Maulid Nabi SAW
H
IKMAH
M
AULID
N
ABI
SAW
ار ً يذ ِ نَ وَار ً ش ِ بَسِ ّ لِة ً فّكَّإَِ َ ل ْ َ ْأَمَ وَ َ ُ ل َ ع ْ يََسِ ّ ا ر َ ث َ كْأَ ّ ِ َ وَ
“Dan kami tidak mengutusmu (Muhammad)melainkan kepada segenap umat manusia, sebagai pembawa berita dan pemberi peringatan. Tetapi kebanyakan manusia tidak rnengetahui.” (Q.S. Saba’:28)
Muhammad Rasulullah saw. dilahirkan di tengah-tengah keluarga Bani Hasyim di MakkatulMukarramah pada hari Senin, tanggal 12 Rabi’ulAwwal permulaan tahun dan peristiwa gajah;bertepatan dengan tanggal 20 April 571 M, danempat puluh tahun setelah kekuasaan KisraAnusyirwan.
Saat itu, yang menjadi bidan untukmerawatnya adalah Siti Syifa’ ibu sahabatAbdurrahman bin ‘Auf r.a.
Tradisi peringatan Maulid Nabi itu dihidupkanoleh Shalahuddin al Ayyubi adalah seorang sultan
1 Dalam Kitab
Ar Rahiq Al Makhtum
, karangan Syaikh Shafiyyur Rahman AlMubarakfury.2 (Sebagian ulama tarikh berpendapat bahwa beliau lahir pada subuh/pagi Senintanggal 9 Rabi’ul Awwal tahun Fil pertama, sebagaimana pentahkikan yangdilakukan para ahli astronomi/ulama falak, seperti Syeikh Mahmud Fasya al Falaky,Muhammad Sulaiman Al Manshurfury dan Mahmud Basya
(Kitab Ar Rahiq AlMakhtum
karya Syaikh Shafiyyurrahman Al Mubarakfury & Buku
KelengkapanTarikh Nabi Muhammad saw.
karya K.H. Moenawar Chalil).
H. Mas’oed Abidin
1