Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
12Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
KONTRIBUSI a Hassan - Azamy Dlm Hadits

KONTRIBUSI a Hassan - Azamy Dlm Hadits

Ratings: (0)|Views: 542 |Likes:
Published by Subhan Nurdin

More info:

Published by: Subhan Nurdin on Jan 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/27/2011

pdf

text

original

 
http://subhan-nurdin.blogspot.comKontribusi A. Hassan Terhadap Kajian Hadis diIndonesia (Studi Atas Cara Memeriksa danMemahami Hadis)
http://fospi.wordpress.com/2008/04/18/kontribusi-a-hassan-terhadap-kajian-hadith-di-indonesia/
Tulisan PertamaOleh: Al-Hâfizh Ibnul Qayyim
[1]
Allah swt. mengutus Muhammad saw. menjadi pesuruh-Nya untukmengajak manusia ke jalan yang lurus, yaitu dengan meninggalkanpenyembahan terhadap berhala dan penyembahan terhadap segala sesuatuselain Allah swt., serta melakukan tiap-tiap perkara, baik perkara keduniaanmaupun tata cara peribadatan semata-mata menurut wahyu Allah swt. danpenerangan, ajaran dan tuntunan Nabi Muhammad saw. Maka, al-Qur’an danpenerangan, petunjuk, tuntunan, serta apa-apa yang diucapkan oleh NabiMuhammad saw. itulah yang dinamakan Hadis atau Sunnah yang merupakanpokok ajaran Islam.[2] Para sahabat dengan kekuatan hafalan mereka mengingat segalasesuatu yang diucapkan, diperbuat, dan di-
taqrîr 
-kan oleh Nabi, serta segalasifat dan perangainya. Sebagian di antara para sahabat ada yang mencatatHadis, namun jumlah mereka sedikit sekali antara lain, ‘Abdullah ibn ‘Amr ibnal-‘Âsh, ‘Abdullah ibn ‘Abbâs, ‘Aliy ibn Abîy Thâlib, Samurah ibn Jundab dan ‘Abdullah ibn Abîy Awfâ. Hal ini disebabkan karena Nabi Muhammad saw.pernah melarang penulisan selain dari al-Qur’an, karena adanyakekhawatiran al-Qur’an tercampur dengan lainnya, yang dapat berakibatterjadinya kesamaran bagi mereka yang tidak mampu membedakan. Olehkarena demikian, sahabat yang merasa tidak khawatir catatannya tersamar(tercampur) dengan catatan al-Qur’an, tetap mencatat untuk pribadi tanpamenyiarkan tulisan itu ke muka umum; melainkan setelah al-Qur’an
 
sempurna terkumpul dan terpisah sendiri, yang tidak lagi dikhawatirkanterjadinya percampuran atau kesamaran dengan yang lain.[3] Islam telah menjalar jauh dan ummat yang memeluknya bertambahbanyak, yang menurut hitungan dan kebiasaan, mestilah di antara merekaada orang-orang yang jahat-jahat dan munafik-munafik yang hendakmengacau agama dan mungkin pula ada beberapa orang yang bodoh ataukeras kepala, hendak membela Islam dengan alasan-alasan yang tidak adadalam Islam (al-Qur’an dan al-Sunnah), sedang sebagian dari mereka yangditaklukkan oleh kaum muslimin menaruh dendam, lalu masuk Islam denganniat hendak merusaknya, dan tidak kurang pula para ahli bid‘ah yang perlukepada beberapa dalil untuk menguatkan bid‘ahnya dan banyak pula muncululama mencari rizki dengan memberikan, tegasnya, membuat keteranganyang diingini oleh raja-raja dan amir-amir, mereka ini mengadakan Hadis
mawdhû
(palsu)[4]untuk keperluan masing-masing dan mereka siarkandalam golongan kaum muslimin. Sebagian dari ulama yang saleh, tetapitidak cerdik, termakan juga Hadis-hadis buatan itu dan menyiarkannya pulalebih jauh.[5] Pada masa Khalifah ‘Umar ibn ‘Abd al-‘Azîz, diresmikanlahpenghimpunan Hadis, hal ini terjadi pada tahun 75 H. Di antara ulama Hadisyang menerima instruksi dari Umar tersebut adalah Abu Bakar Muhammadibn ‘Amr ibn Hazm (w. 117 H.) yang pada masa itu menjabat sebagaigubernur Madinah. Tugas tersebut dilaksanakan pula oleh Ibn Syihâb al-Zuhriy (w. 124 H.).[6]Para ulama yang menghimpun Hadis, memilikimetode dan cara-cara yang berbeda. Dalam perkembangan selanjutnya,kitab-kitab Hadis dikenal dalam beberapa jenis, antara lain, sebagai berikut:1.
 Al-masânid 
 jama‘ dari
al-musnad 
, yaitu kitab Hadis yang disusunberdasarkan urutan nama sahabat periwayat Hadis yang bersangkutan; adayang berdasarkan urutan nama sahabat yang mula-mula masuk Islam; adayang berdasarkan urutan huruf abjad; ada yang berdasarkan urutan namaqabilahnya; adapula urutan nama sahabat yang kemudian terbagi-bagi lagikepada bab-bab fiqh, umpamanya,
al-Musnad al-Kabîr 
susunan Baqiy ibnMakhlad al-Qurthubiy, dan lain-lain.
 
