Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
29Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengaruh Media Pembibitan Dari Pupuk Kandang

Pengaruh Media Pembibitan Dari Pupuk Kandang

Ratings: (0)|Views: 1,908 |Likes:

More info:

Published by: bernet agung saputra on Jan 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/15/2013

pdf

text

original

 
PENGARUH MEDIA PEMBIBITAN DARI PUPUK KANDANGTERHADAP PERKECAMBAHAN DAN PERTUMBUHAN BIBITOleh:BERNET AGUNG SAPUTRA(051510101046)JURUSAN BUDIDAYA PERTANIANFAKULTAS PERTANIANUNIVERSITAS JEMBER 2008
 
I.PENDAHULUANI.1Latar Belakang
Dalam usaha budidaya tanaman, teknik pembibitan tanaman perlumendapatkan perhatian khusus untuk mengahasilkan tanaman yang sehat dan kuatsehingga mampu menghasilkan benih dengan mutu genetik dan agronomik yangtinggi. Tanaman membutuhkan kondisi yang beragam dalam pembibitannya. Padadasarnya perlakuan pembibitan dilakukan untuk memperoleh kondisi ekologiyang sesuai bagi tanaman, sehingga pembentukan bagian-bagian tanamantanaman dapat berlangsung dengan baik dan tanaman memiliki respon positif terhadap kondisi ekologi yang tidak menguntungkan.Untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangannya, tanamanmembutuhkan suplai nutrisi yang mencukupi. Bagian akar tanaman akanmerespon terhadap setiap kekurangan unsur hara yang dibutuhkan dan akanmenyerapnya dari tanah untuk mendukung pembentukan dan pertumbuhan selserta jaringan tanaman. Demikian pula dalam proses pembentukan benih hinggamenjadi bibit, unsur hara memegang peranan utama dalam proses perkecambahandi samping kebutuhan benih terhadap air.Selama benih masih dalam kondisi di dalam tanah, bagian hypogeal benih berperan utama sebagai sarana transport nutrisi yang dibutuhkan dalam proses perkecambahan. Namun, kebutuhan nutrisi untuk perkecambahan benih ini tidak sepenuhnya mampu di sediakan oleh tanah. Pemanfaatan pupuk, baik organik maupun kimia merupakan salah satu jalan pemenuhan nutrisi tanah yangdibutuhkan oleh benih untuk berkecambah hingga menjadi bibit.Pada umumnya petani lebih sering memanfaatkan pupuk kimia karenaefektifitas hasil dari penggunaan pupuk kimia lebih cepat diperoleh apabiladibandingkan dengan penggunaan pupuk organik. Tetapi penggunaan pupuk organik dalam sistem pembibitan merupakan salah satu upaya mempertahankankondisi tanah dan memperbaiki sifat serta kesuburan tanah. Pemahaman ditingkat petani yang masih kurang mengenai
minimum tillage
ini akan merusak kondisi
 
sifat fisik dan kimia tanah yang nantinya merugikan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.Beragam pupuk yang beredar dipasaran terutama pupuk kimia saat inisangat sukar didapatkan. Hal ini menyebabkan kelangkaan pupuk semakin meluasdikalangan petani karena petani di Indonesia pada umumnya hanya petanikonsumsi yang mengusahakan lahannya untuk kegiatan budidaya pertanian dalamskala kecil. Daya beli petani terhadap pupuk kimia yang cenderung harganya lebihtinggi akan mempengaruhi aktivitas petani dalam kegiatan budidaya yang berujung pada penurunan produktivitas tanaman.Peran ilmu pengetahuan dan teknologi dalam budidaya tanaman dibutuhkanuntuk mengentaskan petani dari masalah-masalah pertanian modern sepertikelangkaan pupuk, penurunan produktivitas tanah dan tanaman, serta masalah-masalah dalam pemanfaatan alat-alat dan mesin pertanian. Pemanfaatan pupuk dari bahan-bahan organik seperti kotoran ternak diketahui mampu mendukungketersediaan unsur hara yang dibutuhkan benih dan menjadi solusi praktis untuk memenuhi kebutuhan pupuk nasional.Kandungan hara pupuk yang dihasilkan dari kotoran ternak tidak terlalutinggi, tetapi pupuk kandang mempunyai kemampuan untuk memperbaiki sifat-sifat fisik dan kimia tanah seperti struktur tanah, porositas tanah, kapasitas lapangdan kemampuan tukar kation tanah serta merupakan kondisi ekologi yang baik untuk perkembangan mikroorganisme. Kotoran ternak mengandung beragam haramobile yang dibutuhkan benih dalam proses fisiologisnya. Ternak sebagaiherbivora, mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan untuk memenuhi kebutuhan pangannya. Kotoran ternak dikeluarkan dalam bentuk 
 feces
yang keluar  bersamaan dengan
urine
. Dalam mendukung fisiologis perkecambahan benih,urine dibutuhkan untuk mematahkan dormansi benih karena mengandung hormongiberellin (GA-3). Namun, pemanfaatan pupuk kandang dari kotoran ternak tidak selamanyamampu mendukung perkecambahan benih hingga menjadi bibit. Terdapat pembatas-pembatas dalam pemanfaatan pupuk kandang di media pembibitan,khususnya pada tanaman-tanaman yang dibudidayakan untuk memproduksi benih.

Activity (29)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Afifah Aja Dech liked this
Alyand Maniez liked this
Sudar Man liked this
Andre Prabowo liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->