Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
34Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Abdul Hakim Abdat Pakar Haduits Indonesia

Abdul Hakim Abdat Pakar Haduits Indonesia

Ratings:

4.83

(6)
|Views: 26,595|Likes:
Published by fakta
Al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, seorang pakar haduits Indonesia, banyak sekali karya-karyanya. Simak selengkapnya
Al Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, seorang pakar haduits Indonesia, banyak sekali karya-karyanya. Simak selengkapnya

More info:

Published by: fakta on Apr 19, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

06/13/2013

pdf

text

original

 
Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat “Pakar Hadits” Indonesiahttp://fakta.blogsome.com/2008/01/11/abdul-hakim-abdat-pakar-hadits-indonesia/Filed under: UmumBANGSA INDONESIA MEMILIKI PAKAR HADUITS?(Banggakah kita atau sebaliknya, prihatin?)Inilah “Pakar Hadits” negara Indonesia Raya tercinta:http://img505.imageshack.us/img505/5210/abdulhakimpakarhaditsinab9.jpg"HadirilahKajian Umum Bedah BukuTema : "Kalau Sekiranya Perbuatan itu Baik Tentulah Para Shahabat Telah Mendahului KitaMengamalkannnya" (LAU KAANA KHAIRAN LASABAKUUNAA ILAIHI)Bersama Pakar Hadist Indonesia, Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat dari Jakarta"Demikian kurang-lebihnya isi publikasi acara yang hendak diselenggarakan pada tanggal 18Maret 2007 pagi, dengan panitianya Yayasan Islam Al Albani, Matesih, Karanganyar, Surakarta.Acara ini didukung jaringan pendukungnya, yakni Ponpes Imam Bukhari Solo, Ponpes AlUkhuwah Sukoharjo, Ponpes Ibnu Abbas Sragen, SD Islam Sains dan Teknologi Al AlbaniMatesih, Pustaka Ukhuwah, Majalah As Sunnah, dll. Bedah buku karyanya sendiri ini rencananyahendak dilangsungkan di Masjid Agung Karang Anyar, Solo.Dari selebaran di bulan Juli tahun 2003, dalam acara Daurah Muslim Muslimah Dasar, gelar yangdisematkan pada Abdul Hakim oleh ‘warga’ Jogjakarta masih agak malu-malu, Abdul Hakim binAmir Abdat (Penelaah Hadits, Jakarta). Padahal dalam setiap kajian yang dibawakan As Sunnah,bisa dikatakan hadirin sedang menelaah hadits. Pengisi kajian juga jelas menelaah haditssebelum membawakan dalam ta’limnya. Akan tetapi, apa maksud Penelaah Hadits ini ?Rupanya, di tahun 2007 makin jelas, yang dimaksud adalah orang yang menelaah hadits danpakar dalam menelaah hadits, yakni si ulama Ahli Hadits yang belajar otodidak, Abdul Hakim binAmir Abdat.Dalam artikel "Sururiyyah Terus Melanda Muslimin Indonesia", yang merupakan transkrip darikajian Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed. Beliau bersaksi tentang keadaan Abdul HakimAbdat sbb :"Adapun Abdul Hakim Amir Abdat dari satu sisi lebih parah dari mereka, dan sisi lain sama saja.Bahwasannya dia ini, dari satu sisi lebih parah karena dia otodidak dan tidak jelas belajarnya,sehingga lebih parah karena banyak menjawab dengan pikirannya sendiri. Memang denganhadits tetapi kemudian hadits diterangkan dengan pikirannya sendiri,…""…Ini kekurangan ajarannya Abdul Hakim ini disebabkan karena dia menafsirkan seenak sendiridan memahami seenaknya sendiri. Tafsirnya dengan Qultu, saya katakan, saya berkata, begitu.Ya.., di dalam riwayat ini…ini… dan saya katakan, seakan-akan dia kedudukannya seperti paraulama, padahal dari mana dia belajarnya?""…Sampai disebutkan oleh Syaikh Yahya Al Hajuri di Yaman, ketika ditanyakan tentang AbdulHakim , "Siapa?", lalu diterangkan kemudian sampai pada pantalon (celana tipis yang biasadipakai untuk acara resmi ala Barat, berpadu dengan jas dan dasinya, red), “Hah huwaMubanthal (pemakai panthalon, celana panjang biasa yang memperlihatkan bentuk pantatnyadan kemaluannya itu)", "Iya syaikh", "Allah, yakfi, yakfi, yakfihi annahu mubantol". "Cukup kamukatakan dengan dia memakai panthalon saja untuk dikatakan, "Jangan mengaji sama dia”, sudahcukup bagi saya, apalagi yang lebih dari itu." [1] Lebih lengkapnya pembaca menyimak jugaartikel berjudul Syaikh Yahya – Siapakah Abdul Hakim bin Amir Abdat [2], fatwa yang dibawakanSyaikh Yahya Al Hajuri Yaman dan diterjemahkan al Ustadz Qomar ZA, Lc. Juga kaset ustadzAbu Mas’ud saat membantah prinsip sesat Abdul Hakim, ada di Bab XIV Al Muntada Al Sofwa,Menyoroti Kiprah Dakwah Ihya Turots dkk di Indonesia. [3]
 
