Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
71Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ikhtisar Fikih Jinayat Mengenai Jarimah

Ikhtisar Fikih Jinayat Mengenai Jarimah

Ratings: (0)|Views: 5,268 |Likes:
Published by NurulKamal19

More info:

Published by: NurulKamal19 on Jan 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/08/2013

pdf

text

original

 
IKHTISAR FIKIH JINAYATMENGENAI JARIMAH
clicksPosted August 11th, 2008 by KURNIAWAN S
Hukum IslamDalam cakupan fikih jarimah dalam syariat islam dikenal prinsip bahwa suatu perbuatandapat dipandang sebagai jarimah jika telah dinyatakan dalam nash atau dengan bahasakenegaraan,sesuatu perbuatan dapat dipandang sebagai jarimah jika telah diundangkan.dengan adana prinsip tersebut macam jarimah dan sangsinya akan dapat diketahui dengan jelas dan pasti.dengan demikian orang akan berhati-hati agar jangan sampai melakukan jarimah yang akan berakibat penderitaan terhadap diri sendirinya juga.dari segi lainadanya prinsip tersebut akan mencegah terjadinya penyalah gunaan wewenang penguasaatau pengadilan untuk menjatuhkan suatu hukumankepada seseorangt berbeda denganhukuman yang akan dijatuhkan terhadap orang lain yang melakukan jarimahyang samadengan motif yang sama pula.Adanya prinsip tersebut dimaksudkan juga untuk memberikan kepastian hukum terhadap bermacam macam jarimah.jangan sampai suatu hukuman dijatuhkan terhadap sesuatu jarimahyang diatur kemudian.Meskipun demikian,dapat dikecualikan untuk hal yangdipandang yang amat besar bahayanya terhadap masyarakat.aturan dapat dibuatkemudian kemudian setelah perbuatan jarimah dilakukan,guna menjadi dasar hukumdalam hendak menjatuhkan hukuman.Macam jarimah yang ditentukan ancaman pidananya dalam al-quran ialah pembunuhan ,penganinayaan ,pencurian ,perampokan,pemberontakan,zina,dan menuduhzina.Hadis naba saw.kecuali memberikan perincian jarimah-jarimahyang ditunjuk didalam al’quran tujuh macam tersebut,juga menentukan sangsi pidana terhadap duamacam jarimah lainnya,yaitu:minuman keras,dan riddah keluar dari agama islam.Sebagai contoh kongkrit didalam QS al-baqarah188 disebutkan larangan makan hartadengan cara tidak sah,yang bentuknya disebutkan dengan jalan suap menyuap.Atas dasar adanya larangan tersebut dank arena al-quran tidak menyebutkan sangsi terhadap pelanggarannya,penguasa dibenarkan untuk membuat undang-undangyang mengatur  jarimah suap menyuap misalnya lagi dalam sunah rasul disebutkan larangan bersunyi-sunyi antara laki-laki dan perempuan bukan suami istri danjuga bukan muhrimnya junamenjaga agar jangan sampai terjadi perjinahan.Atas dasar adanya larangan tersebut dankarena sunah rasul tidak menentukan sangsinya,penguasa dibenarkan mengeluarkanundang undangyang mengatur jerimah khalwat.Dari uraian tersebut diatas jarimah hudud dapat diartikanyaitu jarimah yang diancamdengan hukuman hadd adalah hukuman yang telah ditentukan dalam nass al-quran atausunah rasul dan telah pasti ancamannya serta menjadi hak allah,tidak dapat digantidengan macam hukumanlain atau dibatalkan sama sekali oleh manusia yang termasuk 
 
njarimah ini ialah pencurian ,perampokan ,pemberontakan ,zina,menuduh zina ,minum-minuman keras dan riddah.Adapun aturan hukum maupun unsure-unsur perbuatan dapat dikatakan sebagai perbuatan jarimah yaitu apabila memenuhi beberapa sarat atau unsure-unsur sebagai berikut:a.unsur formal,yaitu adanya nas atau ketentuan yang menunjuknya sebagai jarimah.unsur ini sesuai dengan prinsip yang menyatakan bahwa jarimah tidak terjadi sebelumdinyatakan dalam nas.Alasan harus adanya unsur ini antara lain firman allah dalam QS alisra:15 yang mengajarkan bahwa allah tidak akan menyiksa hambanya sebelum mengutusutusannya.Ajaran ini berisi ketentuan bahwa hukuman akan ditimpakan kepada merekayang membangkang ajaran rasul allah harus lebih dulu diketahui adanya ajaran rasul allahyang dituangkan dalam nas. b.unsur material,yaitu adanya perbuatan melawan hukum yang benar-benar telahdilakukan.Hadis nabi riwayat bukhari muslim dari abu hurairah mengajarkan bahwa allahmelewatkan hukuman untuk umat nabi muhamad atas sesuatu yang masih terkandungdalam hati,selagi ia tidak mengatakan dengan lisan atau mengerjakannya dengan nyata.c.unsur moral, yaitu adanya niat pelaku untuk berbuat jarimah.unsur ini menyangkuttanggung jawab pidana yang hanya dikenakan atas orang yang telah baliq, sehat akal, danikhtiyar(berkebebasan berbuat). dengan kata lain, unsure moral ini berhubungan dengantanggung jawab pidana yang hanya dibebankan atas orang mukalaf dalam keadaan bebasdari unsure keterpaksaan atau ketidaksadaran penuh. Hadis Nabi riwwayat Ibnu Majahdari Abu Dzarr mengajarkan bahwa Allah melewatkan hukuman terhadap umat nabiMuhammad karena salah(tidak sengaja), lupa dan sesuatu yang dipaksakan kepadamereka.Salah satu macam jarimah hudud yang akan kita bahas dalam ikhtisar ini ialah jarimahhudud tentang pencurian.Jarimah tentang pencurian diatur dalam QS al-maidah:38 yangmengajarkan”pencuri laki-laki dan perempuuan hendaklah kamu potong tangan merekasebagai balasan atas perbuatan mereka dan merupakan hukuman pengajaran dari allahmahakuasa dan bijaksana.Hadis nabi mengajarkan bahwa batas pemotongan tangan adalah pada pergelangantangan dan pada tangan kanan.Syarat hukuman potong tangan atas adalah:a.pencurinya telah baligh,berakal sehat dan ikhtiyar.Dengan demikian anak-anak dibawahumur yang melakukan pencurian tidak memenuhi syarat hukuman potong tangan tetapiwalinya dapat dituntut untuk mengganti harga harta yang dicuri anak dibawah perwaliannya sedangkan sianak dapat diberipelajaran seperlunya.Orang gila yangmencuri juga tidak dapat dijatuhi hukuman potong tangan demikian juga orang dewasasehat akal yang melakukan pencurian atas dasar desakan ataupun daya paksa tidak dapatdijatuhi hukuman hadd potong tangan khalifaah ummar pernah tidak menjatuhkanhukuman potong tangan terhadap pencuriyang melakukan pencurian pada musim penceklik karena dirasakan adanya unsure keterpaksaan.
 
