Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
14Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teologi Feminist Reuther

Teologi Feminist Reuther

Ratings: (0)|Views: 1,000 |Likes:
Published by Pitronellah

More info:

Published by: Pitronellah on Jan 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2012

pdf

text

original

 
Membangun Masa Depan DuniaSuatu Perspektif Teologi FeminismeSuatu Kajian Berdasarkan:Sumber:Radford Reuther,
Sexism and God-Talk: Toward a Feminist Theologi
, Boston:Beacon Press, 1983.
1
Abstraksi
 Reuther memakai bahan-bahan teologi dogmatik serta penghayatan iman yang terdokumentasi di dalam simbol-simbol, hukum-hukum dan etika komunitas Kristenuntuk menguji persoalan mengapa male’s experience telah menjadi suatu sistem yang tidak menghormati keadilan gender. Istilah Godess yang telah tergeser dari agamamonoteisme sebagai sumber sistem patriarkhis, baik oleh penulis-penulis kitab suci pada saman kejayaan Kerajaan Israel dan dilanjutkan dalam tradisi penulisan perjanjian Baru serta gereja mula-mula kemudian mempengaruhi seluruh sistem penyebarankeilmuan sekuat sistem penyebaran agama Kristen.Sumber-sumber baik teologi klasik dan filsafat yang cenderung menekankan perspektif ‘Godess’, kurang mendapat tempat sambutan dan mempengaruhi struktur keyakinan beragama sehingga tergeser juga dalam pergaulan struktur kekuasaan perspektif yang dominant. Reuther mengembalikan perspektif ‘Godess’ pada seluruhwilayah kehidupan: teologi, sistem masyarakat, struktur sosial serta dunia ilmu pengetahuan dan bagian-bagian ekspresi kehidupan manusia yang sudah terlanjur masuk dalam perangkap sistem yang tidak adil. Mengembalikan konsep teologi dalam perspektif feminist merupakan akar untuk menjadikan sistem yang ‘dipulihkan’ melampaui sistem patriarkhi. Sistem yang diharapkan ini, bukan sebagai suatu bayanganeskatologis yang sekedar di dominasi oleh perspektif feminis saja, tetapi menjadikan suatu dunia yang harmonis, adil gender dan damai. Keadilan gender merupakanbarometer untuk menghargai lingkungan alam sebagai bagian dari sahabat yang harusdipelihara dan bukan sebagai bagian dari objek yang dipakai secara sewenang-wenang. Dari sana perubahan yang diharapkan oleh feminism bukan perubahan individu tetapi perubahan kolektif, sebagai suatu tanda dari kehadiran Allah dalam komunitas dunia.
1. Pendahuluan.
Ada 3 pokok utama yang dijelaskan oleh Reuther dalam buku ini yakni: metodologifeminism, sumber-sumber teologi feminist dan norma-norma feminist. Ketiga pokok ini
1
Buku-buku sumber lain dari penulis yang lain juga akan dipakai untuk menguatkan atau memberikan perbedaan-perbedaan diskusi dari tema-tema tertentu yang dikembangan oleh Reuther. Cara penulisanlaporan buku ini, memakai catatan perut untuk menunjukan halaman dari tubuh buku sumber utama dancatatan kaki jikalau merujuk pada sumber buku dan penulis yang lain.
1
 
