Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
15Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Aris Munandar bapak Pramuka Jogjakarta

Aris Munandar bapak Pramuka Jogjakarta

Ratings:

4.5

(2)
|Views: 6,870|Likes:
Published by fakta
Al Ustadz Aris Munandar, SS lulusan STAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta mendapatkan anugrah sebagai bapak Pramuka Jogjakarta
Al Ustadz Aris Munandar, SS lulusan STAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta mendapatkan anugrah sebagai bapak Pramuka Jogjakarta

More info:

Published by: fakta on Apr 18, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/24/2012

pdf

text

original

 
Filed under: Umum,Fakta Disana senang, disini senang… dendang khas Pramuka yang dulu mungkin sempat pembaca dengarkan. Mohon maaf, penulis tidak bermaksud mempopulerkan Pramukadan lirik khasnya, namun untuk mengkritik adanya sebagian da’i yang mengakuSalafy yang merasa nyaman dan sah-sah saja berkumpul, bergabung, bergaul dengantokoh Hizbi Ikhwani sekalipun.Manhaj sana, manhaj sini, pergaulan bebas ‘antar manhaj’, atau ‘kebal manhaj’,kadang dikenal juga istilah ‘bijak-sana, bijak-sini’, dapat bermula dari rasa kesamaan,dilandasi semangat hormat-menghormati, ingin menjaga persatuan antar manhaj.Pergaulan ‘bebas’ tersebut tidak dianggap bakal mempengaruhi (apalagimembahayakan) aqidahnya. Sikap ini memang menguntungkan bagi siapapun,sehingga apabila diterapkan, tak pelak lagi dia bakal mendapatkan apresiasi yang luar  biasa dari khalayak. Bebas bergaul di sana dan di situ, seperti pengikut Jama’ahTabligh dan Ikhwanul Muslimin.Sementara kita mengenal dalam dakwah Salafiyyah ini, manhaj Ahlussunnah walJama’ah yang mendasar yakni terkait pergaulan dan pertemanan ini. Simak haditsRasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam yang artinya : “Ruh-ruh adalah bala tentarayang berkumpul, maka mana saja dari ruh itu saling berta’aruf berarti telah serupa danmana saja dari ruh itu saling tidak mengenal (saling mengingkari) berarti telah berbeda” (HR. Bukhari dan Muslim)“Seseorang itu berada di atas agama temannya, maka hendaklah salah seorangdiantara kalian melihat (terlebih dahulu) siapa yang ia temani.” (Silsilah Ash-Shahihah, no.927)Dalam sebuah atsar disebutkan: Musa bin Uqbah Ash-Shuri datang ke negeriBaghdad, kemudian ditanyakan orang tentang keadaannya kepada Imam Ahmad binHanbal Rahimahullah, maka beliau menjawab : "Lihatlah oleh kalian kepada siapa dia bertempat dan kepada siapa dia berdiam.”(Lamudduril Mantsur, hal.53)Sulaiman bin Daud berkata: ”Janganlah kamu menghukumi seseorang dengan suatu(hukum) sampai kamu lihat siapa yang digauli”(ibid)Simak ‘copas’ (copy paste) berikut ini dari terjemahan kitab Lamudduril Mantsur minal Qaulil Ma’tsur, karya Syaikh Abu Abdillah Jamal bin Furaihan Al Haritsi dalamsub bab Salafush Shalih Menilai Seseorang dengan Melihat Teman Dekatnya sbb :150. Ibnu Mas’ud berkata: "Nilailah seseorang itu dengan siapa ia berteman, karenaseorang muslim akan mengikuti muslim yang lain dan seorang fajir akan mengikutiorang fajir lainnya." (Al-Ibanah 2/477 no 502, Syarhus Sunnah Al-Baghawi 13/70)151. Dan ia berkata: "Seseorang itu akan berjalan dan berteman dengan orang yangdicintainya dan mempunyai sifat seperti dirinya." (Al-Ibanah 2/476 no 499).152. Beliau melanjutkan: "Nilailah seseorang itu dengan temannya sebabsesungguhnya seseorang itu tidak akan berteman kecuali dengan orang yangmengagumkannya (kerena seperti dia)."(Al-Ibanah 2/477 no 501).153. Abu Darda mengatakan: "Tanda keilmuan seseorang (dilihat) dari jalan yangditempuhnya, tempat masuknya, dan majelisnya". (Al-Ibanah 2/464 no 459-460).154. Yahya bin Abi Katsir mengatakan: "Jangan kamu menetapkan penilaian terhadap
 
