Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
27Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
bab_4 pertumbuhan pddk&ekonomi rev 02_cp_231202

bab_4 pertumbuhan pddk&ekonomi rev 02_cp_231202

Ratings: (0)|Views: 3,480 |Likes:
Published by jakarta2030

More info:

Published by: jakarta2030 on Jan 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/13/2013

pdf

text

original

 
Naskah Akademis RTRW DKI Jakarta 2010-2030 
4-1
BAB 4PERSEBARAN PENDUDUK DANPERTUMBUHAN EKONOMI
4.1. Persebaran Penduduk4.1.1. Esensi Kependudukan Dalam Tata Ruang.
Demografi atau studi kependudukan umumnya menjadi titik tolak di dalamsuatu perencanaan pada berbagai skala. Studi kependudukan akanmenentukan pedoman di dalam pengambilan keputusan dari keseluruhankebutuhan lahan serta akan menjadi dasar pengalokasian berbagaikomponen fungsional dan lahan yang dibutuhkan untuk penempatankegiatan fungsional tersebut. Penelaahan dan teknik perencanaan akanmemerlukan masukan yang luas tentang informasi kependudukan yangmeliputi jumlah penduduk dan distribusinya yang akan menjadi dasar pengarahan untuk berbagai kebijaksanaan untuk menetapkan berbagaikebutuhan hidup seperti perumahan, perbelanjaan, pekerjaan,pendidikan, kesehatan, peribadatan serta kegiatan sosial dan ekonomilainnya. Acuan dasar perencanaan pada hakekatnya diarahkan kepadaaspek kependudukan serta kebutuhannya. Oleh karena itu suatu prosesperencanaan akan menganalisa/mengstudi jumlah dan struktur pendudukpada saat sekarang, menelaah setiap perubahan yang terjadi danmenyiapkan prediksi atau proyeksi pendududk di masa mendatang dalamperencanaan.Kependudukan merupakan hal yang esensial untuk dapatmemperkirakan/ memproyeksikan berbagai kebutuhan penduduk kotabermukim dengan berbagai kegiatannya - untuk bermukim atau untukmenjalankan kegiatannya, seperti proyeksi kebutuhan perumahan dariberbagai lapisan masyarakat, memperkirakan kebutuhan prasarana kotaseperti air bersih, sanitasi lingkungan, drainase, persampahan, kebutuhangas, listrik, energi, telekomunikasi dan perangkutan kota. Selanjutnya juga untuk memperkirakan kebutuhan yang berkaitan dengan kegiatanekonomi, sosial budaya dan pelayanan lingkungan seperti kegiatanekonomi, sosial dan politik, pedidikan dan pelayanan kesehatan.Daya tarik kota Jakarta sebagai ibu kota Indonesia, membuat Jakartamenjadi seperti mercu suar yang dipandang oleh hampir seluruhpenduduk Indonesia sebagai pusat dari harapan dan impian danbarometer kemajuan. Jakarta sebagai pusat pemerintahan,perekonomian, kebudayaan, dll- merupakan sebuah kota dengan banyakkepentingan yang tumpah ruah dan sesak oleh potensi/ kesempatan yangmemicu siapapun untuk lebih maju dibandingan dengan kota lain diIndonesia. Dengan daya magnet yang begitu kuat tersebut, adalah wajar 
 