Marilah kita lihat bagaimana Pakar Hadits Indonesia dalam aksinya menelaah hadits di sebuahmajalah jaringannya, As Sunnah, Solo. ”Saya berkata: isnadnya Hasan”. Atau dalam sebuahbuku berjudul "25 Masalah Penting Dalam Islam" karyanya yang diterbitkan Yayasan Al Anshor sbb : “Saya berkata, bahkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah itu dari jalan Ali bin AbiThalib bukan hanya dho’if tapi hadits maudlu (palsu). Karena di sanadnya ada seorang bernamaAbu Bakar bin Abdullah bin Muhammad bin Abi Sabrah. Dia ini seorang pemalsu hadits”(25Masalah Penting Dalam Islam, Abdul Hakim Abdat, Al-Anshor, hal.186)."Di tempat lain pada halaman 139 buku yang sama (25 Masalah Penting Dalam Islam), siPenelaah Hadits ini, setelah menyebutkan hadits tentang bacaan Mu’awwidzaat di belakang tiap-tiap shalat (wajib) yang dikeluarkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud, Nasa’i, Ibnu Hibban, Hakimdan Ibnu Khuzaimah, semuanya dari jalan Al-Laits bin Sa’ad, dari Hunain bin Abi Hakim dari Alibin Rabaah dari ‘Uqbah bin Amir; Imam Hakim mengatakan:”Shahih atas syarat Muslim”, danAdz-Dzahabi menyetujuinya. "Saya (Abdul Hakim-peny) berkata: Hadits ini shahih sebagaimanayang dikatakan oleh Imam Hakim dan Adz-Dzahabi. Tetapi mengatakan bahwa sanad hadits iniatas syarat Muslim, tidaklah benar! Karena, Hunain bin Abi Hakim tidak dipakai oleh ImamMuslim di kitab shahihnya. Ini satu kekeliruan dari Imam Hakim dan Imam Dzahabi (semoga Allahmemberikan rahmat kepada kedua imam besar ini)”- selesai pernyataan Abdul Hakim.Demikianlah aksinya yang cukup mengagumkan bagi pengikutnya, sehingga tak heran julukanPakar Hadits honoris causa itu terbentang antara tahun 2003 – 2007. Abdul Hakim cukupmeyakinkan perkataannya, hanya memakai rawi-rawi tsiqah saja, bahkan bisa mengkritik paraImam ahli hadits dengan dalil-dalilnya karena memakai rawi yang tidak tsiqah.Akan tetapi, dalam buku yang sama di halaman 68 – 69 [4], pembaca mungkin akan tercengang.Betapa tidak, ternyata Al Ustadz Sayyid Quthub dan "mufassir" Al Quran dari Indonesia dengan judul "Al Azhar" yakni Hamka termasuk rawi tsiqah Abdul Hakim. Berikut kutipan dalam halaman68 – 69 buku "25 Masalah Penting Dalam Islam" itu :“Berkata Al-Ustadz Sayyid Quthub di kitab tafsirnya ‘Fi zhilalil Qur’an” (1/377) dalam menafsirkanayat 19 surat Ali Imran:”Tidak ada satupun Agama yang diterima Allah kecuali Islam. Dan tidakada Islam tanpa penyerahan diri kepada Allah dan ta’at kepada RasulNya (Muhammad ) sertamengikuti manhajnya dan bertahkim (berhukum) kepada kitab-Nya (Al-Qur’an) dalam segalaurusan kehidupan.”Dari keterangan-keterangan di atas dapatlah kita ketahui dengan jelas, bahwa kaum Yahudi,Nashara dan Shabi-in yang beriman kepada Allah…””Berkata Hamka dalam menafsirkan ayat ini (Al-Azhar 1/282): Maka orang yang mengakuberiman kepada Allah,….Keterangan-keterangan di bawah ini akan membuktikankebenarannya:…”[5] . http://img241.imageshack.us/img241/1360/abdulhakimabdatrujuksayly3.jpgSiapa lagi kalau bukan Sayyid Quthb yang ditahdzir para ulama karena membawa pikiranQuthbiyyah-Takfiriyah?[6] Dan Hamka, pembaca dapat mengetahui isi tafsirnya gado-gado,bahkan kisahnya saat di penjara pun masuk dalam kitab tafsir Al Azharnya. Adakah para ulamaAhlussunnah memakai kedua kitab tafsir tersebut? Inilah kenyataan tentang Abdul Hakim sipakar hadits otodidak itu dan rawi-rawi tsiqahnya.Kalau disimak dari pergaulannya, Abdul Hakim Abdat cukup luas pergaulannya dengan berbagaikalangan. Disamping cukup erat dengan Yayasan dan da’i dari Al Sofwa, L-Data, Al Haramain,DDII, tentunya dengan rekannya yang berjubah Salafi dari kalangan Turotsi dkk. Rekan-rekanAbdul Hakim Abdat yang bermain cantik dengan jubah Salafinya, tidak asing lagi bagi pembacasekalian. Diantaranya Yazid bin Abdul Qadir Jawwas (digelari Murid Ulama Besar Saudi Arabia,Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Hafidzahullah Ta’ala), Abdur Rahman At-Tamimi(Pimpinan Pondok Pesantren Al-Irsyad Surabaya) penyelenggara daurah Masyayikh Yordan yangternyata juga mesra dengan jaringan teroris Khawarij di negeri ini paska terjadinya "Jiahat" BomBali 2002(http://img242.imageshack.us/img242/3249/khawarijalmukmindarusyact1.jpg ), Mubarak Ba Muallim (Pengajar Pondok Pesantren Al-Irsyad Surabaya), Fariq Qasim Anuz(Pengajar di Islamic Centre Jeddah, Saudi Arabia), dll[7]. Mereka dipertemukan penuh keakraban juga dalam acara Daurah Islamiyah Mahasiswa dan Pelajar di tahun 2000, di kota Batu – Ciapus,
 