seseorang sampai kamu memperhatikan siapa yang menjadi temannya." (Al-Ibanah2/480 no 514).155. Musa bin ‘Uqbah Ash-Shury tiba di Baghdad dan hal ini disampaikan kepadaImam Ahmad bin Hanbal, lalu beliau berkata: "Perhatikan dimana ia singgah dankepada siapa ia berkunjung." (Al-Ibanah 2/480 no 511).Apakah orang yang mengaku dirinya bermanhaj Salaf seperti Bapak Aris Munandar,SS juga menerapkan prinsip pertemanan tersebut? Yakni apakah beliau selektif memilih majelisnya, tempat diamnya, teman duduknya, ataukah ternyata justrusebaliknya ? Marilah kita buktikan bersama-sama.Sekilas tentang L-DataMohon maaf, kembali pembaca disibukkan tentang siapakah L-Data (LembagaDakwah dan Taklim) Jakarta terlebih dahulu. Agar tidak menimbulkan prasangkayang tidak-tidak, maka penulis ambil dari rilis resmi yang pernah dimuat di situsresminya L-Data yakniwww.aldakwah.org. L-Data didirikan di Jakarta pada hariRabu, tanggal 6 September 2000 M, dengan akte notaris H.M. AFDAL GAZALI, SH.no. 48 dan terdaftar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, tanggal 9 Januari 2001.[1] Nama tokoh L-Data yang penulis ketahui, seperti Muhammad Yusuf Harun, MAsebagai direkturnya, ybs juga penerjemah di yayasan Al Sofwa dan dosen LIPIA.Adapun nama-nama yang pernah dilibatkan oleh L-Data, baik sebagai penulis, pembicara seperti Dr. Didin Hafidhuddin, M.Sc (PK Al Ikhwani), Faried AhmadOkbah (Al Irsyad), Dr. Salim Segaf Al-Jufri (PK Al Ikhwani), Dr. Ahzami Samiun(PK Al Ikhwani), Muzayyin Abdul Wahhab (Al Sofwa/DDII), Musthofa ‘Aini(Quthbi, Al Sofwa), Drs. Mahfudz Shiddiq (PK Al Ikhwani), Dr. Mushlih AbdulKariem (PK Al Ikhwani), Hartono Ahmad Jaiz (DDII/Al Sofwa, gelarnya SalafiModerat). Simak selengkapnya di sumber CD bukti kami.[2]Dari buku yang direkomendasikan oleh situs L-Data dan tokohnya, nampak nama-nama tokoh-tokoh legendaris partai Ikhwanul Muslimin dan yang sepemikirandengannya seperti Hasan Al Banna, Sayyid Quthb, Muhammad Quthb, Yusuf Qaradhawi.[3] Jelas sudah L-Data membawakan misi yang sama dengan IkhwanulMuslimin dan tokoh-tokohnya, tak dapat dipungkiri lagi.Mengapa penulis bawakan lagi tentang L-Data? Tentu mudah ditebak oleh pembaca,karena selanjutnya pembaca dapat melihat bukti nyata nan ‘fahit’ berikut ini.L-Data pun mulai mengepakkan sayapnya ke penjuru Nusantara, dengan divisiTaklim, divisi Pendidikan, divisi Rekaman, Perpustakaan, lantas masing-masingnyamemperbanyak cabang-cabang dan kegiatan-kegiatan. Dipilihlah Lampung sebagaisalah satu cabang Divisi Pendidikan L-Data, dan dibawahnya terdapat LembagaPendidikan Bahasa Arab yang dinamai Ma’had Darul Fattah, dikomandoi oleh M. AriWibowo, Lc.Tidak hanya di Lampung, Cibinong-pun didirikan Lembaga Studi Islam dan BahasaArab Cibinong yang diketuai Abdurrahman Abdullah, MA. Sementara di Lombok, NTB, Muhannan Mukmin Mushonnif, Lc memiliki lembaga yang dinamai Ma’hadDarul Falah. Dan terakhir dan yakni Pusat Studi Bahasa Arab Taruna Al Qur’an yang
 
