Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
64Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Anjak Piutang (gabungan)

Anjak Piutang (gabungan)

Ratings:

5.0

(1)
|Views: 3,347 |Likes:
Published by aziezoel

More info:

Published by: aziezoel on Jan 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2013

pdf

text

original

 
Bab IPendahuluan
Kegiatan anjak piutang (factoring) sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Padaawalnya memang bentuk usaha anjak piutang ini masih sangat sederhana. Biasanya perusahaann anjak piutang (factor) juga sekaligus bertindak sebagai agen penjualan dan pemberi perlindungan kredit.Revolusi industri diakhir abad ke-18 ikut mendorong pertumbuhan bisnis anjak piutang umum (general factoring). Peningkatan transaksi ekspor dan impor otomatis memacu pertumbuhan bisnis industri anjak piutang. Perkembangan akhir-akhir ini menunjukkan bahwa para factor mulai meninggalkan profesi sebagai agen dan lebih berkonsentrasi pada pengelolaan kredit bagi kliennya, yaitu menjamin kredit, melakukan penagihan , dan menyediakan dana.Kehadiran industri anjak piutang sangat membantu kegiatan bisnis. Merupakan kenyataan bahwa terjdi proses tawar-menawar antara pembeli dan penjual maupun antarpenjual agar dapat menjual produk dan jasanya. Salah satu tawaran yang biasanya diberikan adalahkemudahan dalam pembayaran, yang bisa berupa pembyaran berjangka. Akan tetapi pemberian fasilitas ini mengandung konsekuensi yang akan berdampak pada kemampuan kas perusahaan. Ini menunjukkan bahwa usaha pemecahan salah satu masalah kadang kala tidak sejalan dengan penyelesaian masalah yang lain.Ambillah contoh, untuk meningkatkan penjualan maka perusahaan dapat meningkatkan persyaratan penjualan dengan cara kredit ini akan menambah rumit dalam pengadministrasian penjualan, karena menyangkut masalah penagihan dan risikonya tidak terbayarkan piutang penjualan. Peningkatan penjualan secara kredit juga menuntut konsekuensi bahwa perusahaantersebut juga harus menyediakan modal kerja yang lebih besar, karena cara tersebutmenyebabkan semakin banyak modal kerja perusahaan yang tertanam dalam bentuk piutangdagang. Skema pembiayaan yang ditawarkan melalui anjak piutang memberikan satualternatif solusi terhadapm masalah diatas. Jasa yang ditawarkan oleh suatu perusahaan anjak  piutang tidak hanya serkadar pembiayaan murni melainkan juga jasa nonpembiayaan sepertiadministrasi penjuakan dan penagihan piutang dagang.Dalam transaksi anjak piutang, tagihan penjual kepada pembeli dialihkan pada perusahaan
Page | 1
 
anjak piutang sehingga penjual tidak perlu menagihnya. Dengan cara ini, kas yang diterima penjual dapat digunakan untuk membiayai modal kerja demi kesinambungan usaha walaupun penjual harus membayar biaya tertentu. Namun, biaya yang harus dibayarkan tersebut dapatdikompensasi dengan potongan penjualan yang didapatkan dari pemasok apabila penjualmembeli bahan baku secara tunai dari hasil pengalihan piutang kepada perusahaan anjak  piutang. Hal ini merupakan inti dari transaksi anjak piutang yang dilakukan antara penjualdan perusahaan anjak piutang, yaitu hubungannya yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Aspek saling menguntungkan inilah yang menjadi pedoman kunci menjadisuksesnya transaksi anjak piutang. Pembahasan lebih rinci mengenai anjak piutang akandiuraikan pada sub-sub bab berikut ini.
Page | 2
 
Bab IIPembahasan
1.Pengertian
Factoring dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi anjak piutang. Menurut keputusanMenteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988, perusahaananjak piutang adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk  pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangandalam atau luar negeri. Definisi diatas menjelaskan bahwa jasa yang diberikan dalam suatu kegiatan anjak piutang meliputi jasa pembiayaan atas piutang dan jasa nonpembiayaan atas piutang. Pada kenyataannya kedua jenis jasa tersebuttidak harus selalu ada dalam suatu perjanjian anjak piutang, perjanjian anjak piutang ada yangmeliputi kedua jenis jasa tersebut dan ada juga yang hanya meliputi salah satu jenis jasadiatas. Pada dasarnya, pilihan atas jenis jasa yang akan diberikan tergantung padakesepakatan antara pihak factor dan pihak klien.Keputusan Menteri Keuangan tersebut diperbaharui dengan SK Menteri Keuangan Nomor 448/KMK.017/2000 yang menyatakan bahwa “kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembeliandan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaandari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri”. Pernyataan ini ditegaskan dengan SK Menteri Keuangan Nomor 172/KMK.06/2002 yang menyatakan bahwa “Kegiatan anjak  piutang dilakukan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutangatau tagihan jangka pendek dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri.Pihak yang terkait dalam kegiatan anjak piutang meliputi:a.Perusahaan jasa anjak piutang (factor). Factor adalah pihak yang memberikan jasaanjak piutang. b.Klient (client). Klient adalah pihak yang menerima jasa anjak piutang dan menjual barang dan jasa secara kredit kepada nasabah.c.Nasabah (customer). Nasabah adalah pihak yang membeli barang dan atau jasa dari
Page | 3

Activity (64)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
To Ny liked this
mega_selvy liked this
Achiil Deviabiel liked this
Junita Muhayati liked this
AbyNya Veve liked this
Marisa Kurnia liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->