Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
58Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ISU LINGKUNGAN HIDUP

ISU LINGKUNGAN HIDUP

Ratings: (0)|Views: 3,749 |Likes:
Published by CANDERA

More info:

Published by: CANDERA on Jan 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2013

pdf

text

original

 
ISU LINGKUNGAN HIDUP : POTENSI ANCAMAN PERDAGANGANINTERNASIONAL NEGARA BERKEMBANGArin Fithriani, S.IP, M.Si*ABSTRACTEnvironment issu become a restriction or trade legitimated tool over state. Thissutiation is added by the economic and monetary crisis since 1997. The complexityof international trade pushes the state to expolitate their environment. Resourcesas developing countries comparative advantage become endowment factor, sodoing such effort to grow up their economic development. The exploitation of resources caused much of developing countries resources based product are notencironment friendly. Than the rejection and restriction from international trade,especially from developed countries such as America, Europe and Japan can not be avoided.I. PendahuluanIndonesia saat ini sedang mengalami bebagai macam permasalahanlingkungan hidup yang meupakan imbas dari pembangunan ekonomi. Kondisiyang sekarang dialami Indonesia juga dirasakan oleh beberapa negara berkembang. Dekade pasca perang dingin merubah perpolitikan internasionaltermasuk dengan adanya isu-isu non-conventional yang mulai menjadi perhatiandalam pengambilan kebijakan politik luar negeri suatu negara. Kemunculan isunon-convensional ini berhubungan dengan adanya kesadaran bahwa isu ini telahmenjadi ancaman tersendiri bagi kelangsungan hidup manusia, terutama negara(state). Hal ini karena dampak yang ditimbulkan dari permasalahan lingkunganhidup juga mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia. Baik berskalalocal, regional maupun global. Sampah longsor, kabut asap di Kalimantan danSumatra, lumpur panas di Sidoarjo, tumpahan minyak dilautan dan menipisnyaDosen FISIP Universitas Jenderal Achmad Yani Cimahi dan Universitas Budi Luhur Jakarta.Alumnus S.2 Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas IndonesiaIsu Lingkungan Hidup : Potensi Ancaman Perdagangan Internasional NegaraBerkembanglapisan ozon adalah beberapacontoh permasalahan lingkungan hidup yang bersumber dari tingkah laku manusia sendiri. Dalam artian lebih pada pemenuhankebutuhan ekonomi manusia. sehingga hal ini menimbulkan konsep ancaman baruyang berhubungan dengan keamanan. Adanya anggapan bahwa suatu fenomenaitu menjadi ancaman, adalah berhubungan dengan core values yang dianut dan berkembang dalam hubungan internasional. Seperti halnya dengan kekhawatiranterhadap kerusakan lingkungan hidup berhubungan dengan core values bahwalingkungan memberikan manfaat dan keuntungan ekonomis yang tak terhingga bagi kelangsungan hidup manusia, sehingga segala sesuatu, baik tindakanataupun keputusan yang berdampak pada kerusakan lingkungan hidup disaat iniataupun masa yang akan datang dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan,oleh karena itu keputusan yang berhubungan dengan penanganan lingkunganhidup itu tidak lagi hanya berdasarkan pada misalnya environmental policy, tapisebagai keputusan politik yang bermakna dan berpengaruh luas.(Hernandez,2000:366). Memasuki awal tahun 1970-an muncul keprihatinan masyarakatinternasional mengenai dampak pertumbuhan ekonomi terhadap pembangunansosial dan lingkungan hidup. Kemunculan negara baru pasca Perang Dunia II dannegara-negara yang memenangkan perang mulai membangun perekonomiannya.
 
Hal ini terlihat dengan perkembangan industri manufaktur yang cukup pesatsejalan dengan perkembangan kapasitas ilmu dan teknologi masa itu yang belumramah lingkungan. Keterkaitan antara pembangunan ekonomi dalam hal ini perdagangan dan lingkungan hidup yang saling mempengaruhi itulah padaakhirnya menimbulkan suatu permasalahan baru di dunia internasional. PBBmengadakan konferensi mengenai lingkungan hidup yang kemudian dikenaldengan The United Nations Conference on the Human Environment pada tahun1972 di Stockholm, Swedia dan merupakan sejarah penting dalam kepedulianterhadaplingkunganhidupglobal.Dalamkesepakatan mengenai keterkaitan antara konsep pembangunan dan pengelolaanlingkungan hidup. Persoalan lingkungan hidup diidentikkan dengan kemiskinan,keterbelakangan, tingkat pembangunan yang masih rendah dan pendidikanrendah, intinya faktor kemiskinan yang menjadi penyebab utama kerusakanlingkungan hidup didunia. Sehingga dalam forum tersebut disepakati suatuIsu Lingkungan Hidup : Potensi Ancaman Perdagangan Internasional NegaraBerkembang persepsi bahwa kebijakan lingkungan hidup harus terkait dengan kebijakan pembangunan nasional. Kemudian forum ini menyepakati pembentukan lembagalingkungan hidup internasional (UNEP; United Nations Environment Program)untuk menindaklanjuti dan memonitor pelaksanaan kesepakatan dalam konferensitersebut. Sedangkan dalam dokumen konfrensi Stockholm “The Control of Industrial Pollution and International Trade” secara langsung mendorong GATTuntuk meninjau kembali kebijakannya. Tahun 1992 dalam KTT Bumi di Rio deJaneiro, menjadikan persoalan lingkungan hidup ini semakin jelas dengan adanyahubungan antara ekonomi perdagangan dan lingkungan hidup dengan adanya pembahasan tentang kesepakatan hambatan non-tariff dalam perdagangansebagai kontrol terhadap produk ekspor yang menyebabkan kerusakan lingkunganhidup.(Hernandez, 2000:366)Keberadaanlembagatersebut belum penanganan terbaik bagi masalah lingkungan hidup, sehingga mendorong PBBuntuk membentuk suatu komisi khusus untuk menelaah persoalan-persoalan kritis berkenaan dengan lingkungan hidup yaitu Komisi Dunia untuk Lingkungan danPembangunan (World Commission on Environment and Development) yangdikenal dengan nama Bruntland Commission. Komisi tersebut menghasilkanlaporanmengenai pentingnya pengembangan berkelanjutan (sustainable development) sebagai elemen signifikan dalam upayakonservasi sumber daya alam dan lingkungan hidup pada umumnya. KonsepSustainable Development ini merupakan model pembangunan yang berusahamemenuhi kebutuhan hidup (perekonomian) pada saat sekarang ini tanpamengurangi kemampuan generasi yang akan datang untuk memenuhi kebutuhan
 