Bogor. Inilah daftar lengkap komunitas mereka di tahun 2006 setelah pada tahun 2004 secarasukses dan meyakinkan terbukti berselingkuh dengan jaringan Teroris Khawarij di negeri ini, AlMukmin Ngruki dan Darusy Syahadah Boyolali penghasil manusia-manusia pengebom bunuhdiri: http://img297.imageshack.us/img297/126/pesertadaurahalirsyad06db1.jpghttp://img78.imageshack.us/img78/3552/pesertadaurahalirsyad06yb9.jpghttp://img241.imageshack.us/img241/4441/pesertadaurahalirsyad06ch8.jpgBerikutnya kita simak rekan-rekan Abdul Hakim yang kurang bermain cantik, sehingga nampakkehizbiannya.Dalam sebuah acara yang diadakan oleh Yayasan yang dikenal terdiri dari hizbiyyun, campur-baur, yakni Yayasan Al Sofwa Pendusta Al Hizbi(http://img241.imageshack.us/img241/5074/buktiyayasanalsofwaamarvc1.jpg) dan Al HaramainFoundation Maktab Indonesia, di bulan Syawal 1421 H, Abdul Hakim Abdat dipercaya sebagaiimam dan khatib dilangsungkan di lapangan Remikon.[8]. Ternyata Abdul Hakim telah dilibatkandalam acara Al Sofwa sejak tahun 1419 H atau tahun 1998, bersama dosen LIPIA yang menjadipetinggi PK Al Ikhwani, Dr. Mushlih Abdul Karim, ikhwani yang juga dosen LIPIA direktur L-DataMuhammad Yusuf Harun, MA. Bersama Abdul Hakim, ada Irsyadiyyun Aunur Rofiq Ghufron, PPAl Furqon, Gresik (http://img292.imageshack.us/img292/5027/aunurrofiqorangalirsyadus9.jpg ),rekan akrabnya Yazid Jawwas, Agus Hasan Bashari, dll.[9] Kita segarkan ingatan anda ketika AlSofwa mengadakan acara di markas Ikhwanul Muslimin dengan mengundang para da’i kondanghizbinya (http://img237.imageshack.us/img237/8600/gembongikhwanimenjamusutk8.jpg ). Itulahsebagian rekan-rekan Abdul Hakim yang tanpa rasa sedih mempublikasikan kehizbiannya.Yayasan Al Sofwa di tahun 2001 menggandeng Majelis Ta’lim Masjid Nurul Jamil, Dago,Bandung, pimpinan Syahroni, mengadakan acara Seminar Islam pada tanggal 26 Juni 2001M diMasjid Nurul Jamil, Dago, Bandung. Abdul Hakim kembali menjadi pilihan yayasan Al Sofwa,sebagai da’i yang tidak asing lagi bagi Al Sofwa. "Acara ini diisi oleh seorang Ustadz yang tidakasing lagi dari Jakarta, Ust. Abdul Hakim Abdat". "Ust. Syahroni, pimpinan Majelis Ta’lim NurulJamil, yang juga alumni ponpes Ihya’us Sunnah, Sleman, Yogyakarta, untuk pertama kalinyamengadakan acara seminar di Bandung dengan mengundang pemateri dari luar kota."