merupakan suatu alur penguraian yang dipakai oleh Reuther untuk menjelaskan persoalan:1.Dari manakah akar kesadaran barat yang telah membuka jalan ketidakadilan sex.2.Mencari jalan untuk meletakan kemanusiaan penuh, dimana perempuan dihargaisebagai person yang memiliki
the full humanity of women.
Pokok-pokok persoalan ini dibahas oleh Reuther dengan menunjuk alasan tuntutan darifeminism untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan steriotipe gender padawilayah
God-language
. (p.61) Hilangnya
Godess
dalam wilayah agama monoteismemerupakan akar dominasi sex .
2
2.
Metodologi
Metodologi yang dipakai adalah Lingkaran Hermeneutik (p.12). LingkaranHermenutik pertama sekali dikembangkan oleh Han-George Gadamer 
3
kemudian dalam perkembangan selanjutnya oleh ilmu-ilmu sosial. Reuther sebagai seorang feminisme juga memakai metode ini untuk menguji ‘pengalaman’ (pengalaman dengan yang Ilahi, pengalaman dengan seseorang, pengalaman komunitas dan dunia) yang telah dibangunatau pun yang telah mendapat sentuhan perubahan. Kriteria yang dipakai untuk menguji pengalaman yang disebutkan di atas adalah pengalaman unik perempuan,
women’sexperiences
, yang secara keseluruhan tidak diperhitungkan dalam membangun refleksiteologi masa lalu
 p.13). Pengalaman perempuan sebagai dasar untuk membangun teologifeminist.Pengalaman yang dimaksudkan adalah pengalaman yang telah membuka pemikiranmasa lalu yang tidak memberikan tempat yang setara terhadap perempuan dalam tradisi-tradisi pemikiran teologi termasuk dengan konsep tentang manusia (anthropos).Perempuan hanyalah bagian dari manusia (laki-laki) dan tidak dilihat sebagai subjek,manusia yang utuh. Menggunakan pengalaman perempuan dalam teologi feminist
2
Nawal El Sadawi juga menyebutkan akar dominasi sex yang bersumber dari agama monoteisme.“Mereka tidak menyadari bahwa perempuan telah ada sebelum agama-agama monoteisme diturunkankepada manusia serta jauh sebelum Adam dan Hawa di turunkan”. Lihat Nawal
 , Perempuan dalam Budaya Patriarki
, (terj.) (Jogyakarta: Pustaka Plajar, 2001) hal. 183
3
Lingkaran Hermeneutik terdiri dari empat tahap: pertama penggambaran tentang pengalaman,menganalisis pengalaman dengan memakai ilmu-ilmu sosial, refleksi teologi dan berakhir pada tindakan,sebagai titik pertemuan dalam kehidupan nyata. Salah satu maksud dari teori ini adalah untuk melakukansuatu perubahan dalam masyarakat dengan menekan bukan sekedar ide tetapi tindakan dari suatu gagasan.Konsep ini bersumber dari metode hermenutik yang dikembangkan oleh Hans-George Gadamer,
 Kebenaran dan Metode: Pengantar Filsafat Hermenutika
, (terj.) (Yogyakarta:Pustaka Peajar:2004).
2
 
merupakan kekuatan bagi teori kritis untuk menguji teologi tradisional dan tradisi-tradisigereja. Jadi ada tiga kriteria pengalaman:1.Pengalaman perempuan berdasarkan pengalaman dalam tradisi laki-laki2.Pengalaman laki-laki yang telah membentuk tradisi gereja dan komunitas yangmengadopsinya3.Pengalaman universal, yakni pengalaman penuh laki-laki dan perempuan setaradalam pengertian human. Manusia bukan hanya diisi dan diukur oleh imaginasilaki-laki saja tetapi keduanya, baik laki-laki dan perempuan, sama-sama menjadisubjek dalam menentukan kualitas manusia.Metodologi yang dipakai oleh Reuther telah menempatkan kekuatannya pada pendekatan kritis teologi feminis yang terletak pada pengalaman perempuan sebagaisuatu kriteria yang didasarkan atas asumsi bahwa teologi klasik termasuk tradisi-tradisiyang telah diterima sebagai pengalaman universal hanya diukur dari pengalaman salahsatu jenis sex saja, yakni
male experience
. Reuther menunjukan bagaimana pengalaman pewahyuan yang disebarkan oleh penerima wahyu telah membentuk suatu komunitasyang mempercayainya dan mengatur seluruh relasi-relasi kehidupan secara vertikal punhorizontal menurut ketetapan dalam kitab suci. Dari uraiannya ini, Reuther kemudianmenunjukan bagaimana
male experiences
yang telah membentuk komunitas penerimawahyu itu.Ketetapan aturan dan tradisi kehidupan suatu komunitas tidak selamanya statistetapi juga mengalami suatu perubahan, yang disebut oleh Reuther dengan
‘Crises of Tradision’ 
. Masa krisis dalam tradisi agama ditandai dengan diterimanya suatuinterpretasi penebusan yang bertetangan dengan pengertian yang telah memberikan suatumakna tertentu dalam komunitas yang mempercayainya. Reuther menunjukan masa krisistradisi teologi gereja pada masa reformasi abad ke 16 sekaligus hendak mengatakan bahwa gereja juga seharusnya bersiap-siap untuk menerima suatu masa krisis yangsedang berlangsung dengan munculnya berbagai aliran teologi modern antara lain:teologi liberal, teologi feminis sejak pertengahan abad 20.Theologi feminis menekankan prinsip
the full humanity of women
, sesuatu yangdiabaikan oleh tradisi dan teologi tradisional. Keunikan prinsip feminist, bahwa perempuan sendirilah yang menuntut prinsip kemanusiaan penuh bagi diri mereka sendiri3

Activity (14)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Mei Lin Hia liked this
Ritha Poluakan liked this
Agriantis Manao liked this
Yudith Mangoting liked this
Hekson Simbolon liked this
dinsonsaragih liked this
Arrizaljafar liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->