Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
43Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konsep Kesalahan Pengukuran

Konsep Kesalahan Pengukuran

Ratings: (0)|Views: 3,259 |Likes:
Published by Bandung Arry S
error
error

More info:

Published by: Bandung Arry S on Jan 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/25/2013

pdf

text

original

 
 BAB 2. APROKSIMASI KESALAHAN 2
-
1
 Aproksimasi Kesalahan
2.1.Menerapkan Konsep Kesalahan Pengukuran
2.2.1.Membilang dan Mengukur 
Dalam keseharian, seseorang sering melakukan penghitungan banyaknya objek atau benda. Seperti menghitung:1.Banyaknya siswa laki-laki yang ada di SMK Negeri I.2.Banyaknya transaksi penjualan dalam satu hari.3.Banyaknya pelanggan yang berasal dari kota Bandung.4.Banyaknya wisatawan asing yang mengunjungi Pulau Bali.5.Besarnya pendapatan daerah yang berasal dari pajak Hotel dan RumahMakan.Kegiatan menghitung di atas menghasilkan suatu bilangan yang pasti, dapatdianggap tanpa ada suatu kesalahan. Suatu kegiatan yang menghasilkan suatu besaran bilangan yang pasti seperti ini dinamakan
membilang
. Jadi hasil darikegiatan membilang adalah suatu bilangan yang pasti atau eksak, tanpa ada suatukesalahan.Berikut ini adalah contoh – contoh bilangan hasil dari membilang.1.Banyaknya siswa laki-laki yang ada di SMK Negeri I adalah 279 orang.2.Transaksi penjualan Apotik Sehat hari ini adalah Rp. 1.000.000,00.3.Ada 75 pelanggan yang berasal dari kota Bandung.4.Wisatawan asing yang mengunjungi Pulau Bali di tahun 2007 sebanyak 2.500.000 orang.5.Pendapatan daerah yang berasal dari pajak Hotel dan Rumah Makan diKota Jakarta adalah Rp. 2.700.000.000,00.
Bab
 
2
 
 BAB 2. APROKSIMASI KESALAHAN 2
-
2
Disisi lain, ada suatu kegiatan pengukuran terhadap keadaan dari suatu benda atauobjek. Seperti melakukan pengukuran:1.Suhu dalam suatu ruangan.2.Luas area persawahan di Propinsi Jawa Timur.3.Berat kendaraan truk dalam keadaan kosong.4.Ketinggian air sungai bengawan Solo.Kegiatan di atas menghasilkan suatu bilangan yang tidak sama persis denganukuran sebenarnya dari objek yang diukur, dapat dianggap ada suatu kesalahan.Kegiatan semacam ini dinamakan
mengukur
. Jadi hasil dari kegiatan mengukur adalah suatu bilangan yang tidak eksak, ada suatu kesalahan. Akan tetapi hasil pengukuran ini mendekati nilai sebenarnya. Dengan kata lain, hasil pengukuranadalah suatu bilangan
pendekatan
atau
aproksimasi
. Walaupun hasil pengukuran berupa nilai pendekatan, ketelitian harus diperhatikan.Berikut ini adalah contoh – contoh bilangan hasil dari mengukur.1.Suhu dalam suatu Kamar Operasi di Rumah Sakit Cipto adalah 20,5
0
C.2.Luas area persawahan di Propinsi Jawa Timur 5700
 Ha
.3.Berat kendaraan truk dalam keadaan kosong 5,25 ton.4.Ketinggian air sungai bengawan Solo pada tanggal 5 Oktober 2007 adalah5,9
m
.5.Diameter dari kepingan uang logam Rp. 100 adalah 2,15
cm
.Bilangan pendekatan seperti contoh di atas biasanya didapat dari pengukuran berdasarkan pembulatan.
2.2.2. Pembulatan
Ada tiga macam pembulatan, yaitu:1.Pembulatan bilangan ke satuan ukuran terdekat.Sebagai misal: diinginkan mengukur tinggi badan seseorang denganmenggunakan satuan cm. Tinggi badan dari si Aldi adalah 172,5 cm. Hasil inidapat dibulatkan menjadi 173
cm.
Jika bilangan riil
 x=a
1
a
2
...a
m
 ,b
1
b
2
...b
n-1
b
n
 
akan dibulatkan ke satuan ukuranterdekat, maka aturan pembulatan sebagai berikut:i.Jika angka
b
n
< 5 maka bilangan
 x = a
1
a
2
...a
m
 ,b
1
b
2
...b
n-1
.
ii.Jika angka
b
n
> 5 maka bilangan
 x = a
1
a
2
...a
m
 ,b
1
b
2
...
(
b
n-1
+1
)
.
iii.Jika angka
b
n
= 5 maka tergantung nilai
b
n-1
Jika
b
n-1
 
merupakan angka genap maka bilangan
 x =a
1
a
2
...a
m
 ,b
1
b
2
...b
n-1
 
 BAB 2. APROKSIMASI KESALAHAN 2
-
3
Jika
b
n-1
 
merupakan angka ganjil maka bilangan
 x = a
1
a
2
...a
m
 ,b
1
b
2
...
(
b
n-1
+1
)
Contoh 1:
Pada suatu pengukuran didapat besaran bilangan 314,25
m
, ekspresi bilanganini menyatakan pembulatan sampai dengan perseratus meter terdekat atausampai dengan 1
cm
terdekat. Bilangan 314,25
m
dapat juga dibulatkanmenjadi 314,3
m
yang berarti pembulatan sampai dengan persepuluh meter terdekat. Bilangan 314,3
m
dapat juga dibulatkan menjadi 314
m
yang berarti pembulatan sampai dengan satuan meter terdekat.
Contoh 2:
Tabel berikut ini merupakan contoh pembulatan beberapa bilangan.Bilangan
 x
Pembulatan dari
 x
0,23420,2343,1483,1525,4525,425,3525,4 2.Pembulatan bilangan ke dalam banyaknya desimal yang dikehendaki.Pembulatan sampai dengan sekian tempat desimal dibelakang koma. Sebagaimisal: diinginkan mengukur lamanya (
running time
) suatu program dijalankanoleh suatu komputer dalam menit. Hasil yang dikehendaki adalah tiga angka(digit) dibelakang koma atau tiga tempat desimal. Misal dalam percobaandidapat hasil 1,351 menit, iini berarti dibulatkan sampai dengan 3 tempatdesimal.
Contoh 3:
Pada suatu pengukuran didapat besaran bilangan 314,25
m
, ekspresi bilanganini menyatakan pembulatan sampai dengan dua tempat desimal. Bilangan314,25
m
dapat juga dibulatkan menjadi 314,3
m
yang berarti pembulatansampai dengan satu tempat desimal.
Contoh 4:
Pada suatu pengukuran didapat besaran bilangan 314,25785
m
, ekspresi bilangan ini menyatakan pembulatan sampai dengan lima tempat desimal.Bilangan tersebut juga dapat dibulatkan kedalam:
Empat tempat desimal, menjadi 314,2578
m
 

Activity (43)

You've already reviewed this. Edit your review.
Fitri Sayank Qmu liked this
1 thousand reads
1 hundred reads
Dessy Kurniasih added this note
kasih contoh nyari keliling dlm aproksimasi kesalahan donk!
Rifki Abrar liked this
Sa'bi Ro'is liked this
Nurul Lul Nulul liked this
Novalia Arisandy liked this
Wisnu Pratama liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->