 b.pencuri benar-benar mengambil harta orang yang tidak ada syubhat milik bagi orangtersebut. dengan dengan demikian, jika seorang anggota suatu perseroan dagang mencuriharta milik perseorannya, ia tidak dijatuhi hukuman hadd potong tangan karena ia adalahorang yang ikut memiliki harta perseroan yang dicurinya. demikian jugaa, pegawai negeriyang melakukan korupsi terhadap harta Negara sebab harta negarase4bab sebagai warga Negara ia dipandang ikut memiliki harta yang dicurinya, tetapi tidak berarti sikoruptor  bebas dari ancaman pidana sama sekali. ancaman yang dapat dijatuhkan adalah pidadnata’zir.c.pencurin mengambil harta dari tempat simpanan yang semestinya, sesuai dengan hartayang dicuri. dengan demikian, orang yang mencuri buah pohon yang tidak dipagar tidak memenuhi syarat hukuman potong tangan. orang yang mencuri sepeda dihalaman rumah pada malam hari jugatidak dapat dijatuhi hukuman hadd potong tangan. orang yangmencuri cincin emas yang terletak diatas meja makan juga tidak dapat dihukum hadd potong tangan. namun., pencuri sapi dikandang diluar rumah memenuhi syarat dijatuhihukuman hadd potong tangan sebab sapi tidak pernah dikandangkan didalam rumah. pencuri yang tidak memenuhi syarat hukuman hadd dijatuhi hukuman ta’zir.d.harta yang dicuri memenuhi nisab. nisab harta curian yang dapatmengakibatkanhukuman hadd potong tangan ialah seperempaat dinar (seharga emas 1,62 gram). dengandemikian, pencurian harta yang tidak mencapai nisab hanya dapat dijatuhi hukumanta’zir. nisab harta curian itu dapat dipikirkan kembali, disessuaikan dengan keadaanekonomi suatu waktu dan tempat. sesuai keadaan ekonomi pada masa nabi,harta sehargaseperempat dinar itu sudah cukup besar. meskipun dapat pula dipahamkan bahwakecenderunan untuk menetapkan nisab harta curian dalam jumlah amt kecil itudimaksudkan untuk menghilangkan kejahatanpencurian yang amat merugikanketenteramanmasyarakat, jangan sampai hak milik seseorang tidak dilindungikeselamatannya.e.pencurian tidak terjadi karena desakan daya paksa, seperti wabah kelaparan yang orangmencuri untuk menyelamatkan jiwanya. Khalifah Umar bin Khaththab pernah tidak melaksanakan hukuman hadd potong tangan terhadap pencuri unta pada saat terjadiwabah kelaparan (paceklik).penuri yang demikian itu jikaakan dijatuhi hukuman hanyadapat berupa hukuman ta’zir, atau dapat dibebaskan sama sekali, bergantung pada ppertimbangan hakim. dapat ditambahkan bahwa keadaan memaksa ini dapat terjadi jugadalam masyarakat yang keadaan sosialnya belum terlaksana dengan baik. misalnya,dalam masyarakat yang jarak antara kaum kaya dan kaum miskin terlalu jauh, jurang pemisah antara dua golongan itu amat dalam. di satu pihak terdapatorang kaya yangmembelanjakan hartanya dengan cara bermewah-mewah, dilain pihak tersapat kaummiskin yang untuk memperoleh pekerjaan amat susah, untuk memperoleh rezeki sehari-hari amat sukar. dengan demikian, dapat kita peroleh kepastian bahwa pencurian yangterjadi dalam masyarakat yang belum mencerminkan keadilan social itu tidak memenuhisyarat untuk dilaksanakan hukuman hadd potong tangan. yang dapat dilaksanakan adalahhukuman ta’zir.

Activity (71)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Lely Safitri liked this
Princess Lizana liked this
Sunkan Joel liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->