Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
41Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
MENGOLAH NILAI

MENGOLAH NILAI

Ratings: (0)|Views: 1,761 |Likes:
Published by Danx Zumaic Exodus

More info:

Published by: Danx Zumaic Exodus on Jan 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/20/2013

pdf

text

original

 
MENGOLAH NILAI
1.
Beberapa Skala Penilaian
a.
Skala bebas
Ani, seorang pelajar di suatu SMU, pada suatu hari berlari – lari kegirangan setelahmenerima kembali kertas ulangan dari Guru Matematika.Pada sudut kertas itu tertulis angka 10, yaitu angkayang diperoleh Ani denganulangan itu.Setekah tiba diluar kelas, Ani berdiskusi dengan kawan – kawannya. Ternyata caramengerjakan dan pendapatnya tidak sama dengan yang lain. Tetapi mereka juga tidak yakin mana yang betul. Oleh karena itu, ketika kertas ulangan dikembalikan dan iamendapat 10, ia kegirangan. Baru sampai bertemu dengan 4 kawannya, wajahnyasudah menjadi malu tersipu – sipu.Rupanya ia menyadari kebodohannya karena setelah melihat angkayang diperolehkeempat orang kawannya, ternyata kepunyaan Anil ah yang paling sedikit. Adakawannya yang mendapat 15, 20 bahkan ada yang25.Dan kata Guru, pekerjaan Tikayang mendapat angka25 itulah yang betul.Dari gambaran ini tampak bahwa dalam pikiran Ani, terpancang satu pengertian bahwa angka10 adalah angka tertinggi yang mungkin dicapai, ini memang lazim.Cara pemberian angka seperti ini tidak salah. Hanya sayangnya, guru tersebut barangkali perlu menerangkan kepada para siswanya, cara mana yang digunakanuntuk memberikan angka atau skor. Ia baru pindah dari sekolah lain. Ia sudah terbiasamenggunakan skala bebas, yaitu skala yang tidak tetap. Adakalanya skor tertinggi 20,lain kali lagi 50. Ini semua tergantung dari banyak dan bentuk soal. Jadi angkatertinggi dan skala yang digunakan tidak selalu sama.
b.
Skala 1 – 10
Apa sebab Ani dan kawan – kawannya berpikiran bahwa angka 10 adalah angkatertinggi untuk nilai ? Hal ini disebabkan karena pada umumnya guru – gurudiIndonesia mempunyai kebiasaan menggunakan skala 1-10 untuk laporan prestasi belajar siswadalam rapor. Adakalanya juga digunakan skala 1-100, sehinggamemungkinkan bagi guru untuk memberikan penilaian yang lebih halus. Dalam skala1-10 guru jarang memberikan angka pecahan, misalnya 5,5. Angka 5,5 akandibulatkan menjadi 6. Dengan demikian maka rentangan angka 5,5 sampai dengan 6,4(selisih hampir1) akan keluar di rapor dalam satu wajah, yaitu angka 6.
c.
Skala 1 – 100
 
Memang di seyogiakan bahwa angka itu merupakan bilangan bulat. Denganmenggunakan skala 1- 10 maka bilangan bulat yang ada masih menunjukan penilaianyang agak kasar. Ada sebenarnya hasil prestasi yang berada di antara kedua angka bulat itu. Untuk itulah maka dengan menggunakan skala 1 – 100, memungkinkanmelakukan penilaian yang lebih halus karena terdapat 100 bilangan bulat. Nilai 5,5dan 6,4 dalan skala 1 – 10 yang biasanya dibulatkan mejadi 6, dalam skala 1 – 100ini boleh dituliskan dengan 55 dan 64
d.
Skala huruf 
Selain menggunakan angka, pemberian nilai dapat dilakukan dengan huruf A, B, C,D, E ( ada juga yang menggunakan sampai dengan G tetapi pada umumnya 5 huruf ini ). Sebenarnya sebutan “skala” diatas ini ada yang mempersoalkan. Jarak antarahruuf A dan B tidak dapat digambarkan sama dengan jarak antara B dan C, atauanatar C dan D.Dalam menggunakan angak dapat dibuktkan dengan garis bilangan bahwa jarak antara 1 dan 2 sama denga jarak antara 2 dan 3. Demikian pula jaran antara 3 dan 4,serta antara 4 dan 5.Akan tetapi justru alasan inilah lalu timbul pikiran untuk menggunakan huruf sebagaialat penilain. Untuk menggambarkan kelemahan dalam menggunakan angka adalah bahwa dengan angka dapat ditafsirkan sebagai nilai perbandingan. Siswa A yangmemperoleh dua kali lipat kecakapan siswa B yang memperoleh angka 4 dalam rapor.Demikian pula siswa A tersebut tidaklah mempunya 8/9 kali kecakapan C yangmendapat nilai 9. Jadi sebenarnya menggunakan angka hanya merupakan symbolyang menunjukan urutan tingkatan. Siswa A yang memperoleh angka 8 memiliki prestasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan siswa B yang memperoleh angka 4,tetapi kecakapannya itu lebih rendah jika dibandingkan dengan kecakapan C. jadi,dalam tingkatan prestasi sejarah urutannya adalah C, A, lalu B.Huruf terdapat dalam urutan abjad. Penggunaan huruf dalam penilaian akan terasalebih tepat digunakan karena tidak ditafsirkan sebagai arti perbandingan. Huruf tidak menunjukan kuantitas, tetapi dapat digunakan sebagai simbol untuk menggambarkankualitas.
1.
Distribusi Nilai
 
Distribusi nilai yang dimiliki oleh siswa – siswanya dalam suatu kelas didasarkan padadua macam standar, yaitu :
a.
Standar mutlak 
b.
Standar relative
a.
Distribusi nilai berdasarkan standar mutlak 
Dengan dasar bahwa hasil belajar siswa dibandingkan dengan sebuah standar mutlak atau dalam hal ini skor tertinggi yang diharapkan, maka tingkat penguasaan siswaakan terlihat dalam berbagai bentuk kurva. Apabila soal – soal ulangan yang dibautoleh guru sangat mudah, dan tingakt pencapainnya tinggi. Sebagian besar siswa akanmemiliki nilai sekitar 8, 9 atau 10 apabila telah diubah ke skala 10. Sebaliknya maka pencapaian siswa akan sebaliknya pula.
110 110
Gambaran prsetasi siswa jika soal – soalulangan yang disusun oleh guru sangatmudah. Disebut kurva juling negatif karena ekornya di kiriGambaran prsetasi siswa jika soal – soalulangan yang disusun oleh guru terlalusukar. Disebut kurva juling positif karenaekornya di kanan

Activity (41)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
SyaeFulloh Aminn liked this
Gerald Evans liked this
Didik Rey liked this
Afwady Ady liked this
Afzah Intifadah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->