Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
57Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Aspek Medikolegal Inseminasi Buatan

Aspek Medikolegal Inseminasi Buatan

Ratings: (0)|Views: 10,245|Likes:
Published by Taufik Abidin

More info:

Published by: Taufik Abidin on Jan 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/10/2013

pdf

text

original

 
ASPEK MEDIKOLEGAL INSEMINASI BUATAN
PENDAHULUAN
Dalam beberapa dekade terakhir, perkembangan teknologi dan biomedis telah membuka jalan untuk potensi keuntungan yang sangat besar bagi pengobatan dan bagi manusia pada umumnya. Seiring dengan perkembangan ini, telah muncul juga banyak isu etik dan legal yang pada awalnya tidak terpikirkan. Salah satu perkembangan teknologi yangcukup banyak mengundang isu etik dan legal di dalamnya adalah teknologi dalam bidang reproduksi.Terdapat kenyataan bahwa kira-kira 10% dari pasangan suami istri tidak dikaruniaiketurunan (infertil), sedangkan cara adopsi yang digunakan untuk mengatasi persoalantersebut makin diperkecil kemungkinannya. Penyebab infertilitas ini, kira-kira 40%karena kelainan pada pria, 15% karena kelainan pada leher rahim, 10% karena kelainan pada rahim, 30% karena kelainan pada saluran telur dan kelainan peritoneal, 20%karena kelainan pada ovarium dan 5% karena hal lain, dan kejadian totalnya melebihi100%, karena pada kira-kira 35% pasangan suami istri terdapat kelainan yang multipel.
1
Dengan makin berkembang dan majunya ilmu dan teknologi kedokteran. Sebagian penyebab infertilitas tersebut dapat diatasi dengan pengobatan maupun operasi, sedanginfertilitas yang disebabkan kegagalan inseminasi, pembuahan, fertilisasi, kehamilan, persalinan dan kelahiran hidup normal, ternyata dapat diatasi dengan cara buatan(artifisial). Cara-cara tersebut antara lain: inseminasi buatan (
artificial insemination
/AI), pembuahan dalam (
artificial conception
/AC), penyuburan/pembuahan dalam tabung (
invitro fertilization
/IVF), pemindahan janin/penanaman janin (
embryo transfer/embryotransplant 
/ET).
1
Oleh karena hampir belum ada peraturan yang universal, beberapa masalah hukumdapat muncul dari teknologi reproduksi yang telah disebutkan diatas, diantaranyamenyangkut pelaksananya (dokter, peneliti, ilmuwan), suami, istri, donor sperma, donor ovum, ibu pengganti (
 surrogate mother 
), dan bayi yang dilahirkan/diciptakan dengan proses tersebut. Secara legal, harus pula dijabarkan beberapa definisi yang jelas,misalnya: ayah legal (sah secara hokum), ayah biologis (ayah genetis), ayah tiri, ibulegal (sah menurut hukum), ibu biologis I (yang mengandung janin pada permulaan),1
 
ibu biologis II (yang mengandung selanjutnya dan melahirkan), ibu tiri, ibu
 surrogate
,anak kandung, anak tiri, anak biologis I, anak biologis II, anak angkat, anak kloningatau
 genetic engineering 
.
1
Dengan mengetahui aspek-aspek medikolegal yang terkait dengan inseminasi buatan, diharapkan seorang ahli maupun mereka yang mendalami bidang forensik akanmampu mengaitkan suatu masalah di bidang medis dengan aspek hukum yang tersedia.Kaitan yang terasah ini akan dapat membantu membuat suatu kausalitas forensik yangmendukung kesimpulan forensik yang diperlukan dalam penegakan hukum.
TINJAUAN PUSTAKA2.1 Inseminasi Normal
Hampir tiap sel dalam badan kita mengandung 46 kromosom, tapi sel telur wanita(oosit) hanya mengandung 23 kromosom (22 kromosom somatik dan satu kromosomsex yang dinamakan kromosom X). Sel sperma terdiri dari dua macam sel, separomengandung 22 kromosom somatik plus satu kromosom X, dan separo lainnyamengandung 22 kromosom somatik plus satu kromosom seks pendek (kromosomY).Sel sperma dengan kromosom X akan membuahi sel telur wanita yang jugamengandung kromosom X, akan menjadi zigot yang mengandung 44 kromosom plusXX menjadi bayi perempuan. Sebaliknya sel sperma dengan kromosom Y yangmembuahi oosit, akan menjadi zigot dengan kromosom plus XY dan menjadi bayi laki-laki.Pada tiap inseminasi normal untuk reproduksi, maka mani (semen) yangmengandung sel sperma dimasukkan kedalam liang kelamin wanita dengan cara
 sexual intercourse
(coitus atau persetubuhan). Untuk itu diperlukan alat kelamin laki-laki(penis) yang dapat ereksi normal, semen normal dan alat kelamin wanita yang normal pula. Inseminasi demikian bermaksud untuk menghasilkan pembuahan dan keturunan.
2.2 Inseminasi Buatan (Artificial Insemination)
Pada inseminasi buatan, sperma dimasukkan dalam rahim (uterus) dengan cara mekanis buatan (injeksi). Proses pembuahan, penyuburan, kehamilan, persalinan, dan kelahiranselanjutnya berjalan seperti pada inseminasi normal. Inseminasi buatan dapat dilakukandengan sperma dari suami (
 Artificial Insemination Husband 
/AIH atau inseminasi buatan2
 