Naskah Akademis RTRW DKI Jakarta 2010-2030 
4-2
 jika banyak orang dari berbagai penjuru daerah datang berbondong-bondong memadati Jakarta.Namun bagi Jakarta sendiri, arus masuk ini baik yang menetap untukbertempat tinggal maupun yang bekerja saja sebagai komuter disampingmembawa tambahan tenaga segar untuk pembangunan juga membawabeban yang cukup berat karena lahan semakin terbatas dan prasaranaserta sarana kota yang dibangun sulit mengimbangi pertambahanpenduduk tersebut. Untunglah sekarang beban itu tidak terpusat diJakarta sendiri, tetapi disangga oleh daerah metropolitan Jabodetabek.Dan memang terlihat bahwa kecepatan pertambahan penduduk diJakarta melambat, sementara perambahan penduduk di Bodetabekmeningkat dengan pesat dan arus komuter makin tinggi.Berdasarkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentangAdministrasi Kependudukan definisi penduduk adalah warga negaraIndonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia, dengandefinisi orang asing adalah orang bukan warga negara Indonesia. Saranadan prasarana DKI Jakarta tidak hanya bagi penduduk ber-KTP DKIJakarta saja, namun juga untuk pelayanan kaum urbanisasi dan komuter.
4.1.2. Jumlah Penduduk
Pada tahun 1980 jumlah penduduk DKI Jakarta mencapai 6,5 juta jiwa,namun pada tahun 2001 meningkat pesat menjadi 8,4 jiwa. Pertumbuhanpenduduk pada periode ini cukup tinggi yaitu mencapai 2,4 persen per tahun. Seperti yang ditunjukan tabel 1, .pada periode 2001-2007pertumbuhan penduduk DKI Jakarta melambat hanya mencapai 1,27persen, sehingga jumlah penduduk pada tahun 2007 menjadi 9 juta jiwa(Sumber BPS). Laju Pertumbuhan penduduk pada periode 2001-2007pada masing-masing wilayah kota administrasi tidak sama. Lajupertumbuhan penduduk yang tertinggi terjadi di Jakarta Selatan (2,79%),diikuti oleh Jakarta Barat (2,09%) dan Jakarta Timur (0,34%). Lajupertumbuhan penduduk dipengaruhi oleh angka fertilitas (TFR), padatahun 2007 TFR DKI Jakarta turun menjadi 1,55 (berdasarkan proyeksipenduduk 2000-2025, data BPS) dari 2,04 tahun 1997 (survei demografidan kesehatan Indonesia tahun 1997). Selain itu Terjadinya pelambatanpertumbuhan penduduk juga merupakan pengaruh dari adanyaperkembangan pembangunan perumahan dan kawasan industri terpadudi Bekasi, Depok, Tangerang dan Bogor.
Tabel 4.1 Jumlah, proporsi dan pertumbuhan Penduduk MenurutKabupaten/kota Administrasi di DKI Jakarta 1990,2001 dan 2007
Kab/KotaAdministrasi1990 2001 2007PertumbuhanPenduduk/Tahun2001-2007 (%)
Kepulauan Seribu19.980Jakarta Selatan 1.910.5001.781.5002.100.9302,79Jakarta Timur 2.071.7002.372.1212.421.4190,34Jakarta Pusat1.072.100878.150889.6800,22Jakarta Barat1.831.2001.918.8902.172.8782,09
 
Naskah Akademis RTRW DKI Jakarta 2010-2030 
4-3
Kab/KotaAdministrasi1990 2001 2007PertumbuhanPenduduk/Tahun2001-2007 (%)
Jakarta Utara1.370.1001.445.8391.543.1060,08Jumlah 8.255.6008.396.5009.147.9931,27Sumber : Badan Pusat Statistik
Grafik di bawah ini menunjukan data komposisi penduduk menurutkelompok umur di DKI Jakarta tahun 1990, 2001 dan 2007 yangmenunjukan proporsi penduduk muda (0-14 tahun) yang terus menurunatau dibawah 40%. Sebaliknya proporsi penduduk usia produktif terusmeningkat mencapai 72,32 % pada tahun 2007, dibanding tahun 1990sebesar 65,6% dan 73,13% pada tahun 2001. Sehingga angkaketergantungan penduduk pada tahun 2007 mencapai 38,27% . Angkaketergantungan dibawah 50%, merupakan komposisi umur yangmenguntungkan, karena beban yang ditanggung oleh kelompok umur produktif semakin sedikit.
Gambar 4.1 Grafik Komposisi Penduduk Menurut Kelompok Umur Di DKIJakarta Tahun 1990, 2001 Dan 2007
distribusi % penduduk menurut golongan umur di DKI Jakarta1990,2001 dan 2007
199020012007
02468101214
 0 -  t   5 - 9   t   0 -  t   5 - 9   t   0 -  t   5 - 9   t   3  0 - 3   t   3  5 - 3  9   t   0 -  t   5 - 9   t   5  0 - 5   t   5  5 - 5  9   t   6  0 - 6   t   6  5 
golongan umur
     p     r     o     s     e     n       t     a     s     e
199020012007
 
Pengelompokan penduduk berdasarkan jenis kelamin, jumlah penduduklaki-laki lebih banyak dibandingkan dengan jumlah penduduk perempuanpada tahun 1990 dengan rasio jenis kelamin 102 artinya terdapat 102laki-laki dari setiap 100 perempuan. Pada tahun 2001 rasio jenis kelaminmengalami perubahan, keadaannya menjadi terbalik yaitu 99,19. kondisitidak mengalami perubahan, pada tahun 2007 rasio jenis kelamin masihdibawah 100% yang artinya jumlah penduduk perempuan lebih banyakdari laki-laki, yakni 99,49%.

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Timotius Anggara liked this
Timotius Anggara liked this
Lorenzo Arz liked this
Lily Rusli Yuyu liked this
Duddy Soegiarto liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->