspirasipolitik rakyat serta anggota Dewan Perwakilan Daerah sebagaipenyalur aspirasi keanekaragaman daerah sebagaimanadiamanatkan dalam Pasal 22E ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, diselenggarakanpemilihan umum;b. bahwa pemilihan umum secara langsung oleh rakyat merupakansarana perwujudan kedaulatan rakyat guna menghasilkanpemerintahan negara yang demokratis berdasarkan Pancasiladan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945;c. bahwa dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 10 Tahun2006 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah PenggantiUndang-Undang Nomor 1 Tahun 2006 tentang Perubahan KeduaAtas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2003 tentang PemilihanUmum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan PerwakilanDaerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menjadi Undang-Undang dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentangPenyelenggara Pemilihan Umum
 
serta adanya perkembangandemokrasi dan dinamika masyarakat, maka Undang-UndangNomor 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum Anggota DewanPerwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan DewanPerwakilan Rakyat Daerah, perlu diganti;d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalamhuruf a, huruf b, dan huruf c, perlu membentuk Undang-Undangtentang Pemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat,Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan RakyatDaerah;Mengingat : 1. Pasal 1 ayat (2) dan ayat (3), Pasal 2 ayat (1), Pasal 5 ayat (1),Pasal 18 ayat (3), Pasal 19 ayat (1), Pasal 20, Pasal 22C ayat (1)dan ayat (2), Pasal 22E, Pasal 24, Pasal 24A, Pasal 24C, Pasal
 
 
NASKAH UU PEMILU TANGGAL 5 MARET 2008DOKUMEN INI DIPEROLEH DARI DPR-RI DAN DISALIN ULANG SESUAI ASLINYA
CETRO (Center for Electoral Reform)
2
27 ayat (1), Pasal 28C ayat (2), Pasal 28D ayat (1), dan Pasal 30ayat (4) Undang-Undang Dasar Negara Republik IndonesiaTahun 1945;2. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang PenyelenggaraPemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun2007 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara RepublikIndonesia Nomor 4721);3. Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2008 tentang Partai Politik(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 2,Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4801);
Dengan Persetujuan BersamaDEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIAdanPRESIDEN REPUBLIK INDONESIAMEMUTUSKAN:Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PEMILIHAN UMUM ANGGOTADEWAN PERWAKILAN RAKYAT, DEWAN PERWAKILANDAERAH, DAN DEWAN PERWAKILAN RAKYAT DAERAH.BAB IKETENTUAN UMUMPasal 1
Dalam Undang-Undang ini yang dimaksud dengan:1. Pemilihan Umum, selanjutnya disebut Pemilu, adalah sarana pelaksanaankedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas,rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesiaberdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara RepublikIndonesia Tahun 1945.2. Pemilu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, danDewan Perwakilan Rakyat Daerah adalah Pemilu untuk memilih anggotaDewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, Dewan PerwakilanRakyat Daerah provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerahkabupaten/kota dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkanPancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun1945.3. Dewan Perwakilan Rakyat, selanjutnya disebut DPR, adalah DewanPerwakilan Rakyat sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.4. Dewan Perwakilan Daerah, selanjutnya disebut DPD, adalah DewanPerwakilan Daerah sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.5. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, selanjutnya disebut DPRD, adalahDewan Perwakilan Rakyat Daerah provinsi dan Dewan Perwakilan Rakyat
 
 
NASKAH UU PEMILU TANGGAL 5 MARET 2008DOKUMEN INI DIPEROLEH DARI DPR-RI DAN DISALIN ULANG SESUAI ASLINYA
CETRO (Center for Electoral Reform)
3
Daerah kabupaten/kota sebagaimana dimaksud dalam Undang-UndangDasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.6. Komisi Pemilihan Umum, selanjutnya disebut KPU, adalah lembagapenyelenggara Pemilu yang bersifat nasional, tetap, dan mandiri.7. Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan UmumKabupaten/Kota, selanjutnya disebut KPU provinsi dan KPU kabupaten/kota,adalah penyelenggara Pemilu di provinsi dan kabupaten/kota.8. Panitia Pemilihan Kecamatan, selanjutnya disebut PPK, adalah panitia yangdibentuk oleh KPU kabupaten/kota untuk menyelenggarakan Pemilu ditingkat kecamatan atau sebutan lain,
 
yang selanjutnya disebut kecamatan.9. Panitia Pemungutan Suara, selanjutnya disebut PPS, adalah panitia yangdibentuk oleh KPU kabupaten/kota untuk menyelenggarakan Pemilu ditingkat desa atau sebutan lain/kelurahan, yang selanjutnya disebutdesa/kelurahan. 10. Panitia Pemilihan Luar Negeri, selanjutnya disebut PPLN, adalah panitiayang dibentuk oleh KPU untuk menyelenggarakan Pemilu di luar negeri.11. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara, selanjutnya disebut KPPS,adalah kelompok yang dibentuk oleh PPS untuk menyelenggarakanpemungutan suara di tempat pemungutan suara. 12. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara Luar Negeri, selanjutnyadisebut KPPSLN, adalah kelompok yang dibentuk oleh PPLN untukmenyelenggarakan pemungutan suara di tempat pemungutan suara di luar negeri. 13. Tempat Pemungutan Suara, selanjutnya disebut TPS, adalah tempatdilaksanakannya pemungutan suara. 14. Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri, selanjutnya disebut TPSLN, adalahtempat dilaksanakannya pemungutan suara di luar negeri. 15. Badan Pengawas Pemilu, selanjutnya disebut Bawaslu, adalah badan yangbertugas mengawasi penyelenggaraan Pemilu di seluruh wilayah NegaraKesatuan Republik Indonesia.16. Panitia Pengawas Pemilu Provinsi dan Panitia Pengawas PemiluKabupaten/Kota, selanjutnya disebut Panwaslu provinsi dan Panwaslukabupaten/kota, adalah panitia yang dibentuk oleh Bawaslu untukmengawasi penyelenggaraan Pemilu di wilayah provinsi dan kabupaten/kota.17. Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan, selanjutnya disebut Panwaslukecamatan, adalah panitia yang dibentuk oleh Panwaslu kabupaten/kotauntuk mengawasi penyelenggaraan Pemilu di wilayah kecamatan.18. Pengawas Pemilu Lapangan adalah petugas yang dibentuk oleh Panwaslukecamatan untuk mengawasi penyelenggaraan Pemilu di desa/kelurahan.19. Pengawas Pemilu Luar Negeri adalah petugas yang dibentuk oleh Bawasluuntuk mengawasi penyelenggaraan Pemilu di luar negeri.

Activity (74)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Andry Rover liked this
Arif All-out liked this
Riani Octavia liked this
Natasya Jovanka liked this
Eko Budianto liked this
Supriyadi Petir liked this
Thony Ting Tong liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->