Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
27Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teori-teori Perilaku Delinkuen

Teori-teori Perilaku Delinkuen

Ratings: (0)|Views: 5,251|Likes:
Published by pearl_ct88

More info:

Published by: pearl_ct88 on Jan 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/17/2013

pdf

text

original

 
Oleh h2dy Leave a Komenta Kategori:Uncategorized Ada beberapa teori yang membahas mengenahi sebab-sebab terjadinya perilakukenakalan remaja yang pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: teori yangmendasarkan pada pandangan bahwa manusia lahir bagaikan kertas putih (tabula rasa)yang dipelopori oleh John Locke dan teori yang mendasarkan pada pandangan bahwamanusia lahir telah membawa potensi-potensi psikis yang biasa disebut dengan alirannativisme.Teori BiologisTeori ini berpendapat bahwa tingkah laku sosiopatik atau delinkuen pada anak-anak danremaja dapat muncul karena faktor-faktor fisiologis dan struktur jasmaniah seseorang, juga dapat oleh cacat jasmaniah seseorang, dan juga dapat oleh cacat jasmaniah yangdibawa sejak lahir. Kejadian ini berlangsung (Kartono, 2001):a) Melalui gen atau plasma pembawa sifat dalam keturunan, atau melalui kombinasi gen;dapat juga disebabkan oleh tidak adanya gen-gen tertentu, yang semuanya bisamemunculkan penyimpangan perilaku, dan anak-anak menjadi delinkuen secara potensial. b) Melalui pewarisan tipe-tipe kecenderungan yang luar biasa (abnormal), sehinggamembuahkan tingkah laku delinkuen.c) Melalui pewarisan kelemahan konstitusional jasmaniah tertentu yang menimbulkan perilaku delinkuen atau sosiopatik. Misalnya cacat jasmaniah bawaan bracydactylisme(berjari-jari pendek) dan diabetes mellitus (sejenis penyakit gula) itu erat berkorelasidengan sifat-sifat kriminal serta penyakit mental.Lebih jelas Jensen (1985) yang dikutip oleh Sarlito Wirawan Sarwono, menurutnya teori psikogenik menyatakan bahwa kelainan perilaku disebabkan oleh kelainan fisik ataugenetic (Sarwono, 2001). Searah dengan Jensen, Sheldon dalam teori konstitusinya beranggapan bahwa faktor-faktor genetik dan faktor-faktor biologis lainnya memainkan peranan yang menentukan dalam perkembangan individu. Sheldon menjelaskan bahwa
 
ada sejenis struktur biologis hipotesis (morfogenotipe) yang mendasari jasmani luar yang bisa diamati (fenotipe) dan yang memainkan peranan penting tidak hanya dalammenentukan perkembangan jasmani, tetapi juga dalam membentuk tingkah laku (Hall,1993).Teori PsikogenisTeori ini menekankan sebab-sebab perilaku delinkuen dari aspek psikologis. Antara lainfaktor inteligensi, ciri kepribadian, motivasi, sikap-sikap yang salah, fantasi, rasionalisasi,internalisasi diri yang keliru, konflik batin, emosi yang kontroversial, kecenderungan psikopatologis dan lain-lain. Menurut Sigmund Freud, sebab-sebab kejahatan dankeabnormalan adalah karena pertempuran batin yang serius antara ketiga proses jiwa (Id,Ego, Superego) sehingga menimbulkan hilangnya keseimbangan dalam pribadi tersebut.Ketidak seimbangan itu menjurus pada perbuatan kriminal sebab fungsi Ego untuk mengatur dan memcahkan persoalan secara logis menjadi lemah (Mulyono, 1995).Argumen sentral dari teori ini adalah sebagai berikut: delinkuen merupakan bentuk  penyelesaian atau kompensasi dari masalah psikologis dan konflik batin dalammenanggapi stimuli eksternal atau sosial dan pola-pola hidup keluarga yang patologis(Kartono, 1998).Teori SosiogenisTeori sosiogenis yaitu teori-teori yang mencoba mencari sumber-sumber penyebabkenakalan remaja pada faktor lingkungan keluarga dan masyarakat. Termasuk dalamteori sosiogenis ini adalah teori Broken Home dari Mc. Cord, dkk (1959) dan teori“penyalah gunaan anak” dari Shanok (1981) (dalam Sarwono, 2001). Sutherlandmenyatakan bahwa anak dan para remaja menjadi delinkuen disebabkan oleh partisipasinya ditengah-tengah suatu lingkungan sosial, yang ide dan teknik delinkuentertentu dijadikan sarana yang efesien untuk mengatasi kesulitan hidupnya (DalamKartono, 1998). Healy dan Bronner sarjana Ilmu sosial dari Universitas Chicago yang banyak mendalami sebab-sebab sosiogenis kenakalan remaja sangat terkesan olehkekuatan kultural dan disorganisasi sosial dikota-kota yang berkembang pesat, dan banyak membuahkan perilaku delinkuen pada anak, remaja serta pola kriminal padaorang dewasa (Dalam Sarwono 2001). Argumen sentral dari teori ini menyatakan bahwa
 
 perilaku delinkuen pada dasarnya disebabkan oleh stimulus-stimulus yang ada diluar individu.DAFTAR PUSTAKASarlito Wirawan Sarwono, Psikologi Remaja,(Jakarta:Radja Grafindo Persada, 2001).Calvin S. Hall & Gardner Lindzey, Teori-teori Sifat dan Behavioristik,(Yogyakarta:Kanisius, 1993).Y. Bambang Mulyono, Pendekatan Analisis Kenakalan Remaja dan Penanggulangannya,(Yogyakarta:Kanisius, 1995).Kartini Kartono, Patologi Sosial 2, (Jakarta:Radja Grafindo Persada, 1998).
0 Tanggapan ke “TEORI-TEORI PERILAKU DELINKUEN”
Tinggalkan Balasan
Nama
 
E-mail
(tidak akan ditampilkan)
Situs web
 
þÿþÿþÿ

Activity (27)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ireine Mamanua liked this
Vieira Any Nini liked this
Nenny Rachmawati liked this
Adris Ana Wonua liked this
Mustoha Srasb liked this
Evi Hardiyanti liked this
Nasri Begini liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->