Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
139Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Strategi Pemasaran A-mild

Strategi Pemasaran A-mild

Ratings: (0)|Views: 8,713 |Likes:
Published by ratzzz86

More info:

Published by: ratzzz86 on Jan 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/10/2014

pdf

text

original

 
30
KATA PENGANTAR 
Puji Syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena atas segala rahmat
 
danhidayahNya penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Strategi PemasaranSampoerna A Mild sebagai Pelopor Rokok Mild di Indonesia” tepat pada
 
waktunya. Makalah ini penulis susun sebagai salah satu syarat kelulusan mata kuliah Seminar Pemasaran Internasional.Diharapkan tulisan ini bermanfaat untuk menambah informasi para pembaca mengenaistrategi apa saja yang dilakukan untuk memasarkan produk sehingga produk tersebut bisamenjadi Market leader di pasar dan dikenal oleh masyarakat luas.Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih terdapat kekurangan danketidaksempurnaan. Oleh karena itu, penulis akan dengan senang hati menerima segala bentuk masukan dari berbagai pihak untuk penyempurnaan makalah ini. Pada akhirnya semoga makalahini dapat memberikan manfaat bagi semua pihak yang membacanya.
 
30
IPENDAHULUANI.1 Latar Belakang
Bisnis keluarga Sampoerna bermula sebelum tahun 1913 saat Liem Seeng Tee danistrinya Tjiang Nio mendirikan perusahaan Handel Maastchapij Liem Seeng Tee. Perusahaan iniselanjutnya berganti nama menjadi NV Handel Maastchapij Sampoerna (HM Sampoerna).Setelah Perang Dunia kedua usai, nama perusahaan tersebut diindonesiakan menjadi PT HanjayaMandala Sampoerna atau biasa disingkat menjadi HM Sampoerna.Bisnis rokok keluarga Sampoerna dimulai sekitar tahun 1916 saat Liem Seeng Teemembeli berbagai jenis tembakau dari seorang pedagang tembakau yang bangkrut. Di tengahkondisi keuangan yang sulit, Liem Seeng Tee bertekad menjadikan perusahaannya sebagaiKerajaan Tembakau. Liem Seeng Tee sendiri memilih nama Sampoerna untuk menggambarkankeinginannya menghasilkan produk tembakau terbaik dan meraih predikat raja rokok kretek.Bisnis itu berjalan dan mulai menunjukkan geliatnya mulai awal tahun 1940. Pada saatitu bisnis PT HM Sampoerna tumbuh pesat. Produksi gabungan rokok lintingan tangan danlintingan mesin mencapai tiga juta batang per minggunya. Untuk melinting Dji Sam Soe sajadiperlukan sekitar 1.300 pekerja. Setelah Liem Seeng Tee meninggal tahun 1956, perusahaandikelola oleh kedua putrinya, Liem Sien Nio dan Liem Hwee Nio. Namun keduanya tidak  berhasil membawa kesuksesan, sehingga bisnis ini selanjutnya ditangani oleh putra kedua LiemSeeng Tee yakni Liem Swee Ling, yang lebih dikenal dengan nama Aga Sampoerna.
 
30
Pada sekitar tahun 1970-an, Aga digantikan Putera Sampoerna. Saat itu PuteraSampoerna mulai membangun pabrik. Keberhasilan lainnya adalah dengan terdaftarnya PT HMSampoerna sebagai perusahaan publik pada 27 Agustus 1990. Namun Putera Sampoerna (57tahun) sendiri saat ini masih menduduki jabatan sebagai Presiden Komisaris. Sementara duasepupunya mengisi jabatan wapreskom yakni Boedi Sampoerna dan sebagai komisaris yakniSoetjahjono Winarko. Komisaris HM Sampoerna lainnya adalah wakil dari pemegang sahamyakni Phang Chew Hock, James P Bannes dan Ekadharmajanto Kasih.Sementara posisi presiden direktur saat ini diduduki oleh anak Putera Sampoerna yakniMichael Sampoerna yang masih berumur 26 tahun. Sementara direktur lainnya adalah Edward HFrankee, Sugaiarta Gandasaputra, Hendra Praseta dan Djoko Susanto. Kerajaan bisnisSampoerna sekarang ini sudah menggurita. Selain pabrik rokok andalannya yakni HMSampoerna dengan produk unggulan Dji Sam Soe dan A Mild, ada juga bisnis properti TamanDayu. Di bisnis properti ini, keluarga Sampoerna mengelola 598 hektar tanah di Malang.Keluarga Sampoerna juga menjadi pemilik waralaba Alfamart yang semula dimaksudkan untuk memperlancar penjualan ritelnya.Keluarga Sampoerna membeli 70 persen Sumber Alfaria Trijaya yang merupakan pemilik waralaba Alfamart pada tahun 1990. Bisnis lainnya adalah PT Sampoerna Percetakan Nusantara yang beralih nama menjadi PT Sampoerna Printpack didirikan pada tahun 1989terletak di Sukorejo. Bisnis ini sebenarnya sudah dirintis sejak lama, namun terhenti jauhsebelum perang dunia kedua. Sementara untuk memperlancar distribusi produksi rokoknya,keluarga Sampoerna mendirikan PT Panamas. Perusahaan inilah yang semula digandeng olehPhilip Morris setelah ‘bercerai’ dengan Bentoel. Saat ini Panamas merupakan salah satu sumber dana dari Sampoerna. Tak mau kalah terhadap kemajuan teknologi, keluarga Sampoerna jugamemiliki Integrated Business Solution Asia (IBSA)yang merupakan layanan IT dan konsultanmenajemen dengan klien dari Indonesia dan Singapura. Saat ini IBSA telah tumbuh menjadisalah satu industri IT terkuat di Asean.Sementara untuk kegiatan sosialnya, keluarga Sampoerna mendirikan SampoernaFoundation yang mayoritas kegiatannya adalah memberikan beasiswa kepada siswa. Khususuntuk Sampoerna, pada tahun 2004 lalu berhasil memperoleh pendapatan bersih hingga Rp 9

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->