Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
79Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kultur Air (Water Culture) studi kasus pada tanaman Cabe, Padi, dan Bayam Air pada percobaan di Kebun Percobaan Sawah Baru Institut Pertanian Bogor

Kultur Air (Water Culture) studi kasus pada tanaman Cabe, Padi, dan Bayam Air pada percobaan di Kebun Percobaan Sawah Baru Institut Pertanian Bogor

Ratings: (0)|Views: 14,712|Likes:
Published by ivan ara
KULTUR AIR Galvan Yudistira/A24070040 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hidroponik merupakan aktivitas pertanian yang dijalankan dengan menggunakan air sebagai media untuk menggantikan tanah. Hidroponik mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan bertani secara konvensional. Keunggulan hidroponik antara lain produksi tanaman yang higienis, penggunaan nutrisi yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, pertumbuhan tanaman yang cepat, dan mudahnya perawatan tanaman. Salah satu sistem hidroponik yan
KULTUR AIR Galvan Yudistira/A24070040 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Hidroponik merupakan aktivitas pertanian yang dijalankan dengan menggunakan air sebagai media untuk menggantikan tanah. Hidroponik mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan bertani secara konvensional. Keunggulan hidroponik antara lain produksi tanaman yang higienis, penggunaan nutrisi yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman, pertumbuhan tanaman yang cepat, dan mudahnya perawatan tanaman. Salah satu sistem hidroponik yan

More info:

Published by: ivan ara on Jan 24, 2010
Copyright:Public Domain

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

05/27/2013

pdf

text

original

 
KULTUR AIR Galvan Yudistira/A24070040PENDAHULUANA.Latar Belakang
Hidroponik merupakan aktivitas pertanian yang dijalankan dengan menggunakanair sebagai media untuk menggantikan tanah. Hidroponik mempunyai banyak keunggulan dibandingkan dengan bertani secara konvensional. Keunggulan hidroponik antara lain produksi tanaman yang higienis, penggunaan nutrisi yang disesuaikan dengankebutuhan tanaman, pertumbuhan tanaman yang cepat, dan mudahnya perawatantanaman. Salah satu sistem hidroponik yang dapat diterapkan dalam budidaya tanamanadalah kultur air (
water culture
). Kultur air merupakan salah satu dari sistem hidroponik yang mana akar tanaman dicelupkan dalam larutan hara secara bersusunan berimbangsecara sinambung atau berkala (Steiner, 1997 dalam Notohadinegoro, 2006) Sistem inimerupakan sistem pasif karena air tidak mengalir (
 stagnant 
). Sistem pasif mempunyaikelemahan dalam menyerap nutrisi. Hal ini disebabkan karena tidak ada pergerakan air dan pergerakan udara sehingga akar kekurangan energi dalam menyerap unsur hara(Musfati et al, 2009)
B.Tujuan
Mengetahui pengaruh kultur air dalam budidaya beberapa tanaman hortikulturadiantaranya cabe, bayam dan padi. 
 
METODOLOGIA.Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada 20 November 2009 s.d. 4 Desember 2009 diKantor Kebun Percobaan Sawah Baru, Institut Pertanian Bogor.
B.Bahan dan Alat
Bahan tanaman yang digunakan berupa tanaman padi, cabe, dan bayam, air, serta busa. Persentase larutan hidroponik yang digunakan adalah 2% amoniak, 3% nitrat, 27%Urea, 10% P
2
O
5
, 10% K 
2
O, 0,05% Cu, 0,1% Mg, 0,2% S, 0,05% B, 0,1% Fe, 0,05% Mn,0,0005% Mo, dan 0,05% Zn. Alat yang digunakan adalah bak air, stereofoam, dangunting.
C.Metode
Larutan stok terdiri dari 25 gram hara hidroponik yang dicampur dengan 4 liter air, sehingga diperoleh konsentrasi 6,25 gram/liter. Larutan stok tersebut kemudiandiencerkan kembali sampai konsentrasi 1 gram/ liter. Larutan tersebut dituangkan kedalam bak dan ditutup dengan sterefoam yang telah dilubangi sebelumnya. Batang bawahtanaman padi, cabe, dan bayam digulung dengan busa dan dimasukkan ke dalamstereofoam yang telah dilubangi.
 
TINJAUAN PUSTAKA
Diantara budidaya tanam tanpa tanah, kulur air adalah budidaya tanaman yang menurutdefinisi merupakan sistem hidroponik yang sebenarnya. Kultur air juga sering disebut
truehydroponics
,
nutri culture
, atau
bare
 
root system.
Di dalam kultur air, akar tanaman terendamdalam media cair yang merupakan larutan hara tanamn, sementara bagian atas tanman ditunjangadanya lapisan medium inert tipis yang memungkinkan tanaman tumbuh tegak (Resh, 1998dalam Susila, 2009).Dalam sejarah perkembangan hidroponik, penelitian-penelitian pertama tentanghidroponik tercatat menggunakan sistem kultur air tanpa adanya substrat atau media tanah(Woodward, 1699 dalam Susila, 2009). Teknik-teknik dasar kultur air modern telahdikembangkan oleh Sach dan Knopp pada tahun 1860 (Hewitt dan Smith, 1975) dari beberapahasil penemuan sebelumnya oleh Senebier tahun 1791 yang menyatakan bahwa akar tanamanakan mati bila terendam air. Pada tahun 1804, De Sausser juga menyatakan bahwa disampingmengandung udara air juga mengandung CO
2
campuran gas mengandung 20% O
2
(Hewit, 1966;Hewitt dan Smith, 1975 dalam Susila, 2009).Aerasi adalah suatu hal yang esensial untuk aktivitas perakaran walaupun hal ini sangat beragam antar spesies tanamn. Pengambilan unsur mineral akan terjadi ketidakseimbangan bilakondisi oksigen di perakaran menurun, sebaliknya akan terangsang bila konsentrasi oksigen dizona perakaran meningkat. Akumulasi karbondioksida (CO
2
) di dalam larutan hara akanmemperlambat absorbsi sebagian besar unsur hara tanaman dan hara, sedangkan kekuranganoksigen (O
2
) walaupun tidak akan menekan abdsorbsi air (dalam periode tertentu) akan tetapmenekan pengambilan unsur hara dari larutan hara (Soffer, 1985 dalam Susilla, 2009).Selama lebih dari 300 tahun kultur air merupakan suatu sistem yang paling sesuai untuk  penelitian-penelitian hara dan metabolisme tanman hingga saat ini. Beberapa hal yangmenyebabkan hal di atas adalah sistem kultur air memiliki larutan hara yang homogen, adanyakeseragaman seluruh sistem dalam mempengaruhi sistem perakaran, serta kemungkinan pengaturan kandungan unsur hara yang tepat. Kultur air dikelompokkan ke dalam: (1)
 Aeroponik,
(2)
 Nutrient Film Tehnique
(NFT), dan (3) Deep Flow Technique (DFT) yang

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->