Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
74Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dasar-Dasar Hortikultura

Dasar-Dasar Hortikultura

Ratings: (0)|Views: 4,379 |Likes:
Published by ivan ara

More info:

Published by: ivan ara on Jan 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/04/2013

pdf

text

original

 
 Bahan Ajar
DASAR-DASAR HORTIKULTURA
Modul IPendahuluanOlehRoedhy Poerwanto
DEPARTEMEN AGRONOMI & HORTIKULTURAFAKULTAS PERTANIANINSTITUT PERTANIAN BOGOR2 0 0 9
 
 
1 |
Page
 
PENGERTIAN HORTIKULTURA
 
Kata Hortikultura (
 Horticulture
) berasal dari Bahasa Latin ‘
hortus
’ yangartinya kebun dan ‘
colere
yang artinya membudidayakan. Jadi hortikulturaadalah membudidayakan tanaman di kebun. Konsep ini berbeda denganAgronomi, yang merupakan membudidayakan tanaman di lapangan. Budidaya dikebun bersifat lebih intensif, padat modal dan tenaga kerja. Namun, hortikulturaakan akan menghasilkan pengembalian, apakah berupa keuntungan ekonomi ataukesenangan pribadi, yang sesuai dengan usaha yang intensif tersebut. Praktek hortikultura merupakan tradisi yang telah berkembang sejak sangat lama.Hortikultura merupakan perpaduan antara ilmu, teknologi, seni, dan ekonomi.Praktek hortikultura modern berkembang berdasarkan pengembangan ilmu yangmenghasilkan teknologi untuk memproduksi dan menangani komoditashortikultura yang ditujukan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi maupunkesenangan pribadi. Dalam prakteknya, semua itu tidak terlepas dari seni.Komoditas hortikultura berbeda dengan komoditas agronomi. Padaumumnya komoditas hortikultura dimanfaatkan dalam keadaan masih hidupsehingga perisibel (mudah rusak), dan air merupakan komponen penting dalamkualitas. Di lain pihak, komoditas agronomi dimanfaatkan sesudah dikeringkan,sehingga tidak hidup lagi. Tergantung pada cara pemanfaatannya, suatu spesiesyang sama bisa tergolong menjadi komoditas hortikultura atau agronomi. Sebagaicontoh, jagung (
 Zea mays
). Jagung yang dipanen muda untuk sayuran (
babycorn
) atau sebagai jagung manis rebus (
sweet corn
) adalah komoditas hortikultura,tetapi jagung yang dipanen tua untuk makanan pokok, tepung maizena, ataumakanan ternak adalah tanaman agronomi. Jagung tersebut walaupun samaspesiesnya, tetapi cara produksi dan pemanfaatan hasilnya sangat berbeda.Demikian pula kelapa, kalau dipanen muda untuk es kelapa, buah ini termasuk hortikultura, tetapi kalau dipanen tua untuk santan atau produksi minyak, diamenjadi komoditas agronomi.Budaya masyarakat juga mempengaruhi penggolongan tanaman. Sebagaicontoh, kentang di Indonesia adalah tanaman hortikultura, tetapi di AmerikaSerikat termasuk tanaman agronomi. Ubi jalar di Indonesia adalah tanamanagronomi, tetapi di Jepang adalah tanaman hortikultura. Yang menarik adalah
 
 
2 |
Page
 
kelompok tanaman industri seperti kopi, kakao, teh di Indonesia digolongkan padatanaman agronomi, padahal ini adalah tanaman kebun yang secara Internasionalseringkali masuk dalam kelompok tanaman hortikultura.Komoditas hortikultura adalah kelompok komoditas yang terdiri dari buah-buahan, sayuran, bunga, tanaman hias dan tanaman biofarmaka. Kalau dilihat daricara penggunaan, habitus tanamannya maupun fungsinya, nampaknya kelimakelompok anggota hortikultura merupakan komoditas-komoditas yang sangatberbeda satu dengan yang lain. Buah-buahan dan sayuran dikonsumsi sebagaipangan manusia, sedangkan bunga dan tanaman hias tidak dimakan, dan tanamanobat lain lagi penggunaannya. Pohon buah-buahan sebagian besar habitusnyaadalah pohon, sedangkan sayuran adalah herba. Tetapi sebenarnya seluruhkomoditas hortikultura mempunyai ciri penting yang sama satu dengan yang lain.Ciri-ciri penting inilah yang menyebabkan komoditas tersebut dikelompokknasebagai hortikultura. Ciri-ciri tersebut adalah:1.
 
Komoditas ini (sebagian besar) dipasarkan dalam keadaan hidup. Artinyasuatu saat akan mati/rusak dan tidak ada nilainya. Konsekuensinyapenanganan pasca penen komoditas ini sangat penting. Tanpa penangananpasca panen yang baik, maka kerusakan dan penurunan mutu akanberlangsung dengan cepat.2.
 
Komoditas ini mudah rusak. Artinya komoditas ini tidak dapat disimpanlama, harus segera dipasarkan dan dikonsumsi. Konsekuensinya adalahbahwa penyimpanan dalam waktu lama sulit untuk dilakukan. Dengandemikian, setelah diproduksi komoditas ini harus segera dipasarkan. Karenaitu, perencanaan produksi harus dilakukan dengan cermat. Siapa targetkonsumen, kapan dan dimana komoditas ini diperlukan oleh konsumen harusdiketahui dengan pasti. Juga harus diketahui kapan pesaing memproduksikomoditas yang sama. Tanpa perencanaan yang cermat, maka produsen akanmenjadi obyek dalam fluktuasi harga yang dapat sangat tajam. Sebagaicontoh untuk cabe; pada bulan Februari 1996 harga cabe di pasar CiputatJakarta mencapai Rp 20.000,-/kg, dan pada tahun yang sama bulan Agustusharga di Brebes (pusat produksi utama cabe) turun drastis hingga hanya

Activity (74)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Muaz Abdul Karim liked this
Marvel Bessie II liked this
Marvel Bessie II liked this
Marvel Bessie II liked this
Marvel Bessie II liked this
Marvel Bessie II liked this
Rachmad Dwi P liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->