Pengaturan kutub pada kondisioperasional kerja motor jelas tidakmungkin karena jumlah kutub sudahditentukan pada saat perancangan belitanstator motor sedangkan dengan hanyamengubah frekuensi sumber saja tidakcukup, karena pengendalian motor ACharus menjaga keseimbangan kerapatanfluks.Perancangan sistem yang diusulkanini merupakan pilihan terbaik dalam sistempengendalian motor saat ini yaitu denganmengendalikan frekuensi dan tegangankeluaran inverter secara berimbang danbersama-sama untuk mengendalikankecepatan motor AC 3 fasa. Teknikpengendalian frekuensi dan tegangankeluaran inverter secara bersama-samasemacam ini dikenal dengan istilah
Volt/ Hertz
kontrol.Dalam perkembangan elektronikadaya sistem seperti ini umumnyadinamakan
Variable Speed Drive
(VSD),tetapi karena kendalinya mengubahtegangan dan frekuensi maka divais inidinamakan juga
Variable Voltage Variable Frequency
(VVVF). Pengendalian motorAC dengan menggunakan VVVF selaindapat mengendalikan torka dan kecepatansecara baik, juga mempunyai keuntunganlain, antara lain :1.
Penggunaan energi menjadi efisien,2.
Peningkatan fleksibelitas produksi,3.
Peningkatan umur komponen mekanik,4.
Memudahkan untuk pemeliharaan
2.
Tinjauan Pustakaa.
Variable Voltage VariableFrekuensi
Skema daya VVVF yang digunakanuntuk pengendalian arus bolak-balik (
AC Drive
) dilukiskan seperti pada Gambar 1.
Bridge Rectifier
yang terdiri dari enamdioda yang dihubungkan jembatanberfungsi untuk mengkonversikantegangan bolak-balik menjadi tegangansearah (penyearah). Untuk meratakantegangan keluaran dipasang tapis kapasitorelektronik C pada terminal keluaranpenyearah. Jika nilai keluaran kapasitortersebut cukup besar, tegangan searah yangdihasilkan adalah :
pdc
V
π
=V
33
(1)dengan V
dc
dan E
p
masing-masing adalahtegangan keluaran searah dan teganganbolak-balik antar fasa-masukan.
Gambar 1 Skema daya VVVF
Tegangan searah keluaran
bridgerectifier
setelah ditapis dengan kapasitor,selanjutnya dikonversi menjadi teganganbolak-balik oleh inverter. Tegangan bolak-balik dan frekuensi keluaran inverter dapatbervariasi sesuai dengan kendali invertertersebut. Inverter dikendalikan denganmenggunakan teknik modulasi lebar pulsa(PWM).Teknik PWM pada sistem VVVFdibentuk dari suatu gelombang referensitiga fasa dibandingkan dengan gelombangpembawa (
carrier
) berupa gelombangsegitiga frekuensi tinggi (5000 Hz). Misaluntuk fasa U jika nilai sesaat gelombangfrekuensi fasa U (V
u
) lebih tinggi dari nilaisesaat gelombang segitiga (V
carr
) makatransistor T1 akan menerima sinyal ON.Pada kondisi ini tegangan fasa U bernilaiV
dc
/2,sedangkan jika nilai sesaatgelombang fasa U (V
u
) lebih rendah darinilai sesaat gelombang segitiga (E
carr
) makatransistor T2 akan menerima sinyal ON,pada kondisi ini tegangan nilai fasa Ubernilai –E
d
/2. Komponen dasargelombang tegangan keluaran VVVF akanmempunyai nilai sebagai berikut :
t
ω
k V V
dc= ph}
sin2
(2)dengan :
cr
V V k
=
(3)3