Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
84Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Fertigasi pada Budidaya Tanaman Sayuran dalam Greenhouse

Fertigasi pada Budidaya Tanaman Sayuran dalam Greenhouse

Ratings: (0)|Views: 4,189 |Likes:
Published by ivan ara

More info:

Published by: ivan ara on Jan 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/05/2013

pdf

text

original

 
 
FFeerrttiiggaassiippaaddaaBBuuddiiddaayyaaTTaannaammaann SSaayyuurraannddaallaammGGrreeeennhhoouussee 
Bahan Ajar Dasar-dasar HortikulturaAGH 342
Anas D. Susila, Ph.D
Bagian Produksi Tanaman, Departemen Agronomi dan Hortikultutra,Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Kampus IPB Darmaga, Bogor, Telp : 62-251-8629353,Fax:62-251-8628060,e-mail:anas@ipb.ac.id 
 ©Januari 2009
 
 
Fertigasi Tanaman Sayuran dalam Greenhouse
Fertigasi pada Budidaya Tanaman Sayurandalam Greenhouse
Anas D. Susila, Ph.D
Bagian Produksi Tanaman, Departemen Agronomi dan Hortikultutra,Fakultas Pertanian Institut Pertanian Bogor. Kampus IPB Darmaga, Bogor, Telp : 62-251-8629353,Fax: 62-251-8628060, e-mail:anas@ipb.ac.id 
Pada budidaya tanaman dengan sistem hidroponik pemberian air dan pupuk memungkinkan dilaksanakan secara bersamaan. Oleh karena itu, manajemen pemupukan(
 fertilization
) dapat dilaksanakan secara terintegrasi dengan manajemen irigasi (
irrigation
)yang selanjutnya disebut
fertigasi
(
 fertilization and irrigation
) . Dalam sistem hidroponik,pengelolaan air dan hara difokuskan terhadap cara pemberian yang optimal sesuai dengankebutuhan tanaman, umur tanaman dan kondisi lingkungan sehingga tercapai hasil yangmaximum.
Hidroponik
Hidroponik, budidaya tanaman tanpa tanah, telah berkembang sejak pertama kalidilakukan penelitian-penelitian yang berhubungan dengan penemuan unsur-unsur haraesensial yang diperlukan bagi pertumbuhan tanaman. Penelitian tentang unsur-unsurpenyusun tanaman ini telah dimulai pada tahun 1600-an. Akan tetapi budidaya tanamantanpa tanah ini telah dipraktekkan lebih awal dari tahun tersebut, terbukti dengan adanyataman gantung (
 Hanging Gardens
) di Babylon, taman terapung (
Floating Gardens
) darisuku Aztecs, Mexico dan Cina (Resh, 1998)Istilah hidroponik yang berasal dari bahasa Latin yang berarti
hydro
(air) dan
 ponos
 (kerja). Istilah hidroponik pertama kali dikemukakan oleh W.F. Gericke dari University of California pada awal tahun 1930-an, yang melakukan percobaan hara tanaman dalam skalakomersial yang selanjutnya disebut nutrikultur atau
hydroponics
. Selanjutnya hidroponik didefinisikan secara ilmiah sebagai suatu cara budidaya tanaman tanpa menggunakantanah, akan tetapi menggunakan media
inert 
seperti gravel, pasir,
 peat, vermikulit, pumice
 atau
sawdust,
yang diberikan larutan hara yang mengandung semua elemen esensial yangdiperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan normal tanaman (Resh, 1998).
Dasar-dasar Hortikultura 2009 – Anas D. Susila
2
 
 
Fertigasi Tanaman Sayuran dalam Greenhouse
Budidaya tanaman secara hidroponik memiliki beberapa keuntungan dibandingkandengan budidaya secara konvensional, yaitu pertumbuhan tanaman dapat di kontrol,tanaman dapat berproduksi dengan kualitas dan kuantitas yang tinggi, tanaman jarangterserang hama penyakit karena terlindungi, pemberian air irirgasi dan larutan hara lebihefisien dan efektif, dapat diusahakan terus menerus tanpa tergantung oleh musim, dan dapatditerapkan pada lahan yang sempit. (Harris, 1988).Hidroponik, menurut Savage (1985), berdasarkan sistem irigasisnyadikelompokkan menjadi (1)
Sistem terbuka
dimana larutan hara tidak digunakan kembali,misalnya pada hidroponik dengan penggunaan
drip irrigation
atau
trickle irrigation,
(2)
Sistem tertutup
dimana larutan hara dimanfaatkan kembali dengan cara resirkulasi.Sedangkan berdasarkan penggunaan media atau substrat dapat dikelompokkan menjadi (1)
Substrate System
, dimana digunakan media untuk membantu pertumbuhan tanamanseperti:
Sand culture, gravel culture, Rockwool, dan Bag culture,
dan (2)
 BareRoot System,
 dimana tanpa digunakan media untuk pertumbuhan akar sehingga akar terekspos di dalamlarutan hara seperti:
 Deep Flowing System, Aeroponics, Nutrient Film Tehnique (NFT), dan Ein-Gedi System (EGS).
Irigasi Tetes
Irigasi tetes (
 Drip irrrigation)
adalah sistem irigasi pemberian air irigasi dengancara diteteskan langsung di zona perakaran. Irigasi tetes sering digunakan dalamhidroponik dengan sistem
substrat 
. Akhir-akhir ini, di Indonesia telah banyak diusahakanteknologi hidroponik 
sistem terbuka
dengan menggunakan
substrat 
untuk produksi sayuransecara komersial. Sistem ini sangat tergantung terhadap ketersediaan energi listrik untuk menjalankan pompa karena adanya sirkulasi dan distribusi hara tanaman. Beberapaproduksi sayuran secara hidroponik dengan sistem irigasi tetes telah diusahakan di PTSaung Mirwan (Purwadi, 1994; Supardiono, 1992; Winarti, 1991), di Taman BuahMekarsari (Hananto, 1995), serta di PT Dieng Jaya (Anggraeni, 1992).Fertigasi yang merupakan cara pemberian air irigasi bersamaan denganpemupukan melalui
emiter 
yang diletakkan dekat dengan perakaran tanaman.
 Drip
atau
trickle
irigasi adalah tipe mikro-irigasi dimana air dan hara diberikan melalui pipa plastik dengan drip-emiter yang diletakkan di dekat barisan tanaman (Hochmuth dan Smajstrla,1997).
Dasar-dasar Hortikultura 2009 – Anas D. Susila
3

Activity (84)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Nur Azizah liked this
Oʍǝp Iɾɐ liked this
Boy Suzazi liked this
Khisbadiana liked this
Ira Fytria liked this
Echa Rimpet liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->