homolog) atau dengan sperma laki-laki lain/donor (
 Artificial Insemination Donor 
/AIDatau inseminasi buatan heterolog), atau dapat juga digunakan campuran sperma suamidan donor (
Combined Artificial Insemination/ 
CAI).
1
Inseminasi buatan pada manusia sebagai suatu teknologi reproduksi, pertama kali berhasil dipraktekkan pada tahun 1970. Awal berkembangnya inseminasi buatan bermula dari ditemukannya teknik pengawetan sperma. Sperma bisa bertahan hiduplama bila dibungkus dalam gliserol yang dibenamkan dalam cairan nitrogen padatemperatur -321 derajat Fahrenheit.
2
2.2.1 Persiapan Inseminasi Buatan
Sampel sperma diambil dari pasangan laki-laki dari wanita yang akan menjalaniinseminasi buatan, namun sperma dapat juga berasal dari donasi sperma seperti padakasus jika pasangan wanita tersebut memproduksi terlalu sedikit sperma yang lincah,atau ia memiliki kelainan genetik, atau jika si wanita tidak memiliki pasangan laki-laki.Sperma biasanya didapatkan melalui masturbasi, atau dengan kondom khusus yangdigunakan untuk mengumpulkan air mani selama berhubungan intim. Laki-laki yangmenyediakan sperma biasanya dianjurkan untuk tidak ejakulasi selama dua hingga tigahari sebelum waktu pengambilan sampel untuk meningkatkan jumlah sperma.
2
Siklus menstruasi wanita diobservasi secara ketat dengan mencatat temperatur basaltubuh dan perubahan mukus vagina, atau dengan menggunakan peralatan ovulasi,ultrasonografi (USG), atau tes darah.
2
Pada proses inseminasi intra-uterine, sperma harus sesegera mungkin ”dicuci” dilaboratorium dan ditambahkan senyawa kimia pada sampel. Proses pencucian ini dapatmeningkatkan kemungkinan pembuahan dan menyingkirkan senyawa kimia lain padaair mani yang dapat menimbulkan rasa tidak nyaman pada wanita.
2
Sperma yang didapat dari donor sperma melalui bank sperma, akan dibekukan dandikarantina dalam suatu periode tertentu dan pendonor akan dites sebelum dan setelahmemproduksi sampel untuk memastikan ia tidak memiliki penyakit menular.Mendonasikan sperma didapatkan melalui masturbasi oleh pendonor sperma di bank sperma. Suatu bahan kimia yang dikenal sebagai kryopresipitat ditambahkan ke dalamsperma untuk membantu proses pembekuan dan pengenceran. Selanjutnya, bahan kimialain dapat ditambahkan untuk memisahkan sperma yang paling aktif dalam sampelsehingga tercipta beberapa botol kecil sperma untuk pembuahan.
2
3

Activity (57)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Riki Ario Arto liked this
Riki Ario Arto liked this
Riki Ario Arto liked this
Riki Ario Arto liked this
Tonny Permana liked this
Ratna Nurdiana liked this
Ricky Ucing Cky liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->