diketuai Ahmad Khudori, Lc.[4] PP. Taruna Al Quran sendiri diasuh oleh Umar Budiargo, Lc, MA rekan Abu Bakar Ba’asyir.Berbagai kegiatanpun diadakan di L-Data Jakarta, juga di cabang-cabangnya.Diantaranya kegiatan Perpustakaan Islam L-Data dan Masjid Al Furqan pada tanggal7 Juli 2002 yang diramaikan oleh Mustofa Aini (Quthbi, Al Sofwa), Amin Jamaludin,Abu Qotadah (Al Sofwa, Turotsi), Hartono Ahmad Jaiz, Farid Ahmad Okbah.[5]Daurah Al Qur’an pada tanggal 22 September 2001 yang dibidani L-Data diisi olehDR. Muslih Abdul Kariem, DR. Ahzami Sami’un Jazuli (PK Al Ikhwani, Dosen PascaSarjana IAIN Syarif Hidayatullah), Khairul Muttaqien Al-Hafidz (pembimbingTahfidz di Markaz Tahfidz L-DATA), Abdul Aziz Abdurrauf, Lc (LIPIA).[6]Acara Ramadhan 1421 H bersama L-Data turut diramaikan tokoh warna-warni sepertiDR. Salim Segaf Al-jufri, (PK Al Ikhwani, Dosen Universitas Imam Muhammad ibnSaud (LIPIA), Muhammad Yusuf Harun, MA (Direktur Lembaga Dakwah danTaklim, Dosen di Universitas Imam Muhammad ibn Saud (LIPIA) Jakarta), ZainalAbidin, Lc (da’i yayasan Al-Sofwa Jakarta).[7] Juga kegiatan Perpustakaan Islam L-Data dan Lembaga Bimbingan Islam Al-Atsary (sekarang menjelma menjadi YayasanPendidikan Islam Al-Atsary) pada tanggal 21 September 2002 yang diwarnai oleh daiTurotsi Kholid Syamhudi, Lc, Zainal Abidin (Al Sofwa). [8]Tak lupa perlu diungkap disini, jelas L-Data menunjukkan loyalitas pada ‘musuh bersama’ Salafiyyin di Indonesia dan di luar negeri. L-Data menampilkan info penuhkejujuran, yakni kaitannya dengan hizbiyyun, politikus, termasuk yayasan Ihya TuratsKuwait. L-Data merilis profil ma’had binaan Ihya Turats dalam rilisnya, yakni PP IbnTaimiyyah, Pasir Tengah, Bogor yang bertengger di situs L-Data. Disebutkan "… pesantren Ibnnu Taimiyyah mendapatkan tunjangan dari para muhsinin dari Kuwaitmelalui Jam’iyyah Ihya Turats Islamy Lajnah Janub Syarq Asia, dan dari paramuhsinin Saudi Arabia melalui AL-Haramain Al-Khairiyyah".[9]Dari kegiatan yang pernah ada, nama-nama yang dilibatkan, tulisan, buku, yayasanyang direkomendasi, kiranya dapat memberikan gambaran seperti itulah L-Data yakni berpemahaman campur-aduk.L-Data Cabang JogjakartaDi bawah divisi Pendidikan, dibentuklah Lembaga Dakwah Taklim cabang Jogjakarta,yang disebut Pusat Studi Bahasa Arab Taruna Al Qur’an. Pembaca pasti mengetahuisiapakah da’i terkenal dari PP Taruna Al Quran alias L-Data Jakarta cabang Jogjakartaini ?Berderet nama-nama dalam salah satu produk PP Taruna Al Quran yakni MajalahSwara Quran diantaranya Umar Budiargo, Lc, MA (Ikhwani), Ridwan Hamidi, Lc(Ikhwani, yayasan Al Madinah, ketua Wahdah Islamiyyah cabang Yogyakarta), Didik Haryanto, Lc, Julio Muslim, Lc, Humaedi AK, Lc, H. Rohmanto, Lc, Jarot Nugroho,S.Pdi (alumnus Ngruki, Al Mukmin Solo), Abdus Salam Busyro, Lc, Amri S, Lc(alumnus Mesir), M. Ulin Nuha (alumnus STIQ Yogyakarta, da’i Taruna Al Quran).[10] Ups, ada satu yang belum disebutkan yakni da’i Taruna Al Quran alias L-DataJogjakarta sekaligus Yayasan Pendidikan Islam Al Atsary, lulusan IAIN / STAINSunan Kalijaga, Aris Munandar, S.S.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->