Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
4Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Gerakan Paderi Dan Mata Rantai Gerakan Pembaruan Di Minangkabau

Gerakan Paderi Dan Mata Rantai Gerakan Pembaruan Di Minangkabau

Ratings: (0)|Views: 1,435|Likes:

More info:

Published by: H Masoed Abidin bin Zainal Abidin Jabbar on Jan 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/16/2010

pdf

text

original

 
Gerakan Paderi dan Mata Rantai Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam diMinangkabau
GERAKAN PADERI DAN MATA RANTAIGERAKAN PEMBARUAN PEMIKIRAN ISLAMDI MINANGKABAU
Oleh : H. Mas’oed AbidinGerakan pembaruan di dalam kehidupan beradat dan beragama diMinangkabau, dapat dikatakan satu gerakan pembaruan oleh para
ulama zuama
, yakni para cendekiawan yang hidup dengan latarbelakang kehidupan adat Minangkabau yang kuat, dan kemudianmenuntut mendalami ilmu pengetahuan agama Islam ke negeri-negerisumber ilmu, sampai ke Mekah al Mukarramah, yang kemudian diwarisisambung bersambung membentuk rantai sejarah yang panjang, danbekelanjutan terus ke abad-abad sesudahnya.Masuknya Islam dan sejarah perkembangannya di Minangkabausejajar dengan sejarah pertumbuhan kota-kota dagang di
rantau
Minang. Awal abad ke-7 M atau abad I Hijriah
rantau
timurMinangkabau telah menerima dakwah Islam.
1
 
Dari Berbagai Sisi dan Penjuru
Masuknya Islam ke rantau timur di masa itu tidak terlepas daripersaingan perdagangan dan pengaruh kerajaan-kerajaan, sepertimelemahnya kekuasaan Sriwijaya, dan lahirnya kerajaan Islam Perlakdengan sultan pertamanya
Syekh Maulana Abdul Aziz Syah
yangmenganut Islam (840 M).Berkembangnya Malaka dan Samudera Pasai menjadi kota dagangdan kerajaan Islam (1400 M), dan kalahnya Sriwijaya melawan
1H. Masoed Abidin
 
Gerakan Paderi dan Mata Rantai Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam diMinangkabau
Majapahit, sejak tahun 1477 M itu, pantai timur ranah Minang di bawahkendali Majapahit hingga meninggalnya Hayam Wuruk, dan di masa itukerajaan Pagarruyung di Minangkabau diperintah oleh keturunanKertanegara dan Dara Petak, putri dari Minang, yaitu
Adityawarman
.Ketika itu,
rantau Alam Minang
sudah mulai didominasi pemelukIslam, walau Adityawarman masih memeluk Budha, dan dinastinyaberkuasa hingga 1581 M. Namun pernah tercatat 1411 M, raja-rajaturunan Adityawarman sudah memeluk Islam dan mereka bergurukepada Tuanku Maulana Malik Ibrahim. Kekuasaan kerajaan hanyasebatas simbol kekuasaan dan lambang persatuan.
2
 Setelah Datuk Katumanggungan dan Datuk Parpatih Nan Sabatangmeninggal, raja melimpahkan kekuasaannya kepada raja-raja muda,atau
 penghulu
di
rantau.
 Raja berdaulat dengan tiga kekuasaan serangkai
Rajo Tigo Selo,
diPagarruyung, di Luhak Tanah Datar, yang terdiri dari
Rajo Alam, Rajo Adat 
, dan
Rajo Ibadat 
yang mempunyai daerah kedudukan masing-masing di Buo dan di Sumpur Kudus. Tiga serangkai kekuasaan inidiperkuat oleh dewan menteri
Basa Ampek Balai,
yang terdiri dariBandaharo dari Sungai Tarab, Tuan Kadi dari Padang Ganting,Mangkudum dari Suruaso, Indomo dari Sumanik, dan diperkuat lagioleh Tuan Gadang dari Batipuh dalam urusan pertahanan.Pada masa itu telah terjadi penyesuaian antara Islam dengan adatsetempat, seperti
adaik mananti, syarak mandaki
. Namun kegiatanyang erat dengan budaya Hindu-Budha masih akrab dalam masyarakatMinang kala itu.
3
2H. Masoed Abidin
 
Gerakan Paderi dan Mata Rantai Gerakan Pembaruan Pemikiran Islam diMinangkabau
Dakwah Persuasif 
 
Kedatangan
Syekh Burhanuddin
(Pono), yang berguru kepada SyekhAbdurrauf Singkili di Aceh, dan kemudian mengembangkan Islam diMinangkabau dengan membuka surau atau sekolah agama seperti diUlakan Pariaman, dan di Kapeh Kapeh Pandai Sikek, Padangpanjang,mulai melakukan gerakan pemurnian Islam dari pengaruh budayaHindu-Budha, serta menghapuskan kebiasaan-kebiasaan anak nagariseperti minum tuak, menyabung ayam atau berkaul ke tempatkeramat.Istana Pagarruyung juga menjadi sasaran dakwahnya dan iaberhasil. Keberhasilan itu membuat dia dikenal sebagai ulama besar diMinang. Murid beliau mulai banyak dari
darek 
atau dari
Luhak nan Tigo
.Semasa itu, sudah terjadi juga persilangan paham antara
 penghulu
dalam hal setuju dan yang menentang ulama zuama, ulama cerdikpandai yang pulang dari berguru dan melakukan pemurnian terhadapkebiasaan adat yang salah menurut syarak. Lambat laun, kesepakatandamai tercipta antara para
Penghulu, Tuanku
dan
 Alim Ulama
Minang,untuk saling mengakui kedudukan ulama dengan penghulu, sehinggaulama menjadi suluah bendang dalam nagari, tidak menjadi bawahandari Penghulu seperti kedudukan
 panungkek,
dan
manti, dubalang
.Semenjak itu lahir beberapa ungkapan petatah-petitih,
syarak mandaki adaik manurun
4
,
adaik nan lazim
syarak nan
kawi
5
, syarak babuhue mati adaik babuhue
sintak
6
, syarak balinduang adaibapaneh
7
, syarak mangato adaik mamakai
8
, syarak ba tilanjang adaik ba
sisampieng
9
.
3H. Masoed Abidin

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
annis@ liked this
ahmad kohari liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->