Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
53Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Bab i Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

Bab i Pendahuluan 1.1 Latar Belakang

Ratings: (0)|Views: 12,440|Likes:
Published by musrinsalila
kimia bahan makanan
kimia bahan makanan

More info:

Published by: musrinsalila on Jan 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/24/2013

pdf

text

original

 
BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar Belakang
Makanan merupakan sumber energi yang dibutuhkan oleh manusia danhewan untuk melangsungkan kehidupannya. Namun, makanan dapat menjadi sumber  penyakit jika tidak memenuhi kriteria sebagai makanan baik, sehat dan aman.Berbagai kontaminan dapat mencemari bahan pangan dan pakan sehingga tidak layak untuk dikonsumsi.Fungsi makanan yaitu menjaga keberlangsungan hidup dan menjaga agar makhluk hidup sehat lahir dan bathin. Selain itu, kualitas makanan yang dikonsumsi dapat berpengaruh terhadap kualitas hidup dan perilaku makhluk hidup itu sendiri. Oleh karenaitu, setiap makhluk hidup selayaknya berusaha untuk mendapatkan makanan yang baik seperti dinyatakan dalam FirmanNya: “Hai orang-orang yang beriman, makanlah diantararizki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepadaNya saja kamu menyembah” (QS Al-Baqarah: 172). “Dan makanlahmakanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rizkikan kepadamu, dan bertakwalahkepada Allah yang kamu beriman kepadaNya (QS Al- Maidah: 88). Dari ayat-ayat tersebutdapat disimpulkan bahwa makanan yang dikonsumsi harus baik ditinjau dari segi fisik dan psikologis, karena kualitas makanan berpengaruh terhadap kualitas makhluk hidup,terutama manusia.Kualitas makanan atau bahan makanan di alam ini tidak terlepas dari berbagai pengaruh seperti kondisi dan lingkungan, yang menjadikan layak atau tidaknya suatumakanan untuk dikonsumsi. Berbagai bahan pencemar dapat terkandung di dalammakanan karena penggunaan bahan baku pangan terkontaminasi, proses pengolahan, dan proses penyimpanan.Oleh karena alasan tersebut di atas, maka perlunya meningkatkan kewaspadaan dalammemilih bahan makanan atau makanan olahan yang akan dikonsumsi dan tidamengkonsumsi makanan yang sudah kadaluarsa
atau yang disimpan terlalu lama.
1
 
”Label pada kemasan produk pangan bukan sekadar hiasan. Di atasnyaterkandung banyak "cerita" tentang produk di dalam kemasannya bagi calon pembeli. Cerita itu pula yang membantu calon pembeli untuk memutuskan membeliatau tidak.
Setiap kali hendak membeli pangan dalam kemasan, yang pertama kali dilihatcalon konsumen adalah kemasan dan labelnya. Kemasan itu sangat beragam bentuk dan bahannya. Namun, yang lebih penting adalah label yang terdapat pada kemasanitu. Dari label inilah konsumen mengetahui banyak hal soal produk di dalamkemasan itu.Setidaknya, ada delapan jenis informasi yang bisa diketahui dari labelkemasan produk pangan. Yakni sertifikasi halal, nama produk, kandungan isi, waktukedaluwarsa, kuantitas isi, identifikasi asal produk, informasi gizi, dan tanda-tanda
,kualitas lainnya. Informasi-informasi ini mesti diperhatikan dengan seksama supayakonsumen tidak salah beli.Selain itu, ada pula informasi yang tidak boleh dicantumkan pada labelkemasan. Informasi itu menyangkut hal-hal yang membingungkan dan membuatrancu konsumen. Juga, informasi tentang sesuatu ciri khas yang sebenarnya dimilikioleh produk pangan sejenis. Umpamanya, tulisan tanpa zat pewarna untuk produk yang memang dilarang menggunakan zat pewarna. Informasi efek pengobatan atau penyembuhan penyakit tertentu, juga tidak boleh dicantumkan pada label kemasan produk pangan bukan dietetik.
Supaya tahu harga zat gizinya
Sertifikasi halal untuk Indonesia yang sebagian besar penduduknya muslimmemang sangat penting. Karena itu, produk makanan dalam kemasan yang beredar di Indonesia sekarang harus halal seperti dicantumkan pada labelnya. Kehalalan inisebenarnya tidak terbatas pada bahannya saja, tetapi juga pemrosesannya. Dengan
2
 
 begitu kehalalan mencerminkan tingkat sanitasi dan higiene optimal produk itu. Ini jelas menguntungkan pengusaha karena pasarnya menjadi terbuka lebar, tidak cumaterbatas pada konsumen muslim.Pada setiap kemasan nama produk pada labelnya merupakan informasi utamayang memungkinkan konsumen mengidentifikasi jenis produk itu. Penamaannyadapat karena aturan, macam susu, mentega, atau minyak goreng. Atau, karena penggunaan komersialnya, seperti tepung telur, tepung ikan, atau hati bebek Barbarie. Penamaan secara fantasi tidaklah mencukupi dan harusmengidentifikasikan keadaan sebenarnya atau perlakuan yang diperolehnya.Contohnya, susu bubuk, gula pasir, sayuran terliofilisasi, susu UHT (ultra hightemperature), atau susu pasteurisasi.Terkadang, untuk maksud dikenal, penamaan dilakukan dengan dua namamirip namun berbeda. Contohnya yoghurt (Anglo-saxon) dan yaourt (Prancis).Yaourt adalah susu fermentasi yang menggunakan hanya dua macam bakteri, S.thermophilus dan L. delbrueckii subsp. Bulgaricus. Sedangkan pada yoghurt, disamping dua bakteri tadi diizinkan pula penambahan mikroba macamBifidobacterium longum atau L. acidophilus.Dalam label kemasan bisa ditemukan kandungan isi, yaitu semua substansi,termasuk zat aditif, yang digunakan dalam pembuatan atau persiapan pangan dalamkemasan. Informasi tentang bahan itu disusun dari yang persentasenya tertinggihingga terendah, namun ini tidak merupakan keharusan. Kecuali diberikan pada bahan yang memberikan pengaruh khusus, umpamanya kolesterol. Pada makanankaleng ikan thon dalam minyak misalnya, persentase minyak tak perlu dicantumkanlantaran minyak bukan khas untuk pangan ini. Yang menjadi titik beratnya adalah jenis ikannya. Produk seperti kentang, kacang tanah, cuka asli, sayur segar, dan buahumumnya dibebaskan dari ketentuan ini. Yang juga tidak perlu dicantumkan adalah
3

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->