merupakan suatu alur penguraian yang dipakai oleh Reuther untuk menjelaskan persoalan:1.Dari manakah akar kesadaran barat yang telah membuka jalan ketidakadilan sex.2.Mencari jalan untuk meletakan kemanusiaan penuh, dimana perempuan dihargaisebagai person yang memiliki
the full humanity of women.
Pokok-pokok persoalan ini dibahas oleh Reuther dengan menunjuk alasan tuntutan darifeminism untuk menyelesaikan masalah yang berhubungan dengan steriotipe gender padawilayah
God-language
. (p.61) Hilangnya
Godess
dalam wilayah agama monoteismemerupakan akar dominasi sex .
2.
Metodologi
Metodologi yang dipakai adalah Lingkaran Hermeneutik (p.12). LingkaranHermenutik pertama sekali dikembangkan oleh Han-George Gadamer
kemudian dalam perkembangan selanjutnya oleh ilmu-ilmu sosial. Reuther sebagai seorang feminisme juga memakai metode ini untuk menguji ‘pengalaman’ (pengalaman dengan yang Ilahi, pengalaman dengan seseorang, pengalaman komunitas dan dunia) yang telah dibangunatau pun yang telah mendapat sentuhan perubahan. Kriteria yang dipakai untuk menguji pengalaman yang disebutkan di atas adalah pengalaman unik perempuan,
women’sexperiences
, yang secara keseluruhan tidak diperhitungkan dalam membangun refleksiteologi masa lalu
(
p.13). Pengalaman perempuan sebagai dasar untuk membangun teologifeminist.Pengalaman yang dimaksudkan adalah pengalaman yang telah membuka pemikiranmasa lalu yang tidak memberikan tempat yang setara terhadap perempuan dalam tradisi-tradisi pemikiran teologi termasuk dengan konsep tentang manusia (anthropos).Perempuan hanyalah bagian dari manusia (laki-laki) dan tidak dilihat sebagai subjek,manusia yang utuh. Menggunakan pengalaman perempuan dalam teologi feminist
2
Nawal El Sadawi juga menyebutkan akar dominasi sex yang bersumber dari agama monoteisme.“Mereka tidak menyadari bahwa perempuan telah ada sebelum agama-agama monoteisme diturunkankepada manusia serta jauh sebelum Adam dan Hawa di turunkan”. Lihat Nawal
, Perempuan dalam Budaya Patriarki
, (terj.) (Jogyakarta: Pustaka Plajar, 2001) hal. 183
3
Lingkaran Hermeneutik terdiri dari empat tahap: pertama penggambaran tentang pengalaman,menganalisis pengalaman dengan memakai ilmu-ilmu sosial, refleksi teologi dan berakhir pada tindakan,sebagai titik pertemuan dalam kehidupan nyata. Salah satu maksud dari teori ini adalah untuk melakukansuatu perubahan dalam masyarakat dengan menekan bukan sekedar ide tetapi tindakan dari suatu gagasan.Konsep ini bersumber dari metode hermenutik yang dikembangkan oleh Hans-George Gadamer,
Kebenaran dan Metode: Pengantar Filsafat Hermenutika
, (terj.) (Yogyakarta:Pustaka Peajar:2004).
2