mereka. Dengan demikian pembangunan berkelanjutan merupakan pembangunan berwawasan jangka panjang dengan pembangunan ekonomi yang ramahlingkungan dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan tetapmemperhatikan kelangsungan sumber daya alam yang dieksploitasi. Dalamlaporan itu pula ditegaskan bahwa ketimpangan tata ekonomi internasionalmenjadi penyebab utama kerusakan lingkungan hidup global.(Dewitt,1993:192).Disparitas hubungan Utara – Selatan menjadi latar belakang kerusakanIsu Lingkungan Hidup : Potensi Ancaman Perdagangan Internasional NegaraBerkembanglingkungan hidup yang pada akhirnya juga menciptakan instabilitas hubunganantar keduanya.(Dewitt,1993:187)Besarnya hutang luar negeri negara berkembang memaksa negara-negaratersebut untuk melakukan eksploitasi sumber daya-nya secara berlebihan untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar termasuk untuk membayar hutang kenegara maju atas biaya pembangunannya.. Dilain pihak proteksionisme yang berlebihanolehnegaramajuterhadap bertambahnya kesulitan bagi negara berkembang untuk mengembangkan perekonomian dan industrinya pada basis teknologi yang ramah lingkungan.Hubungan lingkungan hidup dan sistem perdagangan internasional bukan hanyamenyangkut pada produk perdagangan saja, namun juga pada proses produksidan hasil akhir dari produk tersebut (residu) seperti dengan adanya ecolabelling,recycling, packeging, bottling dan sebagainya, yang dapat dikatakan mencakupkeseluruhan awal dan akhir produk.Disparitas ini ditambah dengan adanya kekuatan Utara dalam mekanismeinstitusi internasional yang sangat mempengaruhi kebijakan institusi tersebut,sebagaimana terlihat dalam berbagai aturan dalam WTO yang saling bertentanganantara pasal satu dengan lainnya dianggap oleh negara berkembang sebagaihambatan dalam perdagangan produk mereka. Hal ini terlihat dalam artikel IGATT, artikel II GATS (General Agreement on Trade in Services) dan artikel 4TRIPS (Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights) bahwa berdasarkanMost-Favoured Nation (MFN), suatu negara tidak boleh mendiskriminasikannegara lain dan memperlakukan secara sama terhadap produk-produknya. Selainitu berdasarkan National Treatment Principle yang terdapat dalam artikel III GATT,artikel XVII GATS dan artikel 3 TRIPS secara tak langsung melarang praktek dumping dengan memperlakukan sama seperti produk dan jasa domestik. Keduaartikel ini secara tak langsung dihambat oleh artikel XI 2b dan artikel XIII. Padaartikel XI 2b berdasarkan restriksi kuantitatif, pembangunan nasional. Kemudianforum ini menyepakati pembentukan lembagalingkungan hidup internasional (UNEP; United Nations Environment Program)untuk menindaklanjuti dan memonitor pelaksanaan kesepakatan dalam konferensitersebut. Sedangkan dalam dokumen konfrensi Stockholm “The Control of Industrial Pollution and International Trade” secara langsung mendorong GATTuntuk meninjau kembali kebijakannya. Tahun 1992 dalam KTT Bumi di Rio deJaneiro, menjadikan persoalan lingkungan hidup ini semakin jelas dengan adanyahubungan antara ekonomi perdagangan dan lingkungan hidup dengan adanya pembahasan tentang kesepakatan hambatan non-tariff dalam perdagangan

Activity (58)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yeeri Badrun liked this
Jackoup Jackson liked this
Cumumut Anthi liked this
Mario HerDi liked this
Isni Afdania liked this
Jemmy Franky liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->