2.
 Al-ma‘âjim
jama‘ dari
al-mu‘jam
yaitu kitab Hadis yang tersusunberdasarkan nama-nama sahabat, atau
al-syuyûkh
(guru-guru Hadis) ataunama-nama negeri atau lainnya secara berurutan, dan biasanya tersusunberdasarkan huruf hijâ’iyyah (
hurûf al-mu‘jam
), antara lain
al-Mu‘jam al-Kabîr, al-Mu‘jam al-Awsath
dan
al-Mu‘jam al-Shagîr 
susunan al-Thabrâniy.3.
 Al-jawâmi‘
jama‘ dari kata
al-jâmi‘
, yaitu kitab yang bila dilihat dari pokokkandungannya menghimpun Hadis-hadis Nabi yang berisi tentang berbagaihal, seperti akidah, hukum, masalah perbudakan, adab sopan santun, tafsir,sejarah, dan lain-lain, umpamanya,
al-Jâmi‘ al-Shahîh
oleh al-Bukhâriy dan
al-Jâmi‘ al-Shahîh
oleh Muslim.4.
 Al-majâmi‘
jama‘ dari kata
al-majma‘
, yaitu kitab Hadis yang menghimpunHadis-hadis Nabi saw. yang telah termaktub dalam kitab-kitab
al-mushannafât 
, dengan bentuk penyusunan berdasarkan bab-bab masalahtertentu sebagaimana yang ada dalam kitab
al-mushannafât 
itu. Kitab jenisini antara lain
 Jam‘u al-Fawâ’id min Jâmi‘ al-Ushûl wa Majma‘ al-Zawâ’id 
karya Muhammad ibn Muhammad ibn Sulayman al-Magribiy dan
al-Jam‘uBayn al-Ushûl al-Sittah
(
 Jâmi‘ al-Ushûl min Ahâdîts al-Rasûl 
) karya Ibn al-Atsîr.5.
 Al-sunan,
yaitu kitab yang menghimpun Hadis-Hadis Nabi saw.berdasarkan bab-bab fiqh dan kualitas Hadisnya ada yang sahih, hasan, danda‘if. Antara lain kitab
Sunan Abî Dawûd 
,
Sunan al-Nasâ’iy, Sunan al-Turmuziy, Sunan Ibn Mâjah,
dan lainnya.6.
 Al-mushannafât,
yaitu kitab Hadis yang disusun berdasarkan bab-bab fiqhdan di dalamnya terhimpun Hadis-hadis Nabi, pernyataan-pernyataansahabat dan fatwa-fatwa tabi‘in. Umpamanya kitab
al-Mushannaf 
karya IbnAbi Syaybah dan
al-Mushannaf 
karya Baqiy ibn Makhlad al-Qurtubiy.7.
 Al-muwaththa’ât,
pengertiannya sama dengan
al-mushannafât.
hanya sajamotivasi penyusunan kitab
al-muwaththa’ât 
didorong oleh keinginan untukmemudahkan pembacanya. Antara lain seperti kitab
al-Muwaththa’ 
karyaMalik ibn Anas dan
al-Muwaththa’ 
karya Ibn Abi Zi’b al-Madaniy.8.
 Al-mustadrakât 
jama‘ dari kata
al-mustadrak 
, yaitu kitab yang memuatHadis-hadis Nabi saw. berdasarkan syarat-syarat periwayatan yang telah

Activity (12)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
prianaif liked this
Arpin Hasan liked this
musthafelhamidi liked this
nerailkobah liked this
nerailkobah liked this
nerailkobah liked this
kawakib_duriyah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->