[10]Kalimat yang penulis tebalkan sebenarnya kurang tepat, karena Syahroni dikeluarkan dariponpes pimpinan Ja’far Umar Thalib tersebut, setelah terjadi kesalahan akhlaq berat yang tidakdapat ditolerir lagi. Inilah profil rekan Abdul Hakim yang kesekian kalinya.Teman ‘gaul’ lain Abdul Hakim yang memberikan kepercayaan tinggi, yakni dari LembagaDakwah dan Taklim (L-Data) Jakarta, pimpinan Muhammad Yusuf Harun, MA. Sehingga takheran kaset-kaset ceramahnya-pun dipromosikan. Divisi Rekaman L-Data memiliki sekian judulceramah Abdul Hakim yang dipromosikan di situs versi lamanya www.aldakwah.org [11]diantaranya Aqidah Yang Haq dan Bathil, Arti Ibadah Dlm Islam, Kesempurnaan Islam,Kesempurnaan Islam & Bid’ah, Taklim Radio Dakta, Arti Ikhlas & Syirik, Ilmu Dalam Perspektif Islam dll. Bersama kasetnya, ada pula kaset Farid Ahmad Okbah (Al Irsyad), Zaenal Abidin (AlSofwa), Ari Ginanjar Agustian ‘penemu ESQ’, Muhammad Yusuf Harun MA, Abu Bakar Basyir dll.http://img67.imageshack.us/img67/4050/ldatateroris1ei6.jpg ,http://img217.imageshack.us/img217/5383/qkasetldata1akk1.jpg . Makin jelas siapakah AbdulHakim dan rekan-rekannya yang berwarna-warni itu.Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) yang sempat mengundang Dr. Yusuf Qaradhawi ditahun 1988 markasnya, masjid Al Furqan, Kramat Raya Jakarta,[12] turut menjadikan AbdulHakim Abdat sebagai teman akrabnya, dengan dinobatkan sebagai salah satu da’i yangmeramaikan masjid tersebut. DDII dengan berbagai warnanya yang tertuang dalam dokumennyasendiri, 30 Tahun Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, karya Lukman Hakiem, Tansil Linrung,yang dapat disimak siapapun.Tertera dalam buku "Menunaikan Panggilan Risalah, Dokumentasi Perjalanan 30 Tahun DDII",kerjasama antara DDII dengan beberapa Jum’iyyah Hizbiyyah sebagaimana kerjasama yang

Activity (34)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Eko Sunarto liked this
Taufik Taufiq liked this
Zainul Abiid liked this
Fahriadi Pakaya added this note|
Apakah anda sedang berbicara dengan Ilmu ataukah anda sekarang sedang berbicara dengan hawa nafsu??? Allahu 'alam
Imano08 added this note|
gawat...........
Dian Andri liked this
Adityawan Adit liked this
khalidroc liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->